Kematian Mendatangi Nabi Ibrahim As Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 10)

Kematian Mendatangi Nabi Ibrahim As 


Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 10)

Junsyam Ininnawa

Jumat Legi 22 Agustus 2025 - 28 Safar 1447 H

Makam jasad Nabi Ibrahim As

Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya  tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah? 


*****


Sang Orientalis  melanjutkan pertanyaannya. "Kalau dalam Islam bagaimana kematian datang kepada Abraham?"


Nabi Ibrahim As adalah nabi ke 6 menurut urutan yang ada dalam Alquran. Nabi Ibrahim As lahir di Babilonia. 


Wilayah Babilonia sekarang masuk wilayah Provinsi Nabil, Negara Irak, tepatnya di selatan Baghdad. Kota ini dibangun di sepanjang Sungai Efrat. Reruntuhan kota kuno Babilonia masih ada sampai sekarang ini, terletak sekitar 80 km selatan Baghdad.


Silsilah Nabi Ibrahim As masih bersambung sampai kepada Nabi Nuh As. Nabi

Ibrahim As adalah putra Tarih, putra Nahur, putra Sharugh, putra Arghu, putra Faligh, putra Abir, putra Shalikh, putra Kinan, putra Arfakhsyats, putra Sam, putra Nuh As. Nabi Ibrahim As memiliki gelar kehormatan sebagai 'Khalilullah' Kekasih Allah dan seorang Sahabat Tuhan.


Nabi Ibrahim As juga dijuluki sebagai  bapaknya para nabi. Julukan ini disematkan kepadanya karena dari keturunan Nabi Ibrahim As inilah lahir dua bangsa besar di dunia. Yang pertama Bani Israel atau Bangsa Yahudi yang lahir dari anaknya Nabi Ishak As dan cucunya Nabi Ya'kub As yang hidup di wilayah Kan'an. Daerah Kan'an sekarang meliputi Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat sekarang ini.


Yang kedua Bangsa Arab yang lahir dari anaknya Nabi Ismail As yang hidup dan besar bersama ibunya di sekitar Ka'bah Baitullah yang ada di wilayah Padang Pasir Paran. 


Ka'bah Baitullah yang dibangun Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail ini berada di gurun pasir, Gugusan Pegunungan Paran kalau dalam Kematian Mendatangi Nabi Ibrahim As 


Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 10)


Jumat Pahing 08 Agustus 2025 - 14 Safar 1447 H


Junsyam Ininnawa


Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya  tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah? 


*****


Sang Orientalis  melanjutkan pertanyaannya.


Kalau dalam Islam bagaimana kematian datang kepada Abraham?


Nabi Ibrahim As adalah nabi ke 6 menurut urutan yang ada dalam Alquran. Nabi Ibrahim As lahir di Babilonia. 


Wilayah Babilonia sekarang berada di wilayah Negara Irak, tepatnya di selatan Baghdad. Kota ini dibangun di sepanjang Sungai Efrat. Reruntuhan kota kuno Babilonia masih ada sampai sekarang ini, terletak sekitar 80 km selatan Baghdad. Wilayah Babilonia sekarang merupakan bagian dari Provinsi Babil di Negara Irak. 


Silsilah Nabi Ibrahim As masih bersambung sampai kepada Nabi Nuh As. Nabi

Ibrahim As adalah putra Tarih, putra Nahur, putra Sharugh, putra Arghu, putra Faligh, putra Abir, putra Shalikh, putra Kinan, putra Arfakhsyats, putra Sam, putra Nuh as. Ibrahim as adalah bapak manusia. Dia memiliki gelar kehormatan sebagai 'Khalilullah' Kekasih Allah dan seorang Sahabat Tuhan.


Nabi Ibrahim As juga dijuluki sebagai  bapaknya para nabi. Julukan ini disematkan kepadanya karena dari keturunan Nabi Ibrahim As inilah lahir dua bangsa besar di dunia. Yang pertama Bani Israel atau Bangsa Yahudi yang lahir dari anaknya Nabi Ishak As dan cucunya Nabi Ya'kub As yang hidup di wilayah Kan'an. Daerah Kan'an sekarang meliputi Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat sekarang ini.


Yang kedua Bangsa Arab yang lahir dari anaknya Nabi Ismail As yang hidup dan besar bersama ibunya di sekitar Ka'bah Baitullah yang ada di wilayah Gugusan Pegunungan Paran. Kalau melihat Alkitab Perjanjian Lama Padang Pasir Paran ini berada di Kota Makkah, Negara Arab Saudi sekarang ini.


