Eksekusi Mati Dibakar Hukuman Bagi Ibrahim Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 16)
Eksekusi Mati Dibakar Hukuman Bagi Ibrahim
Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 16)
Jumat Pon 7 November 2025 - 16 Jumadil Ula 1447 H
Junsyam Ininnawa
Merangkai sejarah yang berserakan dan merangkainya menjadi kisah yang utuh secara kronologis untuk mencerahkan hati dengan pengetahuan Ilahi.
******
Oneday Maharaja Namrudz agak gelisah dan tidak tenang duduk di singgasananya. Kegelisahan ini terjadi setelah Ibrahim dijebloskan ke penjara Namrud oleh kaumnya. Para menteri juga dibuat resah dan berpikir, kenapa Sang Raja agak gelisah. Apakah ini ada hubungannya dengan pemuda yang kemarin masuk penjara karena penghancuran tuhan-tuhan dalam kuil besar, pikir mereka. Konon pemuda yang dipenjara itu bukan cuma anak pematung berhala yang terkenal tapi juga ada cerita bahwa pemuda itu cerdas dan agak sakti.
Salah satu menteri memberanikan diri mendekati Sang Raja dan bertanya:
"Wahai Rajaku, apa gerangan yang membuat anda begitu gelisah hari ini?
Wahai menteriku, aku terus memikirkan pemuda Ibrahim itu. Dia sudah sangat menyusahkanku. Dia meresahkan rakyatku dengan menghancurkan tuhan-tuhan sesembahan rakyatku. Aku kehilangan wibawahku didepan rakyatku karena seorang pemuda telah menghina tuhan-tuhan kita dengan merendahkannya bahkan telah menghancurkannya. Bantulah aku, berilah masukan untukku, bagaimana cara mempermalukan dan menjatuhkan pemuda itu dan Tuhan yang dia percayai itu didepan rakyatku? Hukuman apa yang pantas bagi orang yang sudah berbuat kehancuran seperti pemuda itu?
Hadirkan saja Ibrahim menghadap kepadamu rajaku di balairung istana. Undang juga tokoh-tokoh masyarakat untuk meminta masukan dari mereka tentang hukuman yang pantas buat pemuda itu. Dari usulan rakyat itulah nanti maharaja memutuskan hukumannya didepan rakyat. Sebelum baginda memutuskan hukuman, ajak dia berdebat tentang Tuhan yang dia percayai itu. Aku akan kumpulkan para ahli ilmu, ahli nujum di seluruh penjuru kerajaan untuk menjatuhkan kebenaran yang Ibrahim yakini dan kita hinakan Tuhan Ibrahim di hadapannya.
Maharaja Namrud setuju dengan usulan dari menterinya itu. Keesokan harinya, maka diutuslah orang ke penjara Ibrahim untuk menghadirkannya ke istana dengan alasan raja ingin berbicara kepadanya sebelum menjatuhkan hukuman kepadanya.
Ibrahim yang dalam penjara sudah mempersiapkan dirinya dengan banyak berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT. Ibrahim sudah siap menerima hukuman apapun yang diberikan oleh raja atas perbuatannya yang telah menghancurkan tuhan-tuhan berhala itu dengan kapak ayahnya. Ibrahim telah menghancurkan tuhan berhala kecil yang di sembah kaumnya dan menyimpan kapak yang dipakainya di bawah kaki berhala yang besar (Ba'al).
Pada hari yang sudah di tentukan. Ibrahim diseret ke istana untuk menghadap Raja Namrudz. Sesampainya Ibrahim di Balairung Istana, rupanya balairung itu sudah ramai dengan orang-orang yang sebagian besar Ibrahim kenal. Para tokoh-tokoh dari kaumnya sudah berkumpul di istana sebelum Ibrahim dihadirkan dari penjara. Selain memteri-menteri istana, hadir juga para ahli ilmu, ahli nujum dan rakyat biasa. Rupanya Raja Namrudz ingin memperlihatkan keberaniannya menghukum orang yang salah, kehebatannya melindungi rakyatnya dan keadilannya dalam memimpin di depan rakyatnya yang hadir di Balairung Istana.
Sesampainya didepan Raja Namrudz. Pemuda Ibrahim hanya berdiri dengan tegas dan tidak terlihat rasa bersalah dan penyesalan dalam dirinya. Padahal Ibrahim telah melakukan kesalahan yang sangat besar dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat Babilonia waktu itu. Bagaimana bisa ada seorang anak tokoh masyarakat yang selama ini menjadi pematung berhala yang handal di tengah masyarakat tapi anaknya menghancurkan tuhan-tuhan berhala kaumnya di kuil besar.
Ketika Ibrahim sudah dihadirkan sindepan Raja Namrudz, suasana di balairung istana mendadak riuh oleh suara masyarakat yang masih memendam emosi kepada Ibrahim.
Untuk meredam kemarahan rakyatnya, Rajab Namrudz mengangkat tangannya agar yang hadir tenang karena dia akan menginterogasi Ibrahim di depan mereka. Setelah suasana sudah balairung sudah kondusif, Raja Namrudz memulai berdialog dengan Ibrahim.
Wahai Ibrahim, siapakah Tuhanmu yang kamu sembah sehingga kamu berani menghancurkan tuhan-tuhan kaummu sendiri?
Ibrahim menjawab:
Tuhanku adalah Tuhan yang menghidupkan manusia dan mematikannya.
Raja Namrudz menjawab: " Aku ini adalah rajamu, titisan dari tuhan untuk bangsa Babilonia. Kalau hanya menghidupkan dan mematikan, saya juga bisa melakukannya. Raja Namrudz meminta menterinya membawakan dua tahanan dari penjara yang sudah dijatuhi hukuman eksekusi mati. Di depan Ibrahim, Raja Namrudz meminta salah seorang tahanan itu untuk di pancung dan seorangnya lagi dia bebaskan dari hukuman mati. Lihatlah wahai Ibrahim saya juga berkuasa menghidupkan dan mematikan.
Ibrahim langsung menimpali. Sesungguhnya Allah Tuhanku, menerbitkan matahari dari timur dan terbenam di barat. Kalau memang engkau adalah titisan Tuhan dan punya kuasa atas alam ini. Coba terbitkan matahari dari barat dan terbenam di timur? Kalau kamu bisa berbuat demikian maka saya akan menyembahmu.
Tiba-tiba suasana di balairung menjadi tegang karena permintaan Ibrahim. Orang-orang yang hadir menjadi tegang karena Ibrahim menentang Raja Namrudz yang terkenal dengan kebengisannya dalam menghukum. Dia tidak segang menghukum mati orang di hadapannya kalau lagi marah. Bagaimana bisa pemuda Ibrahim ini menentang Raja dan menyudutkannya dengan pertanyaan yang tidak akan sanggup di jawab oleh Sang Raja.
Raja Namrudz yang tidak bisa menjawab pertanyaan Ibrahim hanya tinggal terdiam di kursi singgasananya. Dengan suara yang tinggi karena marah, Raja Namrudz langsung berteriak: "Wahai menteri dan rakyatku, hukuman apa yang pantas untuk orang yang telah menghancurkan tuhan-tuhan kalian dan menentang Raja kalian?"
Salah seorang Menteri berdiri dan berkata: "Hukuman yang pantas untuk pemuda ini adalah hukuman mati baginda raja. Cuma kalau baginda raja hanya menghukumnya dengan di pancung maka hukuman itu tidak akan membuat jera dan menakutkan bagi siapa saja yang akan berbuat seperti apa yang telah pemuda ini lakukan.
Kalau begitu hukuman mati apa yang pantas buat pemuda ini? tanya Raja Namrudz lebih lanjut.
Sebaiknya pemuda ini dihukum mati dengan cara dibakar di tengah masyarakat. Biar itu jadi pelajaran bagi siapa saja yang berani menentangmu rajaku. Menteri itu menjelaskan dengan nada emosi karena sudah tidak tahan dengan kelakuan Ibrahim yang tidak merasa bersalah dan lancang di depan raja.
Baru saja menteri Namrudz selesai berbicara, silih berganti rakyat yang hadir berteriak dengan nada setuju agar Ibrahim dihukum dengan cara dibakar sehingga balairung menjadi riuh kembali.
Raja Namrudz sekali lagi mengangkat tangannya agar semua yang hadir kembali tenang. Raja Namrudz langsung berkata di depan semua rakyatnya yang hadir bahwa: "Pemuda ini sudah menghancurkan tuhan-tuhan kalian dan menentang Raja Banilonia, dengan ini saya menjatuhkan hukuman dengan cara dibakar hidup-hidup di depan kalian semua.
Setelah keputusan Raja Namrudz diputuskan maka Ibrahim di kembalikan ke penjara untuk menunggu waktu eksekusi.
Peristiwa pembakaran Ibrahim waktu itu terjadi di wilayah Urfa atau Sanliurfa. Wilayah Sanliurfa masuk dalam kerajaan Babilonia yang dipimpin oleh Maha Raja Namrudz atau Nimrod. Wilayah ini sekarang masuk wilayah Turkiye. Wilayah itu sekarang menjadi destinasi wisata religius untuk mengenang peristiwa pembakaran Ibrahim. Disana ada sebuah kolam ikan yang yang dipercaya sebagai tempat Ibrahim di bakar. Masyarakat disana percaya bahwa ikan yang ada di kolam itu adalah sisa pembakaran yang berubah menjadi air dan ikan yang disakralkan oleh masyarakat setempat sampai hari ini.
Begitulah kisah Ibrahim berdialog dengan Raja Namrudz yang akhirnya menjatuhkan eksekusi mati dengan dibakar oleh Raja dan kaumnya. Kita lanjutkan pada artikel berikutnya, bagaimana Ibrahim dieksekusi dengan dibakar.🙏🏻
Bersambung
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Silahkan baca 15 artikel sebelumnya agar tidak salah faham:
Artikel 1
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html
Artikel ke 2
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html
Artikel 3
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html
Artikel 4
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html
Artikel 5
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html
Artikel 6
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html
Artikel 7
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html
Artikel 8
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html
Artikel 9
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html
Artikel 10
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-mendatangi-nabi-ibrahim-as.html
Artikel 11
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/09/kenapa-sembelihan-agung-berbeda-antara.html
Artikel 12
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pengingkaran-ibrahim-kepada-tuhan-tuhan.html
Artikel 13
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pencarian-ibrahim-akan-tuhan-nabi.html
Artikel 14
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/awal-mula-ibrahim-mengenal-tuhan-nabi.html
Artikel 15
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/nabi-ibrahim-as-bapak-para-nabi-bagian.html
#kisahsufi #kisahhikmah
#ceritasufi
#kisahnabi
#ceritanabi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari facebook
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar