Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 31)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 31) Pelukis Yunani dan Cina 1 Syawal 1446 H Senin Pahing 31 Maret 2025 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, 31 Maret 2025. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ini di terima oleh-Nya. Dan membuat hati kita semakin bersih agar cahaya-Nya bisa menembus kedalam hati kita. Dengan cahaya Ilahi dalam hati memantulkan kesegenap semesta alam, merahmati para makhluk ciptaan Allah SWT. ***** Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday di Asia Minor, seorang pelukis dari Cina selalu memandang rekan pelukis dari Yunani sebagai saingan berat sejak dulu, masing-masing menganggap diri lebih unggul dari yang lain. Tidak ada yang benar-benar bisa menunjukkan gaya siapa yang lebih canggih atau karya pelukis mana yang lebih indah. Persaingan itu telah berlangsung terlalu lama, dan sultan dari Rum, di Asia Minor, jemu deng...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 30)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 30) Empat Orang India yang Shalat 30 Ramadhan 1446 H Ahad Legi 30 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday ketika matahari sudah bertengger di puncaknya, dan empat Muslim India yang taat memasuki masjid untuk melakukan shalat Zuhur. Mereka pun berdiri bahu-membahu, masing-masing dengan harapan yang berbeda di hatinya, dan mulai shalat. Di pertengahan shalat, azan berkumandang di udara, keraguan langsung menyergap benak keempatnya apakah mereka terlalu tergesa-gesa dalam memulai shalat. Salah seorang dari empat lelaki itu menoleh ke sang muazin dan bertanya: "Muazin yang terhormat, apakah engkau yakin dirimu tidak terlambat hari ini untuk menyerukan azan?" Salah satu orang India itu dengan cepat menyahut temannya: "Kawan, apa yang telah kaulakukan? Kau berbicara di tengah-tengah shalat, dan sekarang shalatmu tidak sah!" Orang India ketiga menoleh ke arah yang ...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 29)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 29) Lelaki Tuli dan Tetangganya yang Sakit 29 Ramadhan 1446 H Sabtu Kliwon 29 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday seorang lelaki telah kehilangan pendengarannya selama beberapa waktu, tetapi harga diri mencegahnya untuk mengakui kelemahan dan terus berpura-pura bahwa tidak ada yang salah dengan dirinya. Suatu hari, dia berpapasan dengan salah seorang kawan di luar rumahnya. Sang kawan mengabarkan bahwa lelaki tua yang tinggal di sebelah sedang jatuh sakit dan alangkah baiknya jika si tuli membesuknya, karena si lelaki tua sebatang kara. Lelaki yang hampir tuli itu entah bagaimana bisa memahami apa yang disampaikan oleh temannya dan berjanji untuk mengunjungi si tetangga yang sakit pada hari itu juga. Si lelaki tuli bertanya-tanya dalam hati, bagaimana dia akan mendekati tetangganya yang sakit. Apalagi sekarang setelah orang itu jatuh sakit dan lemah, sehingga kemungkina...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 28)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 28) Para Penjaga Malam dan Pemabuk 28 Ramadhan 1446 H Jumat Wage 28 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday ketika lewat tengah malam, para petugas ronda yang sedang berpatroli di lingkungan sekitar menemukan seorang pemabuk bersandar di dinding. Salah seorang dari mereka menghampiri lelaki itu, menepuk pundaknya, dan berteriak di telinganya, "Hei! Apa kau mabuk? Katakan cepat, apa yang sudah kau minum?" "Apa pun yang ada di dalam botol itu," kata si pemabuk, menunjuk ke botol kosong yang terguling. "Apa isi botol itu? Kau kan tahu bahwa alkohol ilegal di kota ini," teriak si petugas lagi. "Aku meminum apa yang ada di dalam botol, Tuan," si pemabuk mengoceh tidak jelas. "Aku tidak melihat apa pun di dalam botol; katakan cepat, apa yang sudah kau minum?" "Sudah kubilang, aku meminum isi botol itu." pemabuk mengoceh tida...