Maha Suci Allah Yang Memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 9)
Maha Suci Allah Yang Memperjalankan Hamba-Nya
Isra' Mi'raj (Bagian 9)
Senin Kliwon 2 Februari 2026 - 14 Sya'ban 1447 H
Junsyam Ininnawa
Surat Al Isra (17) ayat 1:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ ١
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
*****
Oneday pada malam 27 Rajab tahun 620 Masehi, Rasulullah Saw di datangi oleh Malaikat Jibril untuk menyampaikan undangan dari Allah SWT untuk bertemu dengan-Nya, sekaligus Malaikat Jibril datang untuk menjemput Baginda Nabi Muhammad SAW.
*****
Oneday ketika Nabi Muhammad saw sampai di 'Arsy Allah swt, beliau menempatkan tangan kanannya di atas tangan kiri dan berdiri dengan rendah hati. Lalu bersiap mengajukan permohonan. Sebelum Baginda Nabi Saw mengajukan permohonan kepada Allah SWT. Sang Maha Mengetahui segala isi hati lebih dulu berkata:
"Ya Muhammad, mintalah kepada-Ku apa pun yang engkau mau. Apa yang engkau harapkan dari-Ku, mintalah?"
Nabi Saw menjawab dengan santun dan rendah hati, "Allah Yang Maha Melindungiku, yang aku minta dari-Mu adalah kedekatan-Mu kepada umatku."
Allah menjawab:
"Demi keagungan-Ku, Aku juga ingin mempunyai kedekatan dengan umatmu. Aku tidak akan menempatkan kaum kufur yang ingkar kedalam surga-Ku. Aku telah menyiapkan Cinta Kasih-Ku, Rahmat-Ku, semua akan Aku berikan untuk kaum beriman. Mereka yang mau mendapat Ridha-Ku harus senantiasa membasahi lidah-lidah mereka dengan zikir mengingat-Ku. Hendaknya mereka taat terhadap-Ku. Mencurahkan dan mengabdikan seluruh hidupnya kepada Jalan-Ku. Hendaknya hati-hati mereka tidak melabuhkan cintanya kepada segala sesuatu selain Aku. Hendaknya lidah-lidah menegaskan Keesaan-Ku. Hendaknya mereka mendirikan shalat."
Nabi Saw mendengarkan dan menjawabnya dengan penuh sikap hormat.
"Engkau Maha Penyantun; Engkau Maha Penyayang."
Allah SWT berkata:
"Duhai Kekasih-Ku, Aku adalah Raja; Aku tidak memperoleh keuntungan apa-apa dari ketaatan siapa pun, tidak pula rugi dengan adanya pembangkangan dari siapa pun. Berita baik dan selamat bagi mereka yang mengucapkan syahadat. Cinta Kasih-Ku adalah kepunyaan mereka. Aku memberikan ridha-Ku. Hamba-hamba-Ku menikmati rahmat dan ridha sampai kapan pun."
Nabi Saw menjawab dengan sikap santun penuh hormat.
"Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, jiwaku memperoleh berkah, ruh dan hatiku berada dalam kedamaian; dadaku tenang dan aku ridha terhadap semua Keputusan-Mu."
Allah berfirman:
"Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya padamu, lalu (hati) kamu menjadi puas." (QS Adh-Dhuhâ [93]:5)
Allah Yang Mahaindah berkata, "Kekasih-Ku, engkau paling Kucintai dari seluruh nabi. Sebab, umatmu juga lebih Kucintai dari pada seluruh umat yang lain, Aku telah memadukan perbuatan seluruh penghuni surga dan menamakannya shalat. Aku telah menjadikan shalat sebagai suatu kewajiban agama bagi umatmu. Setiap manusia di kalangan umatmu, wajib melaksanakan shalat. Barangsiapa yang shalat Aku ridha kepadanya."
Pada malam itu juga lanjut Nabi SAW aku diperlihatkan neraka. Nabi SAW melanjutkan penjelasannya:
"Neraka ditampakkan di hadapanku. Aku melihat bahwa sebagian besar penghuninya adalah wanita, orang kaya, dan orang yang enggan beribadah." Aku bertanya dan Jibril menjelaskannya, "Kaum wanita berada di sana sebab mereka tidak patuh kepada suami-suami mereka dan banyak juga yang tidak bersyukur. Orang kaya yang berada di sana tidak bersyukur atas harta kekayaan mereka. Kikir dalam mengeluarkan hartanya untuk berzakat, bersedekah. Sedangkan orang yang tidak beribadah. Mereka pantas berada dalam Neraka, sebab bukannya mengabdi kepada Tuhan, mereka membangkang-Nya dan banyak berbuat dosa.
*****
Demikian dialog antara Khalik dengan Nabi yang dicintai-Nya Muhammad Saw di atas sfera langit ketujuh - Sidratul Muntaha.
Bersambung pada artikel berikutnya🙏🏼
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Untuk melengkapi bacaan anda silahkan kunjungi blog kami untuk membaca artikel sebelumnya:
Artikel 1
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/12/maha-suci-allah-yang-memperjalankan.html
Artikel 2
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan.html
Artikel 3
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_8.html
Artikel 4
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_11.html
Artikel 5
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_15.html
Artikel 6
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_19.html
Artikel ke 7
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_22.html
Artikel 8
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_22.html
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi #kisahnabi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari internet. Kalau ada orang yang merasa punya hak atas gambar ini. Mohon maaf karena saya menggunakan gambar anda tanpa seizin anda. Sekali lagi maaf.
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar