Pencarian Ibrahim Akan Tuhan Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 13)

 Pencarian Ibrahim Akan Tuhan


Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 13)


Jumat Pahing 17 Oktober 2025 - 25 Rabiul Tsani 1447 H


Junsyam Ininnawa


Merangkai sejarah yang berserakan dan merangkainya menjadi kisah yang utuh secara kronologis untuk mencerahkan hati dengan pengetahuan Ilahi.


******

Oneday Azar memanggil anaknya Ibrahim ke bengkel galerinya. Azar meminta Ibrahim untuk membantunya dan mulai belajar membuat berbagai macam patung berhala yang biasa di pesan oleh orang-orang pada waktu itu dan juga patung berhala yang biasa di jual di pasar. Dibengkel miliknya inilah Azar yang pandai seni memahat patung, memproduksi patung-patung yang dijadikan tuhan berhala atau simbol-simbol tuhan pada zaman itu di seluruh wilayah Kerajaan Namrud.


*****


Setelah Azar memarahi Ibrahim yang telah menghina dan mengolok-olok tuhan sesembahan kaumnya. Ibrahim kecil yang masih polos dan masih berusia 7 tahun tetap bertanya kepada ayahnya yang berada di depannya, yang sedang memahat patung berhala untuk dijual kepada kaumnya. Azar menasehati anaknya yang masih kecil itu bahwa belum waktunya dia berbicara apalagi mengerti tentang tuhan-tuhan ini karena Ibrahim masih kecil.


Ibrahim kecil yang pintar ini sebelumnya juga sudah pernah mendebat ayahnya. Ibrahim tetap bersemangat berdiskusi dengan ayahnya menggunakan logika sederhana tapi cerdas dan kepolosan seorang anak kecil.


Ibrahim bertanya kepada ayahnya: "Wahai ayahku, jika tuhan-tuhan itu yang membantu menciptakan manusia, bagaimana bisa manusia itu memciptakan tuhan-tuhan itu dari kayu?


Ayahnya yang masih sibuk memahat patung masih diam dengan pertanyaan Ibrahim.


Wahai ayahku: "Apabila tuhan-tuhan itu terbuat dari kayu, berarti kalau kita menggunakan kayu  sebagai bahan bakar, itu merupakan perbuatan dosa karena tuhan kita terbuat dari kayu?


Azar tidak bergeming dengan pertanyaan Ibrahim yang terus berceloteh dengan pertanyaan yang susah dijawab olehnya. 


Ibrahim kembali bertanya, wahai ayahku: "Seumur hidup ayah telah banyak membuat patung-patung tuhan dari kayu, mengapa setelah sekian banyak ayah membuat patung tuhan, para tuhan itu tidak membantu ayah membuat anak yang banyak sehingga ayah menjadi manusia yang kuat dengan banyak pengikut?


Ayahnya yang sedang sibuk memahat patung itu makin marah mendengar celoteh anaknya, karena Ibrahim tidak berhenti bertanya kepadanya tentang tuhan. Bukannya membantu, Ibrahim malah bertanya terus sambil meragukan tuhan-tuhan yang dipercaya oleh kaumnya. Bahkan terkadang juga Ibrahim merendahkan tuhan sesembahan mereka.


Azar memarahi Ibrahim dan menyuruhnya diam. Ayah lagi sibuk menyelesaikan patung ini. Lebih baik kamu membantu ayah dari pada banyak bertanya seperti itu. Ayah tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanmu."


Setelah amarah ayahnya mereda. Ibrahim kembali bertanya. "Wahai ayahku, pernahkah suatu waktu ketika dunia ini tidak ada manusia?


Ayahnya menjawab: " Ya pernah. Kenapa kamu bertanya begitu?


Ibrahim menjawab: "Kalau begitu, saya ingin mengetahui siapakah gerangan orang yang pertama kali yang membuat tuhan?"


Bukannya menjawab, ayah Ibrahim semakin marah sambil berkata: "Pergi dan keluar dari rumahku ini. Tinggalkan aku sendiri disini agar aku bisa mempercepat pembuatan patung tuhan ini. Jangan berbicara sepatah katapun kepadaku, bukannya kamu membatuku menyelesaikan patung ini, kamu malah merepotkanku dengan pertanyaan-pertanyaanmu yang membuatku pusing."


Pergi dari sini, dan ingatlah apabila kamu lapar, kamu itu membutuhkan roti bukan omongan dan pertanyaan yang bikin pusing itu.


Ibrahim kecil menjawab ayahnya: "Wahai ayah, kayu itu adalah tuhan yang besar, sedang ayah memotong-motongnya beberapa bagian sesuka hati ayah, dan anehnya tuhan itu tidak bisa membela dirinya sendiri."


Ayah Ibrahim menjawab dengan marah sambil berteriak : "Seluruh dunia ini mengatakan bahwa patung ini adalah tuhan, hanya kamu hai anak yang bodoh yang mengatakan bahwa patung ini bukan Tuhan? Demi tuhan-tuhanku! Seandainya kamu sudah dewasa dan menghina tuhan-tuhan ini maka aku akan membunuhmu."


Ketika orangtua itu mengucapkan kata-kata ingin membunuh anaknya. Azar juga memukul dan menendang Ibrahim serta mengusirnya dari rumahnya.


Ibrahim pergi meninggalkan ayahnya dengan bersedih. Dia pergi jauh dari rumah untuk menenangkan kegalauan hatinya, meredam logika pikirannya yang belum menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih mengganjal dibenaknya.


Inilah kisah Ibrahim sebelum menemukan kebenaran. Ibrahim adalah anak yang cerdas yang selalu mencari rahasia dibalik penciptaan dirinya dan alam semesta. Kisah ini adalah kisah sebelum Ibrahim menemukan bimbingan dari Sang Pembimbing Hati.


Bersambung


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Silahkan baca 12 artikel sebelumnya agar tidak salah faham:


Artikel 1

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html


Artikel ke 2

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html


Artikel 3

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html


Artikel 4

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html


Artikel 5

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html


Artikel 6

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html


Artikel 7

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html


Artikel 8

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html


Artikel 9

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html


Artikel 10

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-mendatangi-nabi-ibrahim-as.html


Artikel 11

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/09/kenapa-sembelihan-agung-berbeda-antara.html


Artikel 12

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pengingkaran-ibrahim-kepada-tuhan-tuhan.html


#kisahsufi #kisahhikmah

#ceritasufi

#kisahnabi

#ceritanabi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformoslem


*gambar diambil dari ganaislami


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)