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 27)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 27) Semak-semak Berduri 27 Ramadhan 1446 H Kamis Pon 27 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday di masa lalukota dan desa di padang pasir dihubungkan oleh jalan setapak yang panjang dan berkelok-kelok. Di salah satu desa, hiduplah seorang lelaki kejam yang tak peduli pada siapa pun, bahkan tidak terhadap keluarga dekatnya. Dia selalu terlibat dalam konflik, kebanyakan dengan dirinya sendiri; seseorang dapat mengukur suasana hatinya hanya dengan mengamati apakah dia terlibat dalam suatu aksi balas dendam. Selama beberapa waktu, lelaki ini menanam semak berduri di sepanjang jalan dari desanya ke desa berikutnya. Semak-semak ini tumbuh perlahan tetapi menancap kuat dan menggores kaki siapa pun yang melewati jalan setapak, mengubah perjalanan mereka menjadi siksaan. Setiap hari, ditanamnya semak-semak baru meski warga desa lain mengeluhkannya; dengan seenaknya dia menutup telin...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 26)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 26) Kacang Polong 26 Ramadhan 1446 H Rabu Pahing 26 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday seorang wanita pergi berbelanja dan kembali membawa sekantong besar kacang polong yang ingin dia gunakan untuk membuat beberapa jenis salad dan sup. Dia bersihkan kacang polong itu, membilasnya, kemudian merendamnya selama beberapa jam sebelum merebusnya perlahan dalam kuali besar. Begitu kualinya mulai mendidih, kacang-kacang itu mulai melompat-lompat, berteriak: "Kau telah membeli kami, dan kami milikmu, tapi mengapa memasak kami sekarang?" "Sudah waktunya bagi kalian untuk direbus, jadi diam dan bersabarlah. Aku harus memasak kalian dengan benar, sampai kalian siap untuk ditambahkan ke hidangan terbaikku," tegas wanita itu penuh arti. "Ketika kalian tumbuh di ladang, kalian cukup diberi makan, tetapi sekarang saatnya untuk menghadapi kesulitan. Kalian tahu bah...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 25)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 25) Pawang Ular dan Pencuri 25 Ramadhan 1446 H Selasa Legi 25 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday seorang maling merasa sangat beruntung karena dia baru saja berhasil mencuri seekor ular yang sangat besar dari pawang ular. Si pencuri dungu sama sekali tak tahu bahwa ular itu adalah tangkapan pertama si pawang, apalagi menyadari bahwa bisa ular itu mematikan! Sementara itu, si pawang sendiri tidak menyadari keberuntungannya karena kehilangan ular itu, yang bahayanya sendiri tidak dia ketahui. Namun karena gusar atas kehilangannya, dia memikirkan cara untuk menemukan pencuri itu dan mengambil kembali tangkapan berharganya yang dia harap akan mendatangkan untung besar. Tak lama kemudian si pawang ular berangkat menuju kota, benaknya sibuk memikirkan berbagai rencana untuk menangkap si pencuri. Tiba-tiba dilihatnya mayat pencuri itu di pinggir jalan dan langsung mengenaliny...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 24)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 24) Tatapan Malaikat Izrail 24 Ramadhan 1446 H Senin Kliwon 24 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday Nabi Sulaiman As, sang nabi bijaksana, mengadakan pertemuan setiap hari untuk mendengarkan keluhan rakyatnya dan mencoba mengatasi persoalan-persoalan mereka. Suatu pagi, saat mendengarkan keluhan rakyatnya satu demi satu, seorang lelaki yang tampak kalut menghambur masuk ke balairung. Nabi Sulaiman As memperhatikan betapa tertekannya lelaki itu dan memberi isyarat agar dia maju. Si lelaki bersyukur karena dipanggil ke depan antrean, lalu berlutut di hadapan sang raja dermawan. "Apa yang menyusahkanmu, kawan?" tanya Nabi Sulaiman As dengan lemah lembut. "Malaikat Pencabut Nyawa, Baginda! Saya melihatnya satu menit lalu saat menyeberangi jalan. Dia memelototi saya dengan penuh amarah sampai-sampai jantung saya nyaris copot!" "Kita semua tahu Izrail hany...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 23)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 23) Merak 23 Ramadhan 1446 H Ahad Wage 23 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday seorang tabib sedang berjalan-jalan di padang rumput rimbun di belakang rumahnya, dia melihat burung merak jantan yang cantik di kejauhan. Saking inginnya melihat burung itu dari dekat, dia berjalan mengendap-endap ke arah si merak. Seraya menyipitkan mata agar bisa melihat lebih jelas, si tabib melihat burung itu mencabuti bulu indahnya dengan paruh lalu meludahkannya sejauh mungkin dari dirinya. Si tabib bingung dan memutuskan untuk menyelidiki. Maka perlahan-lahan didekatinya burung itu. "Halo, makhluk indah! Mengapa kau mencabuti bulu indahmu itu?" tanyanya lembut, menjaga suaranya tetap rendah tetapi tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. "Bagaimana engkau sanggup menghancurkan keindahan seperti itu? Bulumu dikagumi di seluruh dunia. Para penghafal Al Qur'an menggunakan...