Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 25)
Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 25)
Pawang Ular dan Pencuri
25 Ramadhan 1446 H
Selasa Legi 25 Maret 2025
Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi.
Oneday seorang maling merasa sangat beruntung karena dia baru saja berhasil mencuri seekor ular yang sangat besar dari pawang ular. Si pencuri dungu sama sekali tak tahu bahwa ular itu adalah tangkapan pertama si pawang, apalagi menyadari bahwa bisa ular itu mematikan! Sementara itu, si pawang sendiri tidak menyadari keberuntungannya karena kehilangan ular itu, yang bahayanya sendiri tidak dia ketahui. Namun karena gusar atas kehilangannya, dia memikirkan cara untuk menemukan pencuri itu dan mengambil kembali tangkapan berharganya yang dia harap akan mendatangkan untung besar.
Tak lama kemudian si pawang ular berangkat menuju kota, benaknya sibuk memikirkan berbagai rencana untuk menangkap si pencuri. Tiba-tiba dilihatnya mayat pencuri itu di pinggir jalan dan langsung mengenalinya. "Pasti ularkulah yang merenggut nyawanya!" si pawang tersentak saat melihat di samping mayat itu terdapat jejak ular yang bergerak menjauh.
"Aku telah berdoa mati-matian agar dapat menemukan orang malang ini dan mendapatkan tangkapanku kembali, percaya bahwa aku telah dizalimi. Syukurlah doa-doaku tidak dikabulkan. Tadinya kukira aku telah kehilangan seekor ular yang dapat dijual, tapi sebenarnya aku mendapatkan hidupku kembali!"
Di luar kemampuan kita untuk melihat, kita tidak menyadari bahwa banyak harapan dan doa kita hanya akan mendatangkan kehilangan atau kematian, yang semata-mata karena kemurahan hati Tuhan Yang Maha Kuasa-lah doa kita tadi diabaikanNya.
*****
Berapa banyak doa yang kita panjatkan kepada-Nya?
Sudah tak terhitung banyaknya. Dan semua doa yang kita panjatkan, kalau menuruti kemauan kita, harusnya di kabulkan Tuhan, karena semua ikhtiar untuk mencapai apa yang kita inginkan sudah dijalani.
Berdoa adalah satu keharusan, karena dengan berdoa seseorang menggantungkan harapan kepada Allah SWT, Sang Pemilik alam semesta dan seisinya. Dengan berdoa kita mengharapkan Allah Ridha dengan permintaan kita dan mengizinkan apa yang kita minta terjadi. Tapi jangan menjadikan doa itu seperti mantra-mantra magis yang bisa mengendalikan alam semesta dan semua isinya tunduk dengan kemauan kita.
Ketika kamu beriman kepada Allah maka percayakanlah hidupmu kepada-Nya, dalam pengaturan-Nya. Kamu boleh berusaha dengan berbagai macam ikhtiar tapi ketika doamu tidak dikabulkan, itu adalah hal yang terbaik bagimu. Tuhan sudah mengatur sesuatu yang terbaik bagimu bukan terbaik menurutmu.
Ada 1 kisah nyata yang mirip dengan kisah Rumi Al Balkh di atas, judulnya:
Kenapa bukan aku?
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru! Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Tiap hari aku berlari ke kotak pos.
Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabul. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.
Selama beberapa minggu berikut, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? …Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.
Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.
Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? … Kenapa bukan aku? … Bagian diriku yang mana yang kurang? … Mengapa aku diperlakukan kejam? …
Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”
Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.
Aku teringat kata-kata ayahku, “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.
Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA.
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK; maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK.
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak-NYA.
Tuhan tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa namun DIA tepat waktu…
Selamat berkarya, dan jangan lupa berdoa senantiasa.
_____
Saya, anda dan siapapun membaca kisah Maulana Rumi diatas bisa berbeda interpretasi dalam menangkap makna yang tersirat dalam kisah ini. Semoga kita bisa menemukan hikmah terpendam dari kisah ini untuk jadi pelajaran hidup mengenal diri dan mengenal Sang Maha Ilmu, Allah SWT. Kalau ada perbedaan dalam melihat makna di balik kisah maka ingatlah selalu kisah gajah dalam gelap, kita hanya bisa meraba dan menerka binatang apa gajah itu, bukan melihatnya langsung.
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar