Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 2)
Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 2)
Jumat Pahing 25 April 2025 - 26 Syawal 1446 H
Oneday dalam peran siffin ketika Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib dengan terpaksa melayani seruan perang Muawiyah bin Abu Sufyan yang memberontak kepada Khalifah ke 4 yang sah dan juga menantu Baginda Nabi Muhammad Saw. Imam Ali bin Abi Thalib kw dalam perang siffin terkena anak panah pada kakinya yang tertancap sampai kena ke tulang.
Ketika perang usai, Imam Ali di bawah ke kemah untuk mengobati luka panah pada kakinya. Seketika juga Imam Ali di dudukkan di kursi. Karena anak panah itu menancap terlalu dalam di kaki Imam Ali, sang imam tidak sanggup menahan rasa sakitnya ketika anak panah itu berusaha di cabut oleh seorang tabib.
Seorang anak Imam Ali memberi masukan agar anak panah itu di cabut ketika ayahnya sedang shalat saja agar mengurangi rasa sakitnya. Akhirnya sahabat memotong anak panah itu sebagian agar tidak menyiksa dan menyusahkan ketika Imam Ali nanti shalat.
Ketika Imam Ali melaksanakan shalat dengan khusyu' barulah anak panah itu di cabut dari kakinya tanpa merasakan sakit sedikit pun. Bahkan Imam Ali sampai bertanya ketika selesai salam, apakah anak panahnya sudah dicabut karena Imam Ali tidak merasakan sakit ketika sedang shalat.
*****
Salahsatu kisah yang bisa membuat kita berpikir dan mencari makna khusyu' itu adalah kisah Imam Ali ini ketika anak panah dicabut ketika sedang melaksanakan shalat.
Bagaimana khusyu'nya shalat itu membuat Imam Ali sampai tidak merasakan sakit.
Ada yang mendefinikan bahwa shalat khusyu' itu adalah ketika kamu mendirikan shalat, ragamu shalat di bumi dan jiwamu mi'raj ke langit dan shalat di sana.
Shalat dengan khusyu' adalah dambaan setiap muslim. Ini di karenakan tuntunan agama juga menganjurkan agar shalat itu di laksanakan dengan khusyu'.
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ١
Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin.
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ٢
Orang-orang yang khusyuk dalam salatnya
Kalau mau beruntung dalam shalat, kalau mau mendapatkan hasil baik dalam shalat, kalau mau memperoleh keadaan yang menyenangkan yang tidak terduga maka laksanakanlah shalat itu dengan khusyu' (khasyiun). Begitulah ayat Alquran menarasikannya.
Ada ulama yang menjelaskan ayat pertama surah Al-mu'min di atas dengan mengatakan bahwa kosakata dalam ayat pertama diatas menggunakan kata "mu'min" bukan "muslim". Ini mengisyaratkan bahwa shalat khusyu' itu bisa di peroleh kalau orang sudah menjadi mu'min, mencapai kedudukan orang mu'min. Dan syukurnya kata ulama itu lagi, kedua ayat ini tidak mewajibkan orang itu shalat dengan khusyu'. Kalau itu sesuatu yang di wajibkan, maka sungguh berdosalah orang-orang yang tidak khusyu' dalam shalatnya.
Karena pentingnya keutamaan shalat khusyu' ini sampai ada yang membuka semacam pelatihan shalat khusyu', dengan tidak gratis tentunya. Pelatihan shalat khusyu' ini diadakan beberapa kali di berbagai kota di Indonesia karena banyaknya peminat yang tertarik dengan pelatihan shalat khusyu'. Ayo, siapa yang pernah mengikuti pelatihan shalat khusyu'? Sudah pernah shalat khusyu' belum? Atau sudah khusyu' setiap kali shalat?
Apa makna khusyu' yang sebenarnya? Apakah shalat khusyu' itu sebagaimana yang di praktekkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib Kw dalam kisah di atas? Karena khusyu'nya, sampai tidak merasa sakit ketika anak panah di cabut dari kakinya.
Mungkin khusyu' yang yang di kisah di atas terlalu tinggi buat kita yang hatinya masih sibuk dengan berbagai macam problema kehidupan. Tapi memang Imam Ali tidak sibuk dengan problema kehidupan waktu itu kalau kita beralasan seperti itu? Waktu Imam Ali terkena anak panah itu, Imam Ali lagi perang dengan Muawiyah bin Abu Sufyan dan pengikutnya yang memberontak dengan khalifah yang resmi dengan alasan membela hak Usman bin Affan yang mati terbunuh di mihrabnya. Apakah itu bukan masalah serius? Tapi kenapa Imam Ali masih bisa shalat sekhusyu' itu dengan masalah sebesar itu?
Jadi bagaimana bisa memperoleh shalat khusyu' walaupun kita disibukkan dengan berbagai urusan kehidupan di dunia ini?
Ada juga yang berpendapat bahwa shalat khusyu' itu adalah ketika seseorang fana dalam shalatnya atau lahir batinnya melebur kedalam shalat sehingga dia tidak menyadari keadaan di sekitarnya. Tidak mendengarkan suara, melihat objek, merasakan keadaan disekitarnya. Tidak mempunya kendali akan dirinya. Barulah ketika salam terakhir dia tersadarkan akan dirinya. Ini mungkin definisi yang agak ekstrim tapi pendapat itu ada dikalangan muslim. Dan mungkin makna khusyu' ini yang dirasakan oleh Imam Ali dalam kisah diatas.
Semoga nanti kita bisa merangkum dan memetik makna shalat khusyu', dan masing masing kita bisa mendefinisikan makna shalat khusyu' dari beberapa ulama sufi dan ahli ibadah yang pernah merasakan shalat yang khusyu'.
(Bersambung)
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar