Kematian Siti Hajar Dan Siti Sarah Nabi Ibrahin As Bapak Para Nabi (Bagian 9)
Kematian Siti Hajar Dan Siti Sarah
Nabi Ibrahin As Bapak Para Nabi (Bagian 9)
Jumat Pahing 08 Agustus 2025 - 14 Safar 1447 H
Junsyam Ininnawa
gambar hanya ilustrasiOneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah?
*****
Setelah mendengar panjang lebar penjelasan Sang Alim tentang seputar dakwah Nabi Ibrahim As. Sang Orientalis belum puas dengan jawaban Sang Alim. Dia lalu bertanya lagi.
Kenapa kuburan Abraham dan keluarganya ada di Hebron Palestina bukan di Makkah?
Dengan senyum yang ramah dan penuh ketenangan Sang Alim menjawab, ada riwayat yang mengatakan bahwa setelah Nabi Ibrahim As membangun Ka'bah Baitullah, hampir setiap tahun dimusim haji, Nabi Ibrahim As berangkat ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji dan sekalian mengunjungi istri dan anaknya yang tinggal di Makkah.
Dalam salah satu riwayat. Pada salah satu kedatangan Nabi Ibrahim As di Makkah, Siti Hajar mengalami sakit dan meninggal dunia. Nabi Ibrahim As berduka atas kejadian ini dan menguburkan Siti Hajar di samping Ka'bah. Siti Hajar meninggal pada usia 90 tahun. Sebagai penghormatan kepada istrinya, Nabi Ibrahim As membuat tembok agak tinggi mengelilingi kuburan Siti Hajar agar orang tidak masuk dan menginjak-injak kuburan wanita suci itu ketika melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah. Makam Siti Hajar ada di dalam Hijir Ismail - tembok melengkung sebelah Utara disamping Ka'bah.
Siti Hajar meninggal dunia lebih dulu dibandingkan Siti Sarah. Setelah mengurus pemakaman istrinya Siti Hajar dan menyelesaikan segala keperluan di Makkah, Nabi Ibrahim As kembali ke istrinya Siti Sarah yang sudah dia pindahkan sebelumnya ke Hebron ketika Ishak sudah beranjak remaja. Begitulah kisah bagaimana Siti Hajar meninggal di Makkah.
Sekarang saya yang bertanya. Bagaimana kisah kematian Siti Sarah menurut riwayat Alkitab Yahudi Nasrani? tanya Sang Alim lebih lanjut kepada Sang Orientalis.
Menurut riwayat dari Alkitab Taurat, Siti Sarah meninggal dunia pada usia 127 tahun. Nabi Ibrahim As memakamkan istrinya di Kota Hebron di Gua Mekhpalah / Makfilah yang sekarang menjadi Masjid Ibrahim. Di dalam Gua Mekhpalah juga menjadi makam Nabi Ibrahim As. Nabi Ishak dan istrinya Siti Ribka juga dimakamkan di Mekhpalah. Bahkan Nabi Ya'kub As dan istrinya Leah juga di makamkan di Mekhpalah.
Dalam kitab Kejadian, diceritakan bahwa Siti Sarah melahirkan Ishak pada usia 90 tahun dan Abraham berusia 100 tahun. Ketika Siti Sarah meninggal dunia pada usia 127 tahun, Abraham berusia 137 tahun.
Dalam Alkitab Kejadian 23.2 berbunyi:
Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.
Para ahli menafsirkan ayat Alkitab ini dengan 2 pendapat. Ada yang mengatakan Abraham tidak ada di Hebron ketika Sarah meninggal dunia, ini karena ayatnya menyebutkan bahwa "Abraham datang dan menangisinya". Ini menyiratkan makna kalau Abraham tidak di dekat Sarah ketika menghembuskan nafas terakhirnya. Walaupun demikian, ada juga yang menafsirkan bahwa Abraham hadir disamping istrinya ketika meninggal dunia karena Abraham seorang nabi yang sudah diberitahu kapan istrinya akan meninggal dunia, karena itu Abraham selalu berada di dekat Sarah ketika kematian istrinya sudah dekat.
Setelah Siti Sarah meninggal, Abraham menikah lagi di usia antara 138 - 140 tahun dengan wanita yang bernama Ketura. Dari pernikahan ini Abraham memiliki enam putra dengan: Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak, dan Suah. Anak keturunan Abraham ini yang menyebar sampai ke Arab bagian selatan.
Sang Orientalis bertanya lagi,
Kalau dalam Islam bagaimana kematian datang kepada Abraham?
Bersambung
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Silahkan baca 8 artikel sebelumnya agar tidak salah faham
Artikel 1
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html
Artikel ke 2
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html
Artikel 3
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html
Artikel 4
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html
Artikel 5
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html
Artikel 6
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html
Artikel 7
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html
Artikel 8
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html
#kisahsufi #kisahhikmah
#ceritasufi
#kisahnabi
#ceritanabi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari Muhammad Akram
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar