Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 1)
Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 1)
Jumat Kliwon 18 April 2025 - 19 Syawal 1446 H
Oneday ada seorang murid menghadap kepada gurunya dengan wajah yang letih. Sesampainya di depan gurunya, dia langsung ditanya oleh gurunya. Kenapa wajahnya begitu lesu dan pucat pasi? Memang kamu habis mengerjakan apa wahai muridku?
"Wahai guruku, semalam aku shalat malam dengan mengkhatamkan Al-Qur'an"
Guru itu tersenyum bangga melihat muridnya sanggup melakukan shalat malam dengan mengkhatamkan Al-Qur'an. "Sungguh baik apa yang kau lakukan itu anakku" kata gurunya. "Nanti malam kalau kamu shalat malam, bayangkan aku hadir menyaksikan dan menyimak bacaanmu ketika kamu shalat malam."
Ketika sang murid shalat malam dengan menghadirkan sang guru ternyata dia hanya sanggup menyelesaikan setengah Al Qur'an dalam shalat malamnya. Keesokan harinya dia melaporkan keadaan shalatnya yang hanya bisa mengkhatamkan setengah dari Al Qur'an.
Gurunya berkata: Sungguh shalatmu itu sudah baik. "Nanti malam kalau kamu shalat lagi tolong bayangkan para sahabat nabi yang sudah mendengar langsung dari Baginda Nabi Saw hadir menyaksikan dan mendengar bacaan Al Quranmu dalam shalat."
Keesokan paginya pemuda itu menghadap kepada gurunya untuk melaporkan keadaan shalat malamnya. Wahai guruku, semalam aku hanya bisa menyelesaikan sepertiga Al Qur'an dalam shalatku."
"Alhamdulillah shalatmu semakin baik, kata sang guru sambil mengelus bahu sang murid. Tak lupa sang guru berpesan kepada muridnya. "Nanti malam ketika kamu melakukan shalat, Rasulullah Saw yang kepadanya Al Qur'an itu di turunkan yang akan hadir dan menyaksikan dan mendengarkan bacaanmu dalam shalat."
Setelah shalat berjamaah subuh, sang guru memanggil muridnya dan bertanya bagaimana shalatmu semalam? "Sang murid langsung menjawab bahwa semalam dia shalat hanya bisa membaca 1 juz Al Qur'an itupun dengan susah payah menyelesaikan shalatnya."
"Subhanallah, kata sang guru dengan bangga sambil memeluk muridnya. Shalatmu semakin baik anakku. Nanti malam kalau kamu shalat, hadirkan Allah SWT dihadapanmu. Sebenarnya selama ini Allah lah yang mendengar bacaanmu.
(وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ) "Dan Allah bersama kamu di mana saja kamu berada". (Surat Al-Hadid :4)
Allah SWT selalu hadir di dekatmu baik di dalam shalatmu dan kehidupanmu. Allah SWT memperhatikan tingkah lakumu setiap harinya. Kalaupun kamu tidak melihat-Nya, tapi yakinlah dan hakkul yakin bahwa Dia maha melihat dirimu. Jadi ingatlah baik-baik anakku, hadirkan Allah dalam shalatmu, Dia mendengarkan dan menjawab apa saja yang kamu baca ayat-ayat Al Qur'an-Nya.
Keesokan harinya, setelah shalat subuh, sang guru menoleh ke belakang dan tidak mendapati santrinya mengikuti shalat berjamaah. Ketika guru itu bertanya kemana si Fulan, kenapa subuh ini tidak ikut shalat berjamaah? Salah seorang jamaah tetangga si Fulan menjawab kalau dia lagi sakit.
Setelah shalat selesai, sang guru datang menjenguk si Fulan dan bertanya, kenapa kamu tiba-tiba sakit?
Si Fulan tiba-tiba menangis depan gurunya. Tidak tahan membendung rasa yang "meledak" dalam dirinya sambil berkata: "Demi Allah wahai guruku, waktu semalam aku shalat tahajjud, aku tidak mampu menyelesaikan bacaan Al-fatihah di rakaat
pertama. Ketika sampai pada ayat:
إِيَّاكَ نَعْبُدُوَإِيَّاكَ نَسْتَعِين
(Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan). lidahku menjadi kelu, aku cuma bisa diam tidak mampu lagi melanjutkan ke ayat berikutnya. Aku sadari bahwa aku sedang berdusta di depan Allah SWT yang melihatku, mengawasiku dan memperhatikan tingkah lakuku. Dimulut aku ucapkan 'Hanya kepada Engkaulah kami menyembah', tapi aku sadari bahwa di hatiku aku masih sibuk dengan perhatian kepada yang lain selain Allah. Ketika aku mengucapkan lafadz "wa iyyaka nasta'in" (وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) "dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan, aku sadar aku sedang berdusta kepada-Nya, karena aku sadari bahwa aku masih banyak bergantung kepada selain Allah.
*****
Entah apa ini yang di namakan khusyu' dalam shalat atau bukan? Kalau di bilang salah satu fase sebelum shalat khusyu' yang sebenarnya, mungkin juga ada benarnya.
Kisah di atas di ambil dari kitab Syaikhul Akbar Ibnu Araby. Sang sufi Andalusia mengakhiri kisah ini dengan permohonan sang guru itu untuk menjadi muridnya si Fulan. Ini karena sang guru belum pernah merasakan apa yang dirasakan sang murid (Fulan) dalam shalat.
Dalam surah Al Mu'minun ayat 1-2 Allah SWT berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyu' dalam sholatnya.” (QS Al Muminun:1-2).
Ada banyak pendapat tentang shalat khusyu' itu apa? tapi hampir semua pendapat itu mendefenisikan khusyu' itu dengan ketenangan diri/hati, pengharapan kepada Allah, menghadirkan diri/hati, kepasrahan diri, takut kepada Allah, merendahkan diri/hati,
berserah diri, merasa diawasi oleh Allah, ketundukan segenap raga, jiwa, hati, diri, pikiran didalam mendirikan shalat.
Ulama kontemporer Syekh Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili dalam at-Tafsir al-Munir :
Khusyuk adalah kepasrahan, kerendahan, rasa takut kepada Allah. Tempatnya di hati. Karenanya, orang yang hatinya khusyuk, tentu semua anggota badannya turut khusyuk. Sebab hatilah yang menguasai seluruh anggota badan.
Defenisi yang lebih ekstrim juga ada yang menjelaskan kalau khusyu' itu adalah ke-fana-an dalam shalat. Ketiadaan diri dalam shalat. Ketiadaan kendali diri dalam shalat karena semua kendali diri dari Allah kepada jiwa raga yang mendirikan shalat.
Masalah definisi khusyu' akan berbeda yang dirasakan setiap orang. Ini dikarenakan khusyu' itu masalah rasa yang sulit untuk di definisikan.
Definisi yang lain juga masih banyak. Definisi yang masuk akal sampai definisi yang tidak masuk akal. Definisi yang lainnya akan di bahas di tulisan berikutnya.
Entah ini di ceritakan di bab berapa dari Kitab Syaikhul Akbar Ibnu Araby dalam Futuhatul Makiyyah. Saya cuma ingin mengutip kisah ini untuk membahas shalat khusyu' dalam bagian pertama artikel ini. Sampai ketemu di artikel berikutnya.
(Bersambung)
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
*gambar dari situs yayasan pendidikan cendekia
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar