Awal Mula Ibrahim Mengenal Tuhan Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 14)

 Awal Mula Ibrahim Mengenal Tuhan


Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 14)


Jumat Wage 24 Oktober 2025 - 2 Jumadil Ula1447 H


Junsyam Ininnawa


Merangkai sejarah yang berserakan dan merangkainya menjadi kisah yang utuh secara kronologis untuk mencerahkan hati dengan pengetahuan Ilahi.


******

Oneday Azar memanggil lagi anaknya (Ibrahim) untuk kesekian kalinya  ke bengkel galerinya. Azar seperti biasa selalu meminta Ibrahim untuk membantunya. Walaupun berulang kali ditolak oleh Ibrahim tapi tetap saja Azar selalu mengajaknya. Dibengkel miliknya inilah Azar yang pandai memahat patung. Dia setiap hari memproduksi patung-patung yang dijadikan tuhan berhala bagi kaumnya pada zaman itu di seluruh wilayah Kerajaan Namrud.


Ibrahim yang sudah beberapa kali berdebat dengan ayahnya tetap datang walaupun hatinya terus menolak. Ketika ayahnya sedang memahat, Ibrahim tidak sabar untuk melihat apa yang di buat oleh ayahnya, dia mengeluarkan isi hatinya dengan mengatakan: "Wahai ayah, sesungguhnya saya merasa bahwa apa yang ayah sembah dan semua warga disini adalah kesesatan dan kesalahan. Bukan itu Tuhan yang harus disembah."


Baru saja Ibrahim selesai berbicara, Azar langsung mengusirnya dan melemparkan beberapa potongan kayu kepada Ibrahim yang sudah menjauh dari galeri ayahnya. 


Ketika matahari sudah menyingsing dan malam mulai menjelang. Ibrahim pulang ke rumahnya setelah siang hari pergi dari rumah karena diusir oleh ayahnya. Ibrahim yang sudah berumur remaja waktu itu duduk tidak jauh dari rumahnya karena takut mamasuki rumah setelah dimarahi oleh ayahnya.


Setelah berpikir apakah harus masuk atau tidak kedalam rumah. Ibrahim mengurungkan niatnya untuk masuk ke rumah karena takut kepada ayahnya yang telah mengusirnya.


Ibrahim menjauh dari rumah dan pergi kesebuah kebun yang biasa ditempati Ibrahim bermain. Di kebun itu Ibrahim duduk di bawah sebuah pohon kurma seorang diri.


Dalam kesendirian dan keheningan malam, Ibrahim memikirkan tentang percakapan yang terjadi dibengkel seni ayahnya. Dia meyakini apa yang dianggap tuhan oleh ayah dan kaumnya itu, bukanlah Tuhan Yang Maha Benar.


Didalam dirinya, jiwa Ibrahim terus memberontak tentang pencarian Tuhan yang sejati. Dalam benaknya Ibrahim terus berpikir bahwa tidak boleh tidak, pasti ada Tuhan yang Maha Hidup, Maha Kuat, dan Maha Besar dari pada manusia. Ada Tuhan yang menciptakan manusia. Dan manusia tanpa Tuhan, tidak dapat menciptakan manusia.


Diusia yang masih remaja itu Ibrahim terus berpikir "Filsafat Ketuhanan". Filsafat tentang ada Maha Pencipta dibalik semua yang ada di semesta alam atau makrokosmos dan penciptaan manusia atau mikrokosmos. Ibrahim sudah memikirkan bahwa ada Tuhan dibalik penciptaan semua kejadian alam makrokosmos dan alam mikrokosmos ini.


Setelah beberapa saat Ibrahim berkontemplasi atau perenungan yang dalam tentang Tuhan Alam Semesta ini. Sekilas Ibrahim menengadahkan kepalanya ke langit sambil bersandar pada pohon kurma. Ibrahim melihat sebuah bintang di langit yang bercahaya. Ibrahim bertanya dalam dirinya: Inilah Tuhan, mungkinkah bintang yang cahayanya berkelipan itu adalah tuhan yang saya cari itu? Ketika pagi menjelang, bintang yang berkelip itu juga hilang, Ibrahim berkata: "Tidak mungkin Tuhan menghilang, bintang itu bukanlah Tuhan".


Keesokan harinya bertepatan dengan bulan purnama. Ibrahim kembali menatap tajam kelangit melihat Bulan Purnama dan berkata kepada dirinya: Inilah Tuhan! Apakah bulan yang lebih bercahaya ini adalah tuhan? Melihat pergerakan bulan yang tidak tetap, dan mengingat tentang perubahan lingkaran bulan dari hari kehari, menghilang di siang hari dan kadang juga tidak terbit dimalam hari, Ibrahim berkata: Bulan ini bukanlah Tuhan karena bulan itu tidak tetap pergerakannya, bentuknya dan peredarannya.


Tak kala siang menjelang. Ibrahim memperhatikan matahari. Inilah Tuhan! Mungkinkah matahari inilah tuhan yang sebenarnya? Dalam benaknya Ibrahim berfikir. Matahari ini lebih besar dari bintang dan bulan. Matahari ini  bersinar lebih terang dari keduanya. Matahari ini lebih banyak manfaatnya bagi manusia. Ketika matahari itu tenggelam di sore hari, Ibrahim kecewa dengan semua benda langit yang dia sangkakan mungkin tuhan, tapi ternyata benda-benda itu bukan tuhan tapi termasuk benda atau makhluk ciptaan juga seperti dirinya.


Keesokan harinya Ibrahim berkumpul bersama kaumnya dan berkata kepada kaumnya bahwa akhir-akhir ini dia mencari tuhan yang seharusnya disembah. Dia sudah memperhatikan 3 benda langit yang kemungkinan tuhan yang seharusnya kita sembah, tapi ternyata benda-benda langit adalah makhluk seperti kita juga. Perkataan ini diucapkan Ibrahim di tengah kaumnya untuk menyindir beberapa kelompok dikaumnya yang menyembah ketiga benda langit itu. Ibrahim melanjutkan perkataannya kepada kaumnya: " Wahai kaumku, aku berlepas diri dari sesembahan kalian, aku tidak pernah menyembah berhala kalian, aku tidak pernah menyembah bintang, bulan dan matahari yang sebagian dari kalian menyembahnya. Aku akan terus mencari dan menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini beserta isinya. Aku akan memasrahkan jalanku, agamaku dengan jalan yang akan ditunjukkan oleh-Nya dan aku tidak pernah menyekutukan-Nya dengan tuhan yang lain.


Dalam Al Quran Allah berfirman tentang kisah Ibrahim ini dalam Surat Al An'am 74-79. Bahkan dalam ayat ke 75 yang berbunyi: Al-An'am 6:75


وَكَذَٰلِكَ نُرِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلۡمُوقِنِينَ



Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.


Ayat ini mengisyaratkan bahwa sebelum Ibrahim dibimbing oleh Allah SWT menemukan Agama Tauhid sejati, Ibrahim melakukan pencarian akan Tuhan Pencipta Semesta Alam lewat ciptaan-ciptaan-Nya. 


Bersambung


Allahu A'lam Bissawab


Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Silahkan baca 13 artikel sebelumnya agar tidak salah faham:


Artikel 1

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html


Artikel ke 2

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html


Artikel 3

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html


Artikel 4

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html


Artikel 5

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html


Artikel 6

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html


Artikel 7

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html


Artikel 8

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html


Artikel 9

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html


Artikel 10

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-mendatangi-nabi-ibrahim-as.html


Artikel 11

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/09/kenapa-sembelihan-agung-berbeda-antara.html


Artikel 12

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pengingkaran-ibrahim-kepada-tuhan-tuhan.html


Artikel 13

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/10/pencarian-ibrahim-akan-tuhan-nabi.html


#kisahsufi #kisahhikmah

#ceritasufi

#kisahnabi

#ceritanabi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformoslem


*gambar diambil dari facebook


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)