Nasruddin Hoja dan Donald Trump Humor Sufistik Bertabur Hikmah (Bagian 1)
Nasruddin Hoja dan Donald Trump
Humor Sufistik Bertabur Hikmah (Bagian 1)
Pesan tersirat dalam kisah-kisah humor sufistik untuk mencerahkan pemikiran dan hati.
By Junsyam Ininnawa
Senin 17 Syawal 1447 H, 06 April 2026
Oneday Nasiruddin Mahmud Al Hoyi atau lebih dikenal dengan nama Nasruddin Hoja, berkesempatan untuk mengunjungi Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Nasruddin Hoja datang untuk jalan-jalan di ibukota negara Washington D.C. Ketika sedang berjalan-jalan dengan keledainya disekitar Gedung Putih, tiba-tiba paspampres mendatanginya, memeriksa tubuh dan menggeledah barang bawaannya karena dicurigai ingin berbuat jahat. Kenapa ada orang bertingkah laku aneh berjalan di taman sekitar White House. Nasruddin Hoja mencurigakan karena ada orang yang bertopi dan melilitkan sorban dikepalanya sambil naik keledai tapi menghadap kebelakang.
Setelah pemeriksaan, tidak ditemukan hal yang mencurigakan dan berbahaya. Nasruddin Hoja dibawa ke Gedung Putih untuk menemui Presiden Donald Trump yang dari tadi memperhatikan tingkah lakunya yang aneh dari kejauhan.
Sesampainya di Istana Presiden Amerika. Donald Trump langsung bertanya nama dan asalnya?
Presiden Trump berkata: "Dengan pakaian seperti ini, pasti kamu bukan warga Amerika? Kecuali kamu adalah imigran gelap yang masuk Amerika dengan ilegal?".
Nasruddin Hoja menjawab: " Nama saya adalah Nasruddin Hoja, dan berasal dari Negara Turkiye. Negara saya dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin. Turkiye adalah negara anggota NATO seperti negara anda Pak Presiden. Turkiye ibukotanya Beijing dan disana ada Masjid Hagia Sophia yang dulunya Katedral Kristen Orto...
Stop...! Stop...! Stop...! Donald Trump menghentikan ocehan Nasruddin Hoja. Saya cuma bertanya nama dan asal kamu? Kenapa jawaban kamu panjang dan salah lagi. Nama Presiden kamu salah, itu Presiden Rusia yang kamu sebutkan, dan ibukota negara kamu juga salah, itu ibukota Republik Rakyat China.
Saya selalu berkata benar Pak Presiden. Kecuali diantara kita semua, ada orang yang omonganya tidak sesuai dengan perbuatannya. Mungkin orang itu banyak membual kalau berbicara. Berbicara berlebihan, menyombongkan diri, angkuh, omong kosong, memamerkan pencapaian, dan suka berbicara berlebihan untuk membanggakan dirinya. Karena alasan itu mulut saya salah dalam berucap. Bukan karena mulut saya yang salah tapi mulut salah seorang diantara kita. Kesalahan saya dalam berbicara sebagai pelajaran buat orang itu untuk lebih baik dalam berbicara dan bertindak. Semoga dia mendapat pelajaran dan sadar tentang kesalahannya. Nasruddin menjawab dengan serius tapi dengan wajah yang polos.
Mendengar ocehan Nasruddin Hoja membuat Donald Trump mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Nasruddin Hoja.
Donald Trump bertanya lagi: Kata pengawal saya, kamu berjalan-jalan dengan keledai dan menaikinya sambil menghadap kebelakang? Bagaimana bisa kamu menunggangi keledai seperti itu?
Itu juga mengandung pesan hikmah yang bisa jadi pelajaran Pak Presiden, jawab Nasruddin Hoja. Itu adalah simbol sikap dan pola pikir manusia. Di zaman ini, banyak orang yang pikirannya terbalik. Dunia sudah aman dan damai, malah ada pemimpin yang membuatnya menjadi tidak stabil. Kehidupan yang dulunya baik-baik saja, hanya karena kesombongan seorang penguasa, hanya karena satu orang pemimpin negara, semua menjadi kacau dibuatnya. Dunia yang dulunya agak aman menjadi hancur karena ulah satu orang penguasa.
Kita harusnya hidup damai dengan semua negara. Kita harus menghormati kedaulatan setiap negara. Kita harus menghormati sesama bangsa. Piagam PBB tentang perdamaian dunia harus kita junjung tinggi agar kehidupan dunia kondusif. Hanya dengan itulah, kehidupan di dunia bisa tertata dengan baik. Seluruh bangsa didunia harus saling menghargai agar tercipta kerukunan. Setiap nyawa manusia harus dijaga, setiap bangsa harus dihormati agar tercipta keharmonisan.
Saya heran malah ada orang yang berpikir paradoks dari pemikiran orang lain. Pikiran orang itu terbalik dari pemikiran manusia pada umumnya. Kita mau hidup damai, semua orang mau hidup tentram, malah ada orang karena mengikuti keinginan nafsunya, kebanggaan dirinya, kesombongannya dan pengaruh buruk orang-orang di sekitarnya yang haus darah, membuat kehidupan di dunia ini jadi kacau balau. Kehidupan politik, ekonomi dan sosial jadi kacau gara-gara satu orang ini dan segelintir pengikutnya. Politik tidak stabil. Ekonomi jadi susah. Sosial bisa bentrok. Bahkan Pak Presiden, anehnya warga negaranya sendiri turun kejalan untuk memprotes kebijakannya tapi orang ini tetap cuek dan angkuh dengan kebijakan dan sikapnya.
Benar-benar paradoks dan kontradiksi pemikiran orang ini Pak Presiden, Nasruddin Hoja menutup pembicaraannya.
Donald Trump hanya tersenyum sambil memicingkan matanya mendengar ocehan dari Nasruddin Hoja didepannya.
Donald Trump kembali bertanya:
Saya adalah Presiden Amerika. Negara kami adalah negara super power di dunia. Kami adalah polisi dunia yang menjaga perdamaian dunia. Bagaimana pendapatmu tentang presiden Amerika? Saya ingin meminta julukan atau gelar yang baik dari kamu wahai Nasruddin?
Nasruddin Hoja tiba-tiba tunduk terdiam agak lama sambil berpikir. Seisi ruangan hening sambil ikut berpikir dan menunggu, julukan apa yang akan keluar dari mulut Nasruddin Hoja untuk Presiden mereka.
Nasruddin Hoja mengangkat kepalanya dan berkata: "Dalam agama kami ada julukan yang sangat pas buat anda Pak Presiden. "Na'udzubillahi Minka" atau bisa juga "Na'udzubillahi Min Dzalik".
Presiden Donald Trump tersenyum bangga mendengar gelar yang diberikan Nasruddin Hoja padanya. Dia bangga karena mendengar gelar untuknya berdampingan dengan nama Tuhan.
Donald Trump kembali bertanya: Kira-kira siapa pemimpin negara yang pantas di sandingkan dengan saya di surga nanti wahai Nasruddin? Apakah aku akan ditempatkan bersama orang-orang yang mulia?
Nasruddin Hoja kaget dengan pertanyaan dari Donald Trump. Dalam hatinya Nasruddin berkata: "Bagaimana bisa orang seperti dia bisa memimpikan surga?" Karena Nasruddin Hoja sudah mengerti orang seperti apa yang dia hadapi. Akhirnya dia berpikir agak lama dan menemukan jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan Sang Presiden Angkuh di depannya.
"Pemimpin seperti Anda akan menjadi legenda," jawab Nasrudin, "Bapak Presiden akan ditempatkan ditempat khusus yang indah bersama para pemimpin, raja-raja dan tokoh-tokoh yang telah menghiasi sejarah dunia, peradaban manusia-manusia hebat zaman dulu dan zaman ini."
Mendengar jawaban dari Nasruddin Hoja. Wajah Donald Trump senyum sumringah dan tersirat lekukan wajah bangga.
Dia benar-benar puas dan gembira dengan jawaban itu. Berarti apa yang selama ini dilakukannya adalah sesuatu yang benar.
