Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 2) Jenazah Yahudi

Gambar
Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 2) Jenazah Yahudi 29 Syawal 1446 H Senin Kliwon 28 April 2025 Oneday Rasulullah Saw tengah berkumpul dengan beberapa orang sahabatnya dalam satu majlis di teras atau mungkin pendopo rumah salah seorang sahabatnya (ada juga yang meriwayatkan di tengah perjalanan). Sementara Rasulullah Saw menjelaskan pengajian sore itu, sekonyong-konyong  serombongan orang Yahudi melintas di depan Nabi Saw sambil mengusung jenazah menuju ke kuburan. Tiba-tiba Rasulullah Saw berdiri sebagai penghormatan kepada jenazah Yahudi itu, dan tentu saja diikuti oleh para sahabatnya.  Seorang bertanya, "Buat apa kita berdiri ya Rasulullah?"  Nabi menjawab, "Tidakkah kau melihat ada jenazah lewat?" "Tetapi jenazah itu seorang Yahudi, ya Rasul," sanggah si penanya tadi. Nabi berkata, "Memang ia jenazah orang Yahudi. Tetapi dia seorang manusia." ***** Membaca sikap Rasulullah Saw, betapa Agung akhlak Nabi Saw kepada siapa saja. Baik itu musl...

Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 2)

Gambar
 Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 2) Jumat Pahing 25 April 2025 - 26 Syawal 1446 H Oneday dalam peran siffin ketika Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib dengan terpaksa melayani seruan perang Muawiyah bin Abu Sufyan yang memberontak kepada Khalifah ke 4 yang sah  dan juga menantu Baginda Nabi Muhammad Saw. Imam Ali bin Abi Thalib kw dalam perang siffin terkena anak panah pada kakinya yang tertancap sampai kena ke tulang. Ketika perang usai, Imam Ali di bawah ke kemah untuk mengobati luka panah pada kakinya. Seketika juga Imam Ali di dudukkan di kursi. Karena anak panah itu menancap terlalu dalam di kaki Imam Ali, sang imam tidak sanggup menahan rasa sakitnya ketika anak panah itu berusaha di cabut oleh seorang tabib. Seorang anak Imam Ali memberi masukan agar  anak panah itu di cabut ketika ayahnya sedang shalat saja agar mengurangi rasa sakitnya. Akhirnya sahabat memotong anak panah itu sebagian agar tidak menyiksa dan menyusahkan ketika Imam Ali nanti shalat. Ketika Ima...

Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 1) - Sorban Nabi yang Mulia

Gambar
 Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 1) Sorban Nabi yang Mulia 22 Syawal 1446 H Senin Pon 21 April 2025 Oneday seorang sahabat datang terlambat ke majlis pengajian nabi. Karena hari itu banyak jamaah yang hadir, membuat masjid nabi sudah penuh sehingga sahabat nabi itu tidak memperoleh tempat duduk di dalam masjid. Ketika Al Musthafa sedang berbicara di atas mimbar¹ dan melihat sahabat itu datang terlambat dan duduk di atas pasir di luar pintu masjid. Nabi Muhammad Saw membuka sorban yang biasa beliau pakai  dimusim dingin untuk diserahkan kepada sahabat itu agar di jadikan alas duduk . Setelah sorban itu di terima oleh sahabat itu, matanya berlinang air mata dan mencium sorban itu. Begitu agung engkau memperlakukan sahabatmu ini wahai nabi, engkau memuliakanku dengan duduk di atas sorbanmu? Tidak mungkin aku akan melakukannya wahai Rasulullah. Begitulah sepenggal kisah keagungan akhlak Baginda Nabiyullah Muhammad Saw.  Dalam Alquran Allah SWT berfirman dalam surat Al Qa...

Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 1)

Gambar
 Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 1) Jumat Kliwon 18 April 2025 - 19 Syawal 1446 H Oneday ada seorang murid menghadap kepada gurunya dengan wajah yang letih. Sesampainya di depan gurunya, dia langsung ditanya oleh gurunya. Kenapa wajahnya begitu lesu dan pucat pasi? Memang kamu habis mengerjakan apa wahai muridku? "Wahai guruku, semalam aku shalat malam dengan mengkhatamkan Al-Qur'an" Guru itu tersenyum bangga melihat muridnya sanggup melakukan shalat malam dengan mengkhatamkan Al-Qur'an. "Sungguh baik apa yang kau lakukan itu anakku" kata gurunya. "Nanti malam kalau kamu shalat malam, bayangkan aku hadir menyaksikan dan menyimak bacaanmu ketika kamu shalat malam." Ketika sang murid shalat malam dengan menghadirkan sang guru ternyata dia hanya sanggup menyelesaikan setengah Al Qur'an dalam shalat malamnya. Keesokan harinya dia melaporkan keadaan shalatnya yang hanya bisa mengkhatamkan setengah dari Al Qur'an. Gurunya berkata: Sungguh ...