Nabi Ibrahim As menikahi Siti Sarah dalam usia 37 tahun, riwayat lain ada yang menyebut 60 tahun. Setelah menikah lalu pergi dan tinggal menetap wilayah Kan’an.


Bagaimana dengan Azar yang disebutkan Alquran sebagai ayah dari Abraham? tanya Sang Orientalis lebih lanjut. 


Memang ada perbedaan dalam Alquran dan Alkitab tentang ayah Nabi Ibrahim As. Alquran menyebutkan bahwa bapak Nabi Ibrahim adalah Azar dan dalam Alkitab menyebut bapaknya adalah Terah atau Tarikh. Para sejarawan menjelaskan bahwa Tarikh dan Azar ini adalah orang yang sama. Ini hanya perbedaan dialek yang digunakan dalam masing-masing bahasa yang digunakan Alquran dan Alkitab. Ada juga yang mengatakan bahwa Azar ini adalah paman yang membesarkan Nabi Ibrahim As makanya Alquran menyebutkan bahwa Azar ini bapaknya, sedangkan Tarikh adalah bapak kandung dari Nabi Ibrahim As.


Menurut riwayat Nabi Ibrahim As meninggal dunia setelah jatuh sakit selama 25 hari pada 3500 tahun setelah turunnya Nabi Adam As ke bumi. Jenazahnya dikuburkan di Makfilah yang merupakan bekas reruntuhan Kota Hebron di Palestina. Dia dikuburkan dekat dengan istrinya Siti Sarah yang sudah lebih dulu di makamkan disana oleh Nabi Ibrahim As. Ada sebuah riwayat hadits dari Nabi Muhammad Saw yang berbunyi, ”Ibrahim hidup selama 175 tahun.”


Mengenai pertanyaanmu yang tadi, saya akan menceritakan  tentang bagaimana Nabi Ibrahim As meninggal, lanjut Sang Alim.


Sesungguhnya Siti Sarah Rah. pernah berkata kepada suaminya Nabi Ibrahim As. "Wahai Ibrahim! Sesungguhnya engkau telah bertambah tua dan mungkin sebentar lagi ajal menjemput kita. Mohonlah kepada Allah SWT sekiranya engkau berumur panjang sehingga kita bisa hidup bersama dan menjadi cahaya mata kami."


Dan Nabi Ibrahim As pun berdoa kepada Allah SWT agar memberinya umur yang panjang. Tidak berapa lama setelah Nabi Ibrahim As berdoa. Allah SWT menjawab doa Nabi Ibrahim As dengan mewahyukan kepadanya bahwa: "Mohonlah kepanjangan umur sesuka hatimu, niscaya Kami akan memberikan umur yang panjang kepadamu. Setelah mendapatkan wahyu itu, Nabi Ibrahim As pun memberi tahu Siti Sarah Rah. tentang Wahyu Ilahi yang sudah menjawab doanya." Dan Nabi Ibrahim As tidak lupa menyampaikan bahwa umur yang panjang ini hanya berlaku untuk dia seorang.


Setelah doanya terkabul. Nabi Ibrahim As dan keluarganya mengadakan sebuah acara syukuran di rumahnya dengan mengundang banyak orang untuk makan di rumahnya.


Salah seorang yang diundang dalam jamuan syukuran itu adalah seorang miskin yang sudah tua renta dan buta beserta seorang yang memandunya ketika dia berjalan. Pemandu itu mendudukkan orang tua buta itu di dekat meja hidangan.


Ketika jamuan dimulai. Sang pemandu memberi kurma kepada orang tua itu. Ketika kurma itu berusaha dimasukkan kemulutnya, tangannya mulai bergetar karena lemah dan hampir menjatuhkan buah kurma ditangannya. Sang pemandu memegang tangan orang tua buta itu dan mengarahkan tangannya yang memegang kurma menuju kemulut orang tua itu.


Kemudian yang kedua kalinya orang tua buta itu diberi kurma. Ketika hendak dimasukkan kemulutnya, orang tua buta itu malah mengarahkan tangannya yang lemah itu ke arah matanya. Lagi-lagi sang pemandu itu membantunya dengan mengarahkan tangannya kemulut orang tua itu.


Nabi Ibrahim As yang duduk tidak jauh dari orang tua itu pun hanya bisa memandang tak berkedip. Memperhatikan kejadian di depannya yang dialami oleh orang tua buta itu dan pemandunya.


Nabi Ibrahim As pun merasa takjub dari kelakuan orang tua buta tersebut. Beliau lantas bertanya kepada Sang Pemandu perihal orang tua buta itu. Sang Pemandu berkata kepada Ibrahim, "Orang tua ini telah sangat tua, oleh karenanya dia menjadi sangat lemah, buta dan pikun."


Nabi Ibrahim As berpikir dan bertanya kepada dirinya, "Akankah aku akan seperti dia ketika aku sudah menjadi tua nanti?. Apakah aku akan menjadi buta, lemah, dan pikun karena usia yang sangat tua?"


Nabi Ibrahim As langsung tersadar melihat kejadian di depannya. Dia berpikir dan merenung karena sudah meminta umur yang panjang kepada Allah SWT. Beliau lantas berdoa, "Ya Allah! Ambillah jiwaku, wafatkanlah hamba-Mu sesuai dengan ajal yang telah Engkau tentukan itu bagiku karena aku sudah tidak butuh lagi pada panjangnya usia setelah apa yang kulihat di depan mataku ini."


Ada yang mengatakan bahwa riwayat tentang pertemuan Nabi Ibrahim As dengan orang buta dan pemandunya ini adalah dua malaikat yang di utus oleh Allah SWT untuk memberi pelajaran kepada Nabi Ibrahim As. Walaupun ada juga yang mengatakan bahwa kedua orang tersebut adalah manusia biasa yang memberi pelajaran kepada Nabi Ibrahim As.


Mengenai bagaimana Nabi Ibrahim As wafat. Ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa, tatkala Nabi Ibrahim sudah sangat tua dengan usia 175 tahun dan tugas kenabiannya sudah selesai di bumi, Allah SWT Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi memanggil Malaikat Maut dan memerintahkannya untuk mencabut Ruh Nabi Ibrahim As.


Malaikat Maut pun turun menghampirinya lalu berkata “Assalamu ‘alayka ya Ibrahim (salam sejahtera atasmu wahai Ibrahim). Nabi Ibrahim menjawab, Wa ‘alaykassalam, wahai Malaikat Maut!

Wahai Ibrahim sudah tiba waktumu, aku datang untuk mencabut ruhmu.


"Dengan cara cepat atau lambat wahai Malaikat Maut?" tanya Nabi Ibrahim As.


Malaikat Maut berkata, "Dengan cara cepat, wahai Ibrahim maka bersiaplah."


Nabi Ibrahim As lantas bertanya, "Apakah selama ini, engkau pernah melihat kekasih mematikan kekasih-Nya?"


Malaikat Maut tidak sanggup menjawab pertanyaan itu. Malaikat Maut pun kembali kepada Allah SWT dan berkata, "Tuhanku! Sungguh Engkau telah mendengar apa yang telah diucapkan oleh kekasih-Mu, Ibrahim." Allah SWT pun berfirman kepadanya, "Wahai Malaikat Maut! Pergilah kepada Ibrahim  dan katakan kepadanya". "Apakah selama ini engkau pernah melihat seorang kekasih tidak mau menemui kekasih-Nya? Sesungguhnya seorang kekasih sangat senang dan mendambakan menjumpai kekasihnya."


Ketika Malaikat Maut menyampaikan firman dari Allah SWT kepada Nabi Ibrahim As, Dia menangis karena bahagia ingin berjumpa dengan kekasih-Nya.


Nabi Ibrahim As lantas bersiap dengan berbaring di tempat tidurnya ketika Malaikat Maut mencabut ruhnya.


Sang Orientalis mengangguk-angguk mendengar Sang Alim menyelesaikan jawaban atas pertanyaannya. Mungkin ini pertanyaan saya yang terakhir kata Sang Orientalis. Saya belum mengerti, kenapa riwayat tentang korban penyembelihan Abraham bisa berbeda antara riwayat Islam dan riwayat Yahudi dan Kristen?


Bersambung


Allahu A'lam Bissawab


Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:




*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Silahkan baca 9 artikel sebelumnya agar tidak salah faham


Artikel 1

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html


Artikel ke 2

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html


Artikel 3

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html


Artikel 4

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html


Artikel 5

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html


Artikel 6

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html


Artikel 7

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html


Artikel 8

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html


Artikel 9

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html


#kisahsufi #kisahhikmah

#ceritasufi

#kisahnabi

#ceritanabi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformoslem


*gambar diambil dari facebook


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼 Saudi sekarang ini.


Nabi Ibrahim As menikahi Siti Sarah dalam usia 37 tahun, riwayat lain ada yang menyebut 60 tahun. Setelah menikah lalu pergi dan tinggal menetap wilayah Kan’an.


Bagaimana dengan Azar yang disebutkan Alquran sebagai ayah dari Abraham? tanya Sang Orientalis lebih lanjut. 


Memang ada perbedaan dalam Alquran dan Alkitab tentang ayah Nabi Ibrahim As. Alquran menyebutkan bahwa bapak Nabi Ibrahim adalah Azar dan dalam Alkitab menyebut bapaknya adalah Terah atau Tarikh. Para sejarawan menjelaskan bahwa Tarikh dan Azar ini adalah orang yang sama. Ini hanya perbedaan dialek yang digunakan dalam masing-masing bahasa yang digunakan Alquran dan Alkitab. Ada juga yang mengatakan bahwa Azar ini adalah paman yang membesarkan Nabi Ibrahim As makanya Alquran menyebutkan bahwa Azar ini bapaknya, sedangkan Tarikh adalah bapak kandung dari Nabi Ibrahim As.


Menurut riwayat Nabi Ibrahim As meninggal dunia setelah jatuh sakit selama 25 hari pada 3500 tahun setelah turunnya Nabi Adam As ke bumi. Jenazahnya dikuburkan di Makfilah yang merupakan bekas reruntuhan Kota Hebron di Palestina. Dia dikuburkan dekat dengan istrinya Siti Sarah yang sudah lebih dulu di makamkan disana oleh Nabi Ibrahim As. Ada sebuah riwayat hadits dari Nabi Muhammad Saw yang berbunyi, ”Ibrahim hidup selama 175 tahun.”


Mengenai pertanyaanmu yang tadi, saya akan menceritakan  tentang bagaimana Nabi Ibrahim As meninggal, lanjut Sang Alim.



Sesungguhnya Siti Sarah pernah berkata kepada suaminya Nabi Ibrahim As. "Wahai Ibrahim! Sesungguhnya engkau telah bertambah tua dan mungkin , cobalah ajak sebentar lagi menjemput kita. Mohonlah kepada Allah SWT sekiranya engkau berumur panjang sehingga engkau bisa hidup bersama kami dan menjadi cahaya mata kami."


Dan Nabi Ibrahim As pun berdoa kepada Allah SWT agar memberinya umur yang panjang. Tidak berapa lama setelah Nabi Ibrahim As berdoa. Allah SWT menjawab doa Nabi Ibrahim As dengan mewahyukan kepadanya bahwa: "Mohonlah kepanjangan umur sesuka hatimu, niscaya Kami akan memberikan umur yang panjang kepadamu. Setelah mendapatkan wahyu itu, Nabi Ibrahim As pun memberi tahu Siti Sarah tentang Wahyu Ilahi yang sudah menjawab doanya." Dan Nabi Ibrahim As tidak lupa menyampaikan bahwa umur yang panjang ini hanya berlaku untuk dia seorang.


Setelah doanya terkabul. Nabi Ibrahim As dan keluarganya mengadakan sebuah acara syukuran di rumahnya dengan mengundang banyak orang untuk makan di rumahnya.


Salah seorang yang diundang dalam jamuan syukuran itu adalah seorang miskin yang sudah tua renta dan seorang yang memandunya ketika dia berjalan. Pemandu itu mendudukkan orang tua itu yang juga sudah mulai buta karena usianya di dekat meja hidangan.


Ketika jamuan dimulai. Sang pemandu memberi kurma kepada orang tua itu. Ketika kurma itu berusaha dimasukkan kemulutnya, tangannya mulai bergetar karena lemah dan hampir menjatuhkan buah kurma ditangannya. Sang pemandu memegang tangang orang tua itu dan mengarahkan tangannya yang memegang kurma menuju kemulut orang tua itu.


Kemudian yang kedua kalinya orang tua buta itu diberi kurma. Ketika hendak dimasukkan kemulutnya, orang tua buta itu malah mengarahkan tangannya yang lemah itu ke arah matanya. Lagi-lagi sang pemandu itu membantunya dengan mengarahkan tangannya kemulut orang tua itu.


Nabi Ibrahim As yang duduk tidak jauh dari orang tua itu pun hanya bisa memandang tak berkedip. Memperhatikan kejadian di depannya yang dialami oleh orang tua buta itu dan pemandunya.


Nabi Ibrahim As pun merasa takjub dari kelakuan orang tua buta tersebut. Beliau lantas bertanya kepada Sang Pemandu tentang hal tersebut. Sang Pemandu berkata kepada Ibrahim, "Orang tua ini telah sangat tua, oleh karenanya dia menjadi buta dan pikun."


Nabi Ibrahim As berpikir dan bertanya kepada dirinya, "Akankah aku akan seperti dia ketika aku sudah menjadi tua nanti?. Apakah aku akan menjadi buta, lemah, dan pikun karena usia yang sangat tua?"


Nabi Ibrahim As langsung tersadar melihat kejadian di depannya. Dia berpikir dan merenung karena sudah meminta umur yang panjang kepada Allah SWT. Beliau lantas berdoa, "Ya Allah! Ambillah jiwaku, wafatkanlah hamba-Mu sesuai dengan ajal yang telah Engkau tentukan itu bagiku karena aku sudah tidak butuh lagi pada panjangnya usia setelah apa yang kulihat di depan mataku ini."


Ada yang mengatakan bahwa riwayat tentang pertemuan Nabi Ibrahim As dengan orang buta dan pemandunya ini adalah dua malaikat yang di utus oleh Allah SWT untuk memberi pelajaran kepada Nabi Ibrahim As. Walaupun ada juga yang mengatakan bahwa kedua orang tersebut adalah manusia biasa.


Mengenai bagaimana Nabi Ibrahim As wafat. Ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa, tatkala Nabi Ibrahim sudah sangat tua dan tugas kenabiannya sudah selesai di bumi, Allah SWT Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi memanggil Malaikat Maut dan memerintahkannya untuk mencabut Ruh Nabi Ibrahim As.


Malaikat Maut pun turun menghampirinya lalu berkata “Assalamu ‘alayka ya Ibrahim (salam sejahtera atasmu wahai Ibrahim). Nabi Ibrahim menjawab, Wa ‘alaykassalam, wahai Malaikat Maut!

Wahai Ibrahim sudah tiba waktumu, aku datang untuk mencabut ruhmu.


"Dengan cara cepat atau lambat wahai Malaikat Maut?" tanya Nabi Ibrahim As.


Malaikat Maut berkata, "Dengan cara cepat, wahai Ibrahim maka bersiaplah."


Nabi Ibrahim As lantas bertanya, "Apakah selama ini, engkau pernah melihat kekasih mematikan kekasih-Nya?"


Malaikat Maut tidak sanggup menjawab pertanyaan itu. Malaikat Maut pun kembali kepada Allah SWT dan berkata, "Tuhanku! Sungguh Engkau telah mendengar apa yang telah diucapkan oleh kekasih-Mu, Ibrahim." Allah SWT pun berfirman kepadanya, "Wahai Malaikat Maut! Pergilah kepada Ibrahim  dan katakan kepadanya". "Apakah selama ini engkau pernah melihat seorang kekasih tidak mau menemui kekasih-Nya? Sesungguhnya seorang kekasih sangat senang dan mendambakan menjumpai kekasihnya."


Ketika Malaikat Maut menyampaikan firman dari Allah SWT kepada Nabi Ibrahim As, Dia menangis karena bahagia ingin berjumpa dengan kekasih-Nya.


Nabi Ibrahim As lantas bersiap dengan berbaring di tempat tidurnya ketika Malaikat Maut mencabut ruhnya.


Sang Orientalis mengangguk-angguk mendengar Sang Alim menyelesaikan jawaban atas pertanyaannya. Mungkin ini pertanyaan saya yang terakhir kata Sang Orientalis. Saya belum mengerti, kenapa riwayat tentang korban penyembelihan Abraham bisa berbeda antara riwayat Islam dan riwayat Yahudi dan Kristen?


Bersambung


Allahu A'lam Bissawab


Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:




*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Silahkan baca 9 artikel sebelumnya agar tidak salah faham


Artikel 1

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html


Artikel ke 2

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html


Artikel 3

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html


Artikel 4

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html


Artikel 5

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html


Artikel 6

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html


Artikel 7

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html


Artikel 8

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/tugas-kenabian-ibrahim-as-nabi-ibrahim.html


Artikel 9

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/08/kematian-siti-hajar-dan-siti-sarah-nabi.html


#kisahsufi #kisahhikmah

#ceritasufi

#kisahnabi

#ceritanabi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformoslem


*gambar diambil dari facebook


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)