Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 15)

 Awal Mula Ibrahim Mengenal Tuhan


Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 15)


Jumat Legi 31 Oktober 2025 - 9 Jumadil Ula1447 H


Junsyam Ininnawa


Merangkai sejarah yang berserakan dan merangkainya menjadi kisah yang utuh secara kronologis untuk mencerahkan hati dengan pengetahuan Ilahi.


******

Oneday ketika Ibrahim sudah beranjak dewasa. Ada yang mengatakan Ibrahim waktu itu berumur 20 - 25 tahun. Ibrahim di panggil oleh ayahnya (Azar) mendekat kepadanya di malam hari. Walaupun Ibrahim selalu ingkar dengan tuhan sesembahan ayahnya tapi Azar masih selalu membujuk anaknya agar Ibrahim mempunyai tuhan untuk disembah. Setelah Ibrahim mendekat, Azar menginformasikan bahwa besok adalah hari raya tuhan. Azar meminta Ibrahim agar bersiap untuk menghadiri Hari Raya untuk semua tuhan-tuhan kaumnya. Azar memerintahkan Ibrahim agar menuruti perintahnya untuk ikut merayakan hari raya yang sudah dirayakan oleh leluhur mereka untuk menghormati para tuhan-tuhan para leluhur yang mereka sembah. Semua orang akan berkumpul di rumah besar tempat peribadatan utama dengan membawa makanan persembahan untuk tuhan Ba'al yang paling besar diantara tuhan-tuhan yang lainnya.


Masih menurut ayahnya menasehati anaknya: "Wahai anakku, dengan umurmu sekarang yang sudah dewasa. Kamu sudah terhitung mampu untuk bisa memilih tuhan untuk dirimu sendiri. Besok adalah hari yang cocok untuk semua pemuda seusiamu untuk memilih tuhan mana diantara tuhan-tuhan yang ada untuk kamu sembah dan berkhidmat kepadanya. Malam ini waktumu memikirkan dan memutuskan, tuhan mana yang kamu ingin sembah."


Karena Ibrahim sudah sering berdebat dengan ayahnya tentang tuhan-tuhan berhala kaumnya. Malam itu Ibrahim mengalah dengan mendengarkan nasehat ayahnya dan menaati perintahnya sambil didalam benaknya berpikir tentang rencana apa yang akan dilakukan olehnya esok hari.


Ibrahim bersumpah atas nama Allah SWT akan melakukan tipu daya terhadap berhala sesembahan kaumnya. Kalian akan kaget melihatnya setelah kalian menyaksikan kehancuran yang terjadi terhadap tuhan-tuhan berhala kalian yang tidak lain hanyalah batu biasa yang di bentuk dan dijadikan tuhan oleh para kaumnya


Keesokan harinya, disaat kaumnya masih bersiap dirumahnya masing-masing untuk perayaan, Ibrahim pamit kepada ayahnya dipagi hari untuk berangkat lebih dulu ke kuil besar tempat perayaan akan berlangsung dengan membawa kapak yang disembunyikan di belakang bajunya. Ibrahim masuk ke dalam Kuil Besar itu dari pintu belakang dan bersembunyi dibalik sebuah patung berhala dibagian belakang yang gelap yang tidak akan di temukan oleh penjaga kuil itu.


Setelah pintu utama dibuka. Seluruh masyarakat termasuk orang tua Ibrahim masuk ke dalam kuil untuk melakukan perayaan. Berbagai macam ritual dilakukan oleh masing-masing orang untuk berkhidmat kepada tuhan berhala yang disembahnya. Setelah acara selesai Azar mencari anaknya yang tidak terlihat olehnya selama perayaan. Azar berpikir mungkin Ibrahim pulang lebih awal kerumahnya.


Ketika kaum Ibrahim sudah pulang kerumah masing-masing dan pintu Kuil Besar sudah ditutup. Ibrahim yang dari pagi sembunyi di belakang berhala yang gelap keluar dengan menenteng kapaknya. Ibrahim menghancurkan semua patung-patung berhala dengan kapaknya dan menyisakan satu patung berhala besar yang bernama Ba'al dan menyimpan kapaknya dibawa kaki patung besar itu yang dibawahnya sudah berserakan kepingan-kepingan berhala yang kecil. 


Ketika Ibrahim keluar dari kuil besar itu. Sekelompok orang melihat Ibrahim keluar dan mengiranya seorang pencuri. Mereka menangkap Ibrahim dan melaporkan penangkapan tersebut kepada kepala Kuil Besar itu. Setelah pemimpin kuil datang dan segera membuka pintu Kuil Besar. Alangkah kaget dan marahnya kepala kuil itu setelah melihat tuhan-tuhan sesembahan mereka hancur berkeping-keping. Mereka menjerit-jerit melihat tuhan-tuhan mereka hancur berantakan.


Tidak butuh waktu lama informasi itu sudah menyebar dimasyarakat sehingga orang berbondong-bondong datang melihat kehancuran tuhan-tuhan mereka.


Dengan marahnya, mereka menyeret Ibrahim kedalam kuil dan bertanya: Siapakah yang melakukan ini semua? Kenapa kamu melakukan ini kepada tuhan-tuhan kami?


Ibrahim dengan santainya tidak berkata bukan saya pelakunya tapi Ibrahim langsung menunjuk kepada berhala besar (Ba'al) pelakunya, lihat kapak yang dia pakai masih tersimpan di bawah kakinya. Ibrahim membela diri dengan berkata: "Jangan salahkan saya, coba tanyakan langsung kepada berhala Ba'al itu, apakah dia pelakunya? Bagaimana mungkin aku melakukan itu, manusia tidak bisa membunuh tuhan? Hanya tuhan yang besar yang bisa menghancurkan tuhan-tuhan kecil itu.”


Kemudian kaum Ibrahim menjadi tersadarkan sejenak. Ibrahim lanjut berkata: "Kalian telah berbuat zalim dengan menyembah berhala-berhala itu. Berhala Besar itu marah kepada berhala-berhala kecil karena kalian telah menduakannya? Mungkin Ba'al itu marah dan cemburu karena kalian menyembah tuhan yang lain selain dia? Mungkin dia mau hanya dia yang kalian sembah?"


Wahai Ibrahim jawab pemimpin dari mereka: Mengapa kamu menuduh tuhan Ba'al pelakunya, kamukan tahu kalau berhala itu tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi berbicara?


Ibrahim menjawab: Kenapa kalian menyembah tuhan yang tidak bisa berbuat apa-apa? Tuhan tidak bisa berbicara? Tuhan yang tidak memiliki manfaat apalagi keuntungan bagi kalian?


Salah seorang diantara mereka yang mengenal Ibrahim langsung memanggil ayahnya untuk menjadi saksi kejadian itu. Setelah Azar datang dan melihat keadaan Kuil Besar itu yang isinya berantakan. Maka  marahlah Azar kepada anaknya, apalagi ketika melihat kapak yang dikaki tuhan Ba'al itu adalah kapak yang sering dia pakai untuk memotong kayu di galerinya sebelum memahat kayu itu menjadi berhala.


Azar langsung berkata: "Anak itu pelakunya. Saya yakin dia yang menghancurkan berhala-berhala ini karena kapak yang ada dikaki tuhan Ba'al itu adalah kapak saya yang biasa saya gunakan digaleri.


Azar melanjutkan, anak ini yang sering menghina tuhan-tuhan kita, sambil beberapa orang diantara masyarakat yang berkumpul itu membenarkan perkataan Azar. Silih berganti mereka maju untuk bersaksi bahwa Ibrahim sering menghina dan menolak tuhan-tuhan kita. Azar melanjutkan, saya sering berdebat dengan dengan anak ini tentang tuhan kita, kepercayaan nenek moyang kita tapi dia selalu menyalahkan dan menolak kepercayaan kita dan para leluhur kita. Saya berlepas diri dari anak ini, saya menyerahkan dia kepada kalian, terserah kalian bagaimana menghukumnya.


Dalam riwayat yang banyak dikisahkan oleh sejarawan muslim.


Keesokan harinya ketika kepala kuil membuka kuil besar itu, maka marahlah pemimpin itu sampai keluar berteriak-teriak mengadukan tentang tuhan-tuhan telah dihancurkan oleh seseorang. Orang-orang berdatangan menyaksikan kehancuran tuhan-tuhan mereka. Setelah semua orang berkumpul, maka bertanyalah pemimpin kuil itu tentang siapakah kira-kira orang yang telah menghancurkan tuhan-tuhan kita ini? Salah seorang dari mereka berkata bahwa ada seorang pemuda yang selalu mencela dan mengingkari tuhan-tuhan kita. Namanya Ibrahim anak dari Azar. Pasti dialah orangnya. Kebanyakan orang yang hadir itu juga menyahut setuju karena pernah mendengar Ibrahim mencela tuhan-tuhan itu. 


Setelah pemimpin itu yakin bahwa Ibrahim pelakunya. Ibrahim dipanggil dan diseret oleh beberapa orang menuju kuil besar diikuti oleh Azar di belakangnya. Setelah Azar melihat kapal yang biasa dia gunakan maka dia juga merasa yakin bahwa Ibrahimlah pelakunya dan menceritakan semua perdebatannya dengan anaknya itu.


Akhirnya Ibrahim diserahkan kepada kerajaan yang memimpin Babilonia waktu itu. Raja Namrudz memutuskan untuk memasukkan Ibrahim ke dalam penjara sambil menunggu waktu untuk memutuskan hukuman yang pantas untuk orang yang telah menghancurkan dan menghina tuhan berbala kaum Namrudz. 


Begitulah kisah Ibrahim menghancurkan tuhan-tuhan berhala kaumnya. Kita lanjutkan pada artikel berikutnya, bagaimana Ibrahim dihukum oleh kaumnya.🙏🏻


Bersambung


Allahu A'lam Bissawab


Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Silahkan baca 14 artikel sebelumnya agar tidak salah faham:


Artikel 1

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html


Artikel ke 2

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html


Artikel 3

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html


Artikel 4

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html


Artikel 5

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html


Artikel 6

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html


Artikel 7

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html


Artikel 8

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html


Artikel 9

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html


Artikel 10

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-mendatangi-nabi-ibrahim-as.html


Artikel 11

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/09/kenapa-sembelihan-agung-berbeda-antara.html


Artikel 12

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pengingkaran-ibrahim-kepada-tuhan-tuhan.html


Artikel 13

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pencarian-ibrahim-akan-tuhan-nabi.html


Artikel 14

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/awal-mula-ibrahim-mengenal-tuhan-nabi.html


#kisahsufi #kisahhikmah

#ceritasufi

#kisahnabi

#ceritanabi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformoslem


*gambar diambil dari facebook


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)