Pertemuan Pertama Malaikat Jibril dan Ibrahim Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 17)
Pertemuan Pertama Malaikat Jibril dan Ibrahim
Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 17)
Jumat Wage 28 November 2025 - 07 Jumadil Tsani 1447 H
Junsyam Ininnawa
Merangkai sejarah yang berserakan dan merangkainya menjadi kisah yang utuh secara kronologis untuk mencerahkan hati dengan pengetahuan Ilahi.
******
gambar hanya ilustrasiOneday Ibrahim ingin pulang ke rumahnya dimalam hari. Sesampainya Ibrahim di depan pintu rumahnya, Ibrahim agak ragu untuk masuk ke dalam rumah karena siang harinya sempat berdebat dengan ayahnya tentang tuhan-tuhan sesembahan kaumnya.
Ibrahim duduk seorang diri dibawah sebuah pohon di samping rumah ayahnya. Menyendiri memikirkan tentang Tuhan Pencipta Alam Semesta. Tiba-tiba Ibrahim mendengar suara memanggilnya dari belakang.
"Ya Ibrahim! "
Tatkala Ibrahim menoleh ke belakang, tidak seorang pun yang ada di sana. Ibrahim berkata: Siapa itu? Siapa yang memanggil namaku? Tapi tidak seorang pun yang keluar menjawab pertanyaan Ibrahim.
Beberapa saat kemudian. Suara itu terdengar lagi sebanyak 2 kali memanggil nama Ibrahim.
" Ya Ibrahim! "
" Ya Ibrahim! "
Ibrahim kembali menoleh dan berteriak: Siapa kamu? Siapa yang memanggil namaku?
Tiba-tiba sesosok makhluk bercahaya lembut muncul dari kegelapan malam dan menghampiri Ibrahim lalu berkata:
"Sesungguhnya aku adalah Jibril. Malaikat utusan Tuhan Semesta Alam. "
Ibrahim berdiri dan berbalik, lantas mundur beberapa langkah karena takut dengan sosok yang hadir di hadapannya. Walaupun Malaikat Jibril datang dengan berwujud manusia tapi tetap berbeda dari manusia pada umumnya.
Malaikat Jibril yang sadar dengan ketakutan Ibrahim berkata kepada Ibrahim: "Jangan takut wahai Ibrahim, Aku adalah utusan dari Tuhanmu, pencipta langit dan bumi beserta isinya. Engkau akan menjadi Khalil Allah".
Malaikat Jibril melanjutkan. "Ketika engkau menghancurkan patung tuhan-tuhan itu, maka Allah SWT ridha dengan apa yang engkau lakukan. Namamu telah tertulis dalam Kitab Hidup (Lauhin Mahfudz). Engkau menjadi perbincangan di alam langit."
Kalau memang engkau utusan Tuhan. Apa yang harus aku lakukan untuk mengenal dan menyembah-Nya? Ajarkan kepadaku wahai Jibril!
Sebelum engkau mengenal Tuhanmu maka terlebih dahulu engkau harus mandi membersihkan diri. Pergilah kemana air itu dan mandilah. Karena setelah membersihkan diri dari hadatslah baru engkau bisa menemui Tuhanmu. Karena Allah juga berkehendak berbicara kepadamu.
Mandi yang bagaimana yang engkau maksudkan wahai Jibril? Tanya Ibrahim lebih lanjut.
Maka tiba-tiba Ibrahim melihat sesosok malaikat yang indah sedang bersiap mandi untuk menjadi pelajaran kepada Ibrahim bagaimana caranya mandi mensucikan diri.
Setelah mandi mensucikan dirinya, bertanyalah Ibrahim apa yang harus di kerjakan selanjutkan wahai Jibri?
Jibril memjawab: "Naiklah engkau Ibrahim ke atas bukit itu karena Allah berkehendak menemuimu disana."
Ibrahim naik ke bukit yang ditunjukkan oleh Malaikat Jibril. Ketika Ibrahim sedang berlutut di bukit itu. Ibrahim berkata dalam hatinya: "Bagaimanakah Tuhan akan berfirman kepadanya?"
Baru saja Ibrahim berbicara pada dirinya sendiri, tiba-tiba dia mendengar suara yang lembut memanggilnya: "Ya Ibrahim."
Ibrahim bertanya: "Siapakah yang memanggilku?
Suara itu menjawab: " Aku adalah Tuhanmu ya Ibrahim."
Ibrahim yang ketakutan kemudian bersujud ke tanah sambil berkata: "Bagaimanakah hamba akan mendengarmu Ya Tuhanku. Aku hanyalah manusia yang Engkau ciptakan dari tanah? "
Allah SWT menjawab dengan berfirman: "Jangan engkau takut Ya Ibrahim. Bangkitlah karena Aku telah memilihmu sebagai hamba-Ku. Dan Aku berkehendak untuk memberkahimu dan menjadikan engkau umat yang besar. Maka hendaklah kamu mengingatkan ayahmu tentang kebenaran. Kalau dia tidak mendengarmu dan menghiraukan seruanmu maka tinggalkanlah ayah dan keluargamu. Aku akan memberikanmu dan menempatkan engkau dan keturunanmu di sebuah tempat (lembah) yang akan kutunjukkan kepadamu.