Betulkah itu jawabanmu Nasrudin?
"Tentu benar Pak Presiden," kata Nasrudin dengan mantap. "Saya yakin Anda akan ditempatkan bersama para pemimpin hebat zaman dulu seperti: Raja Fir'aun dari Mesir, Raja Namrudz dari Babilon, Kaisar Nero dari Romawi, Jenghis Khan dan juga Timur Lenk dari Mongol."
Entah mengapa, mendengar nama-nama yang disebut Nasruddin Hoja, wajah Donald Trump makin sumringah dan tertawa gembira disetarakan dengan pemimpin-pemimpin itu.
Nasruddin Hoja melanjutkan. Pak Presiden juga akan ditemani oleh para pemimpin hebat di zaman kita ini. Mereka adalah pemimpin hebat seperti Anda. Mereka adalah Pemimpin Jerman Adolf Hitler. Diktator Nazi, pemimpin Holocaust dan genosida terhadap sekitar enam juta orang.
Joseph Stalin dari Uni Soviet.
Vladimir Lenin dari Rusia.
Pol Pot dari Kamboja. Sang Pemimpin Khmer Merah.
Idi Amin Dada dari Uganda. Dan Mao Zedong dari Republik Rakyat China.
Yang terakhir Pak presiden. Anda akan digabungkan dengan Pemimpin hebat lainnya seperti Ariel Sharon dan sahabat Anda Benjamin Netanyahu.
Mendengar nama pemimpin yang disebutkan Nasruddin Hoja, Donald Trump tertawa terbahak-bahak didepan Nasruddin.
Nasruddin Hoja yang melihat Donald Trump tertawa terbahak-bahak didepannya hanya bisa senyum sinis dan merasa aneh, kenapa orang yang di depannya malah bangga disandingkan dengan para pemimpin brutal dan diktator seperti yang dia sebutkan tadi. Dalam hati Nasruddin Hoja berdoa, semoga Anda dan para pemimpin yang saya sebutkan tadi, hidup kekal di neraka sebagai balasan akan penderitaan rakyat selama kalian memimpin. Balasan dari nyawa dan darah yang telah kalian cabut dan tumpahkan akibat kekejaman kalian semua.
Setelah Donald Trump selesai tertawa. Dia memerintahkan Paspampresnya melepas Nasruddin Hoja pergi dan memberinya uang ribuan dollar untuk dipakai selama di Amerika.
Sebelum pergi meninggalkan Donald Trump. Nasruddin Hoja memberi pesan terakhir bahwa nanti ditempat Pak Presiden dan pemimpin yang dia sebutkan tadi, akan dilayani oleh wanita-wanita cantik dan malaikat yang bengis dan tidak bisa tersenyum.
Mendengar ucapan terakhir Nasruddin Hoja. Donald Trump mengacungkan jempol tangan ke arah Nasruddin Hoja dan menyuruhnya segera pergi.
Nasruddin Hoja pergi meninggalkan Istana Presiden dengan bahagia karena sudah menyindir Presiden Amerika tapi dibalas dengan kebanggaan dari Sang Presiden dan uang ribuan dollar. Ketika Nasruddin Hoja berjalan sampai di pinggiran kota, dia membagi-bagikan semua uang dollar pemberian Donald Trump kepada setiap tunawisma yang ditemuinya dijalan yang banyak hidup disana, di negeri adidaya Amerika Serikat.
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu WA Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga di baca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Apa yang tertulis diatas adalah nasehat buat diri pribadi saya bukan untuk mengajari orang lain. Kalaulah ini bisa bermanfaat untuk orang lain, semoga Allah SWT menjadikan itu kebaikan buat kita semua🙏🏼
Untuk melengkapi bacaan anda, silahkan kunjungi blog kami untuk membaca artikel sebelumnya:
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
*gambar diambil dari internet. Kalau ada orang yang merasa punya hak atas gambar ini. Mohon maaf karena saya menggunakan gambar anda tanpa seizin anda. Sekali lagi maaf.
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar