Maha Suci Allah Yang Memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 8)
Maha Suci Allah Yang Memperjalankan Hamba-Nya
Isra' Mi'raj (Bagian 8)
Senin Pon 26 Januari 2026 - 07 Sya'ban 1447 H
Junsyam Ininnawa
Surat Al Isra (17) ayat 1:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ ١
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
*****
Oneday pada malam 27 Rajab tahun 620 Masehi, Rasulullah Saw di datangi oleh Malaikat Jibril untuk menyampaikan undangan dari Allah SWT untuk bertemu dengan-Nya, sekaligus Malaikat Jibril datang untuk menjemput Baginda Nabi Muhammad SAW.
*****
Oneday ketika Nabi Muhammad Saw Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Nabi Muhammad Saw berdialog dengan Allah SWT. Baginda Nabi Saw hanya berjarak dua hasta dengan Sang Khalik malam itu.
Allah SWT bercicara langsung dengan Nabi Muhammad Saw dengan firman-Nya: "Ke mana pun engkau menghadap pasti engkau menemukan wajah-Ku. Seluruh pengetahuan paripurna telah Kuberikan untukmu. Tidak ada lagi hijab antara dirimu dan diri-Ku sebab hijab telah disingkapkan diantara Kita."
Nabi Muhammad Saw kala itu sudah sampai di derajat tertinggi. Beliau tidak ingin meninggalkannya. Sebab, seluruh eksistensi ego dalam diri makhluk, rintangan dan pengaruh hawa nafs dan syahwat nafs telah musnah. Beliau ingin selalu berada di dekat Allah. Nabi Muhammad Saw demikian terpesona, terbungkus oleh kekaguman yang teramat hebat. Nabi Muhammad Saw tidak menginginkan apa pun lagi. Keinginan tertinggi seorang insan yaitu bertemu Tuhannya sudah tercapai. Hanya Allah SWT yang Nabi inginkan.
Allah SWT berfirman langsung kepada Nabi Muhammad Saw dengan berkata:
"Rasul-Ku, engkau utusan dan juru ingat-Ku. Aku mengirimmu ke dunia sebagai seorang Nabi. Engkau di sana untuk menyeru kepada seluruh umat manusia agar menyembah-Ku. Aku memberikan berita baik tentangmu kepada Adam, Musa, Isa dan kepada seluruh Nabi-nabi sebelumnya. Seluruh manusia sedang menunggu kedatanganmu, menunggu seruanmu untuk memperkenalkan Diri-Ku. Berkah-Ku yang telah engkau lihat pada malam Mikrajmu, dan berita baik-Ku tentang ampunan-Ku. Derajat ini sesungguhnyalah suatu maqam yang sangat tinggi. Aku tidak pernah merasa cukup memberi maqam ini kepada Nabi-nabi-Ku yang lain selain kepadamu, tidak pula malaikat yang mana pun, bahkan malaikat yang dekat dengan 'Arsy-Ku. Hanya engkau yang Aku pandang pantas memperolehnya. Apabila engkau tinggal di sini, di maqam ini, engkau tidak akan mampu mengabarkan pesan-Ku dan memanggil manusia kepada-Ku. Maqam ini adalah maqam Kedekatanmu kepada-Ku. Untuk dapat memanggil manusia kepada-Ku. Jalankan misimu wahai Kekasih-Ku. Pulanglah ke dunia. Di mana pun engkau berdiri dalam menyembah dan berdoa kepada-Ku, Aku akan menyebabkanmu selalu berada di maqam ini, di sini; Aku akan memberimu berkah iman. Engkau akan melihat Aku secara menyeluruh. Aku akan mengangkat semua tabir untukmu."
Pada malam hari tersebut, seluruh isi surga dibentangkan untuk Nabi Muhammad saw. Bidadari dipampangkan. Segalanya diperlihatkan kepada Nabi Saw. Neraka dan siksanya, dunia ini dan kehidupan ukhrawi; segala sesuatu yang ada di setiap kawasan, segala sesuatu yang disebutkan dalam Alquran. Akhir Surat Al-Baqarah, diwahyukan kepada Nabi Saw tanpa perantara.
Kemudian Allah SWT melanjutkan firman-Nya langsung dihadapan Nabi Muhammad Saw:
"Ya Ahmad, Rasul-Ku, Aku tidak akan menempatkan Nabi-nabi-Ku yang lain dalam surga sebelum engkau memasukinya. Sebelum waktunya terlarang bagi seluruh nabi dan rasul, sebagaimana ia bagi seluruh umat sebelum umatmu masuk ke dalamnya. Engkau dan umatmu masuk surga pertama-tama, selanjutnya para rasul lain dan umat mereka masuk ke dalamnya."
*****
Para ulama banyak membahas tentang maqam yang sangat tinggi ini. Dimana dengan maqam setinggi ini Baginda Nabi Muhammad Saw karena cintanya kepada umat manusia khususnya Umat Islam masih mau kembali ke bumi untuk melanjutkan dakwahnya. Dengan anugrah nikmat setinggi itu Nabiyullah Muhammad Saw masih mau menjalankan amanah seruan kepada umat manusia untuk menyembah, untuk mengenal Tuhan Pencipta Alam Semesta.
Para ulama ada yang membandingkan tentang nikmat yang diperoleh Nabi Idris As yang diberi nikmat melihat neraka dan surga. Ketika selesai melihat keadaan dalam neraka dan surga, Nabi Idris As enggan kembali ke bumi untuk melanjutkan dakwahnya. Sedangkan Nabi Muhammad Saw yang memperoleh nikmat dan maqam setinggi itu di malam Isra Mi'raj tetap mau kembali melanjutkan amanah Ilahi Rabbal Alamin untuk kembali mendakwahkan amanah kenabian yang Allah SWT berikan kepadanya. Walaupun kisah Nabi Idris As ini masih kontroversi kebenaran kisahnya.
*****
Demikian dialog antara Khalik dengan Nabi yang dicintai-Nya Muhammad Saw di atas sfera langit ketujuh Sidratul Muntaha.
Bersambung pada artikel berikutnya🙏🏼
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Untuk melengkapi bacaan anda silahkan kunjungi blog kami untuk membaca artikel sebelumnya:
Artikel 1
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/12/maha-suci-allah-yang-memperjalankan.html
Artikel 2
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan.html
Artikel 3
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_8.html
Artikel 4
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_11.html
Artikel 5
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_15.html
Artikel 6
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_19.html
Artikel ke 7
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2026/01/maha-suci-allah-yang-memperjalankan_22.html
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi #kisahnabi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari internet. Kalau ada orang yang merasa punya hak atas gambar ini. Mohon maaf karena saya menggunakan gambar anda tanpa seizin anda. Ini hanya visualisasi gambar yang berhubungan dengan artikel ini. Sekali lagi maaf.
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar