Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 2) Jenazah Yahudi
Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 2)
Jenazah Yahudi
29 Syawal 1446 H
Senin Kliwon 28 April 2025
Oneday Rasulullah Saw tengah berkumpul dengan beberapa orang sahabatnya dalam satu majlis di teras atau mungkin pendopo rumah salah seorang sahabatnya (ada juga yang meriwayatkan di tengah perjalanan).
Sementara Rasulullah Saw menjelaskan pengajian sore itu, sekonyong-konyong serombongan orang Yahudi melintas di depan Nabi Saw sambil mengusung jenazah menuju ke kuburan. Tiba-tiba Rasulullah Saw berdiri sebagai penghormatan kepada jenazah Yahudi itu, dan tentu saja diikuti oleh para sahabatnya.
Seorang bertanya, "Buat apa kita berdiri ya Rasulullah?"
Nabi menjawab, "Tidakkah kau melihat ada jenazah lewat?"
"Tetapi jenazah itu seorang Yahudi, ya Rasul," sanggah si penanya tadi.
Nabi berkata, "Memang ia jenazah orang Yahudi. Tetapi dia seorang manusia."
*****
Membaca sikap Rasulullah Saw, betapa Agung akhlak Nabi Saw kepada siapa saja. Baik itu muslim atau jon muslim.
Baginda Nabi Saw berdiri memberi hormat sebagai pentakziman Nabi Saw kepada jenazah orang Yahudi itu. Ini adalah sunnah penghormatan universal kepada sesama manusia, kepada makhluk ciptaan Allah.
Demikianlah jiwa arif sang Nabi Muhammad Saw. Penghormatan atas orang lain tidak berpatokan dari sudut pandang keagamaan, tetapi dari sisi nilai yang lebih tinggi dan mulia: kemanusiaan. Nabi mengajak manusia untuk saling menghormati dalam koridor dan perspektif yang universal: bukan karena dia Yahudi lantas kita enggan menghormati, bukan karena dia tidak sesuku dengan kita jadi jangan dihormati, bukan karena rasnya berbeda, bangsanya berbeda, atau kulitnya berbeda membuat seseorang jadi hina dan kita tidak menghormatinya. Jadi apapun agamanya, rasnya, sukunya, warna kulitnya, model dan warna rambutnya, semuanya sama kehormatannya dihadapan sesama manusia, kulluhum Bani Adam / semuanya Bani Adam.
Seperti yang diajarkan Alquran, jangan sampai kebecian kita kepada seseorang menyebabkan kita bertindak zalim (tidak adil) kepada orang tersebut. Agama apa pun, budaya apa pun, bangsa apa pun, dan di mana pun di penjuru alam raya ini, prinsip yang kehormatan seorang manusia ini akan diterima. Semua mengakui, semua menyepakati. Begitupun dengan Piagam Madinah yang pernah di buat Baginda Nabi Saw di Madinah. Dibuat sebagai kesepakatan damai antar manusia dalam kelompok bermasyarakat.
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar