Kenapa Sembelihan Agung Berbeda Antara Injil dan Al-Qur'an Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 11)

Kenapa Sembelihan Agung Berbeda Antara Injil dan Al-Qur'an


Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 11)


Jumat Pahing 12 September 2025 - 20 Rabiul Awal 1447 H


Junsyam Ininnawa

Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya  tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah? 


*****


Sang Orientalis  melanjutkan pertanyaannya. Mungkin ini pertanyaan saya yang terakhir kata Sang Orientalis. Saya belum mengerti, kenapa riwayat tentang korban penyembelihan Abraham bisa berbeda antara riwayat Islam dan riwayat Yahudi dan Kristen?


Riwayat Yahudi dan Kristen berbeda dengan riwayat Islam tentang penyembelihan atau pengorbanan Nabi Ibrahim As karena keduanya memakai dalil-dalil dalam kitab suci masing-masing.


Kalau anda mempertanyakan dalil Kitab Taurat/Perjanjian Lama dan Kitab Al Qur'an padahal kedua kitab suci ini berasal dari Tuhan Yang Satu, Tuhan Nabi Musa As, Tuhan Nabi Isa As dan Tuhan Nabi Muhammad Saw.


Maaf kalau saya harus mengatakan ini. Bahwa menurut orang Islam, Kitab Taurat/Perjanjian lama yang dipercaya oleh Umat Kristen dan sebagian isinya juga dipercaya oleh Umat Yahudi telah mengalami banyak perubahan. Terutama ayat-ayat yang akan merugikan keimanan dan agama mereka.


Berarti anda mau mengatakan bahwa orang Yahudi merubah ayat-ayat dalam Kitab Taurat? tanya Sang Orientalis lebih lanjut.


Sang Alim menjawab:

Iya, tepatnya para Pendeta Yahudi telah merubah ayat-ayat dalam Taurat sesuai dengan keinginan mereka. Mereka merubah Kitab Taurat yang di tulis Nabi Musa As sesuai dengan hawa nafsu mereka. Ada ayat-ayat yang ditambahkan untuk kepentingan mereka dan ada ayat-ayat yang dihilangkan kalaunitu merugikan mereka.


Sang Orientalis bertanya lagi. Kenapa mereka merubah ayat-ayat Taurat?


Sang Alim menjawab:

Mereka mengubah ayat-ayat Taurat itu karena mereka inginkan agar Ishak yang mendapatkan kehormatan itu bukan Ismail.


Ada dua pendapat kenapa kedua peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim itu bisa berbeda. Pertama karena peristiwa kecemburuan Siti Sarah kepada Siti Hajar yang sudah memiliki anak kandung dari Nabi Ibrahim As. Dan anak kandung itu yang nantinya mempunyai keturunan seorang nabi yang terakhir yang sangat dimuliakan di langit dan di bumi. Walaupun kisah kecemburuan ini juga masih diperdebatkan oleh para ahli sejarah tentang kebenaran kisah tersebut bahwa Siti Sarah itu cemburu kepada Siti Hajar. Tapi kejadian ini tidak bisa dipungkiri karena kejadian ini di dukung oleh bukti sejarah dari kitab suci Taurat / Perjanjian Lama yang sangat gamblang membahas ini dalam Kitab Kejadian. 


Yang kedua adalah para pendeta Yahudi menginginkan agar kehormatan dan kemuliaan anak yang dikorbankan itu adalah Ishak.


Kenapa Ishak?


Karena Ishak adalah kakek moyang Bangsa Yahudi dan Ibunya adalah wanita mulia, karena Nabi Ibrahim As menikahinya dengan status wanita merdeka. Sedangkan Ibu Ismail - Siti Hajar adalah seorang budak. Bagaimana mungkin seorang budak melahirkan anak yang dimuliakan.


Anak yang dimuliakan itu maksud saya adalah anak yang karenanya Allah SWT mengadakan perjanjian dengan Nabi Ibrahim As.


Ada beberapa perjanjian Allah SWT dengan Nabi Ibrahim As. Salah satunya adalah keturunan yang banyak dan akan lahir darinya keturunan yang dimuliakan menjadi Nabi terakhir.


Perbedaan sejarah kaum Yahudi dan Nasrani yang meyakini bahwa Al Masih terakhir akan lahir dari keturunan Bani Israel (Yahudi) bukan dari Bani Ismail (Arab) yang ada di Padang Tandus Mekkah. Bangsa Yahudi meyakini bahwa Al Masih akan lahir dari keturunan Bani Israil maka otomatis / seharusnya Nabi Ishak As yang dikorbankan bukan Nabi Ismail As. Anehnya ketika Al Masih lahir dari Bani Israel, keturunan Nabi Daud As lewat Siti Maryam r.ah. mereka malah mengingkarinya bahwa itu adalah Nabi Terakhir yang di janjikan itu. Bangsa Yahudi mengingkari kenabian Nabi Isa As/ Nabi Yesus As. Meraka Bangsa Yahudi malah melempari dan menuntut kepada pemerintah Romawi yang menguasai Yerussalem waktu itu untuk memenjarakan dan menyalin Nabi Yesus As di tiang salib. Sebagian orang Yahudi saja yang mengakuinya dan orang-orang itulah yang menjadi cikal bakal awal umat Nasrani.


Saya akan membandingkan untukmu, bagaimana dua kitab Injil membicarakan perjanjian Allah SWT dengan Nabi Ibrahim As dan siapakah anak yang dikorbankan oleh Nabi Ibrahim As. Kedua Kitab Injil itu adalah Kitab Injil yang berisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan Injil Barnabas yang dipercaya oleh orang Islam kebenarannya. Saya yakin anda pernah mendengar tentang Injil Barnabas ini. Atau mungkin anda sudah memilikinya atau bahkan mungkin sudah pernah membacanya?


"Iya, saya punya dan sudah membacanya." Jawab Sang Orientalis


Sang Alim melanjutkan.

Dalam Injil Barnabas di sebutkan dalam Bab 43: 19 - 22 dan 31


19.Karena begitulah Allah telah menjanjikan kepada Ibrahim, firmanNya: "Lihatlah bahwa Aku dengan keturunanmu itu akan memberkahi setiap suku di bumi ini dan sebagaimana engkau ya Ibrahim telah menghancur leburkan berhala-berhala, demikian pula turunanmu itu akan berbuat."

20.Yakub menanyakan: "Ya Guru, katakanlah kepada kami: dengan siapakah perjanjian itu dibuat?

21.Karena orang-orang Yahudi mengatakan dengan Ishak.

22.Dan orang-orang Ismaeli mengatakan dengan Ismail.

31.Percayalah kamu kepadaku karena aku (Yesus/Isa) bertutur benar kepadamu bahwa perjanjian itu dibuat dengan Ismail, bukan dengan Ishak.


Dalam keterangan Injil Barnabas diatas. Nabi Yesus As menjelaskan kepada muridnya Yakub bahwa "Perjanjian itu untuk Ismail bukan untuk Ishak".


Sedangkan Dalam Kitab Injil, Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 17: 15 - 21 tertulis:

17:15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.

17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa;  raja-raja dan bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."

17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur  sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" 

17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael  diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" 

17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. 

17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."


Dalam Kitab Kejadian diatas mengatakan bahwa sebenarnya Nabi Ibrahim As mengharapkan agar Ismail yang mendapatkan kemuliaan perjanjian itu tapi ternyata Allah mengatakan bahwa perjanjian-Ku akan Aku adakan dengan Ishak yang akan lahir dari istrimu Siti Sarah.


Saya akan melanjutkan bagaimana kedua Injil ini berbicara tentang siapa diantara Ismail atau Ishak yang mendapat kehormatan untuk dikorbankan.


Dalam Injil Barnabas Bab 44: 5 - 11:


6.Karena Malaikat Jibril telah mengatakan: "Ya Ibrahim, dunia seluruhnya akan mengetahui betapa Allah mencintai engkau.


7.Akan tetapi bagaimanakah dunia akan mengetahui kecintaanmu kepada Allah.


8.Sungguh wajib atasmu untuk mengerjakan sesuatu demi kecintaan kepada Allah."


9.Ibrahim menjawab: "Inilah dia hamba Allah bersedia untuk melaksanakan segala yang dikehendaki Allah."


10.Maka berfirmanlah Allah kepada Ibrahim: "Bawalah anakmu yang sulung Ismail, kemudian naiklah ke bukit untuk engkau mempersembahkannya sebagai korban penyembelihan."


11.Maka bagaimanakah Ishak itu bisa menjadi putera sulung sedang ketika ia (Ishak) dilahirkan, Ismail berumur tujuh tahun.


Sedangkan dalam Kitab Injil, Perjanjian Lama dalam Kitab Kejadian ayat 22.2 di sebutkan:

Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak. Pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia disana sebagai Korban Bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.


Itulah perbandingan kedua Kitab Injil itu berbicara tentang Penyembelihan Agung. Anak yang diminta oleh Allah SWT untuk dikorbankan adalah anak sulung, dan anak sulung Nabi Ibrahim As adalah Ismail. Umat Islam yakin bahwa ada yang dirubah dalam Kitab Perjanjian lama itu.


Ada juga dalam Injil Barnabas dialog antara Nabi Yesus As dan salah seorang muridnya. Itu terdapat dalam Bab 44 ayat 1 - 4 yang berbunyi:


1.Disaat itu para murid mengatakan: "Ya Guru. Dalam kitab Musa tertulis demikian, bahwa perjanjian itu dibuat dengan Ishak."


2.Yesus menjawab dengan keluhan: "Itulah yang tertulis.


3.Akan tetapi Musa tidak menulisnya, dan Yusak juga tidak.


4.Hanya para imam kita yang tidak takut kepada Allah yang menulisnya.


Itulah komentar Nabi Yesus As tentang perubahan yang dilakukan oleh para oknum pendeta yang sudah mengacak-acak isi Kitab Taurat. Dan Kitab itu yang dipergunakan oleh orang Yahudi dan Kristen sekarang ini.


Sang Orientalis berkata:

"Terima kasih untuk diskusi kita hari ini saya banyak mendapat pencerahan dari jawaban yang anda sudah paparkan."


Sang Alim menjawab:

Saya berharap semoga jawaban-jawaban yang saya sampaikan bisa diterima dan bisa memuaskan dahaga pengetahuanku. Saya berdoa semoga suatu hari nanti kamu bisa menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat.


"InsyaAllah, jawab Sang Orientalis".


Bersambung


Allahu A'lam Bissawab


Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Silahkan baca 10 artikel sebelumnya agar tidak salah faham


Artikel 1

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html


Artikel ke 2

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html


Artikel 3

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html


Artikel 4

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html


Artikel 5

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html


Artikel 6

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html


Artikel 7

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html


Artikel 8

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html


Artikel 9

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html


Artikel 10

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-mendatangi-nabi-ibrahim-as.html


#kisahsufi #kisahhikmah

#ceritasufi

#kisahnabi

#ceritanabi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformoslem


*gambar diambil dari facebook


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)