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 22)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 22) Keledai Pengangkut Air 22 Ramadhan 1446 H Sabtu Pon 22 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday pada zaman dahulu, kota-kota pada umumnya tidak memiliki air ledeng untuk mencukupi dipakai sehari-hari. Oleh karenanya, pengangkut air akan mendatangi rumah demi rumah guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari warganya. Di ibukota, ada seorang pengangkut air tua dengan keledai setia yang menarik gerobak air milik lelaki itu sepanjang hidupnya. Punggung hewan malang itu sampai membungkuk karena beban yang harus dipikulnya setiap hari, dan tubuhnya penuh dengan koreng dan luka yang tak diobati oleh tuannya. Si pemilik bukanlah seorang penyayang binatang, dia tidak memberi makan keledai itu dengan layak, hanya mampu memberinya jerami tua. Dia akan mencambuk keledai itu untuk membuatnya berjalan lebih cepat, menimbulkan lebih banyak luka pada tubuh hewan itu. Si keledai, diberkati ...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 21)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 21) Majnun Sakit Difteri 21 Ramadhan 1446 H Junat Pahing 21 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Ada banyak kisah cinta hebat yang diceritakan dari masa ke masa, tetapi kisah Majnun serta cintanya terhadap Laila lebih terkenal lagi di seluruh dunia. Oneday ketika Majnun jatuh sakit, dan dia tahu persis alasannya: dia telah berpisah terlalu lama dengan Laila yang dikasihinya. Penderitaan karena tidak bisa berada di dekat gadis itu telah menurunkan semangat Majnun, dan melemahkan tubuhnya yang sudah ringkih. Dia batuk tak henti-henti dan kesulitan bernapas, tidak bisa makan atau minum. Teman-temannya akhirnya memanggil tabib, yang berjanji akan berupaya keras untuk memulihkan kesehatan Majnun. Setelah memeriksanya secara menyeluruh, tabib mengumumkan si pecinta yang kesepian itu terjangkit difteri. "Jadi, apa solusinya?" tanya teman-teman Majnun tak sabar. "Aku tidak t...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 20)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 20) Burung Gagak dan Kuburan 20 Ramadhan 1446 H Kamis Legi 20 Maret 2025 Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday Qabil dengan keji telah membunuh Habil dan menjunjung mayat saudaranya di pundak, tidak dapat memutuskan bagaimana dan di mana menyembunyikan jasad itu supaya tidak ketahuan oleh orangtuanya, Adam dan Hawa. Belum pernah dia dihadapkan pada tugas yang sebegitu menyulitkan, dan sekarang dia merasa kebingungan. Sementara memikul mayat, dia mengedarkan pandangan ke sekitar mencoba mencari solusi, tapi pikirannya terlalu terbatas sehingga percuma saja. Hari sudah malam, dan langit mulai gelap. Qabil menyadari bahwa kesempatannya untuk membereskan situasi itu hampir habis. Lalu dilihatnya seekor burung gagak terbang rendah ke arahnya. Awalnya dia mengira itu hanya halusinasi, tapi kemudian ketika burung gagak terbang mendekat, Qabil dapat dengan jelas melihat bahwa si burung memb...

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 19)

Gambar
 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 19) Raja yang Meninggalkan Singgasananya 19 Ramadhan 1446 H Rabu Kliwon 19 Maret 2025 Menggali makna tersirat kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi. Oneday Ibrahim, penguasa Balkh, adalah raja yang kaya, adil, dan dipuja oleh rakyatnya. Suatu malam saat dia tidur nyenyak di istananya, bunyi benturan di atap membangunkannya. Dia mengira bunyi itu mungkin berasal dari salah satu pengawalnya karena mengejar penyusup yang membuat kekacauan. Sebelum membuka mata, dia berpikir: "Siapa yang berani-beraninya mencoba memasuki istanaku? Mungkinkah pencuri? Tapi dengan semua prajurit dan penjaga yang ditempatkan di seluruh wilayah, siapa yang sebegitu putus asanya hingga mempertaruhkan nyawa?" Dengan marah, Ibrahim turun dari ranjang dan berjalan menuju jendela, berpikir: "Bisa kudengar para penjaga mengejar, tapi tidak ada manusia yang cukup bodoh untuk mencoba mencuri apa pun dari istanaku! Mereka pasti jin," pung...