Ibrahim menjawab: "Ya Tuhanku, aku akan mengerjakan segala perintah-Mu, akan tetapi aku memohon kepada-Mu agar melindungku dari tuhan-tuhan kaumku yang bisa menggangguku."
Allah SWT berfirman kepada Ibrahim: "Ya Ibrahim, Aku adalah Allah Yang Esa. Dan tiada Tuhan selain Aku. Aku Maha Membalas dan Maha Menyembuhkan. Aku Yang Menghidupkan dan Mematikan. Aku Yang Memiliki Hari Perhitungan. Aku yang memasukkan manusia ke neraka dan berkuasa mengeluarkannya. Dan tidak seorang pun dari dulu hingga akhir dunia ini yang luput dari kuasa-Ku."
Janganlah engkau takut ya Ibrahim dengan apapun. Apa yang mereka anggap sebagai tuhan dan mereka sembah adalah ciptaa-Ku. Tidak ada sesuatu pun yang bisa memberi mudarat apalagi menyakitimu. Berlindunglah kepada-Ku maka Aku akan menjagamu dan keturunanmu.
Kemudian Allah SWT memberikan perjanjian sunat kepada Ibrahim. Dan demikianlah Ibrahim, bapak para nabi mengenal Tuhannya.
Ada berpendapat yang mengatakan bahwa kisah pertemuan Ibrahim dan Malaikat Jibril ini terjadi sebelum hukuman eksekusi Ibrahim dengan cara dibakar di tengah-tengah kaumnya. Dengan kata lain Ibrahim sudah mengenal Allah SWT bahkan sebelum menghancurkan berhala-berhala yang dituhankan oleh kaumnya saat Hari Raya Berhala.
Ada satu pertanyaan mengenai kisah ini. Apakah Ibrahim sudah menjadi nabi ketika menghancurkan berhala-berhala kaumnya? Mengenai pertanyaan ini ada dua perbedaan pendapat.
Yang pertama mengatakan bahwa Ibrahim belum diangkat menjadi nabi ketika menghancurkan berhala-berhala kaumnya yang menjadikannya dibakar oleh Raja Namrudz. Pendapat ini beralasan bahwa Ibrahim ketika itu baru berusia antara 20 sampai 25 tahun. Ibrahim waktu itu masih terlalu muda untuk menjadi seorang nabi. Seorang nabi itu diangkat menjadi nabi rata-rata diusia 40 tahun.
Kenapa rata-raya nabi diangkat menjadi nabi diusia 40 tahun? Karena diusia ini, perjalanan ruhani atau spiritual seseorang sudah mencapai tingkat kematangan jiwa spiritualnya. Sebagaimana seorang nabi, kebanyakan para Wali Allah juga "bertemu diri" atau "pencerahan spiritual" diusia 40 tahun.
Dalam istilah arab pengukuhan seseorang menjadi seorang nabi biasa disebut dengan "Bi'tsah" yang mempunyai makna pengangkatan dan pengutusan seorang nabi oleh Allah SWT untuk membimbing umat manusia.
Bagaimana bisa Ibrahim selamat dari api kalau dia bukan seorang nabi?
Bisa saja Allah SWT menyelamatkan Ibrahim dari api tanpa diangkat menjadi nabi. Karena Allah SWT Maha Mengetahui bahwa sosok pemuda ini yang akan Dia Angkat menjadi utusan-Nya suatu hari nanti. Banyak juga kisah-kisah orang yang diselamatkan Allah SWT dari marabahaya tanpa menjadi seorang nabi. Ismail yang masih bayi tidak dapat disembelih oleh Ibrahim ayahnya padahal dia bukan seorang nabi.
Yang kedua mengatakan bahwa Ibrahim sudah diangkat menjadi nabi ketika menghancurkan berhala-berhala kaumnya dan kemudian dibakar oleh Raja Namrudz. Pendapat ini beralasan bahwa Nabi Ibrahim As sudah didatangi dan dibimbing oleh Malaikat Jibril sejak usia muda untuk mengenal Allah SWT. Sejak usia anak-anak, Ibrahim sudah berbeda pemikirannya dari kaumnya mengenai "Tuhan". Ibrahim sudah mengingkari tuhan-tuhan berhala kaumnya dan selalu mencari siapakah Tuhan sebenarnya yang menciptakan Alam Semesta dan isinya.
Bersambung
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Silahkan baca 16 artikel sebelumnya agar tidak salah faham:
Artikel 1
Artikel 2
Artikel 3
Artikel 4
Artikel 5
Artikel 6
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html
Artikel 7
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html
Artikel 8
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html
Artikel 9
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html
Artikel 10
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-mendatangi-nabi-ibrahim-as.html
Artikel 11
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/09/kenapa-sembelihan-agung-berbeda-antara.html
Artikel 12
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pengingkaran-ibrahim-kepada-tuhan-tuhan.html
Artikel 13
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pencarian-ibrahim-akan-tuhan-nabi.html
Artikel 14
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/awal-mula-ibrahim-mengenal-tuhan-nabi.html
Artikel 15
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/nabi-ibrahim-as-bapak-para-nabi-bagian.html
Artikel 16
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/11/eksekusi-mati-dibakar-hukuman-bagi.html
#kisahsufi #kisahhikmah
#ceritasufi
#kisahnabi
#ceritanabi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari facebook
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar