Tugas Kenabian Ibrahim As Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 8)

 Tugas Kenabian Ibrahim As 


Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 8)


Jumat Kliwon 01 Agustus 2025 - 07 Safar 1447 H


Junsyam Ininnawa

Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya  tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah? 


*****


Sang Orientalis bertanya lagi, dimana saja Tuhan menugaskan Abraham selama menjadi nabi dalam Islam dalam Agama Islam ?

Dan yang kedua, menurut yang saya baca, Makam Abraham di Makkah cuma berupa jejak kaki bukan kuburan?


Sang Alim menjawab, memang yang di Makkah itu cuma jejak kaki Nabi Ibrahim As ketika membangun Ka'bah Baitullah bersama anaknya Ismail. 


Ketika Nabi Ibrahim As hendak meninggikan susunan batu saat membangun Ka'bah. Nabi Ibrahim berpijak pada sebuah batu. Ketika berpijak itulah telapak kakinya tercetak pada batu yang dia injak. Bekas pijakan itulah yang disebut Makam Ibrahim yang terletak di sebelah timur Ka'bah dan berada sekitar 12 meter dari pintu Ka'bah.


Makam Ibrahim disini  bukanlah kuburan tempat Nabi Ibrahim As tapi hanya bekas batu pijakan Nabi Ibrahim As ketika membangun Ka'bah. Sebagai penghormatan umat Islam kepada Nabi Ibrahim As yang sudah membangun Ka'bah Baitullah tempat umat Muslim tawaf ketika melaksanakan umrah dan haji.


Nabi Ibrahim As berdakwah dengan berkelana selama hidupnya. Berjalan dari satu tempat ketempat lainnya sesuai dengan perintah Allah SWT, mulai dari Palestina, Lebanon, Mesir, Irak, Jordania dan gugusan Pegunungan Paran di Makkah. Selama ratusan tahun Nabi Ibrahim As berjalan ke beberapa wilayah Timur Tengah atau Asia Barat untuk menjalani berbagai perintah Allah SWT yang diterimanya lewat Petunjuk Ilahi sebagai seorang nabi.


Selama beberapa kali kunjungan ke Makkah,  Nabi Ibrahim As mendapatkan perintah diantaranya:


Mengantarkan keluarganya (Siti Hajar dan Ismail) untuk pindah ke padang tandus Makkah untuk memulai kehidupan disekitar Ka'bah Baitullah. Pada saat itulah Siti Hajar mencari air dengan bolak-balik antara bukit Shafa Dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Kemuadian hari 7 kali bolak balik Shafa dan Marwah masuk dalam rangkaian ibadah haji.


Mendapatkan ujian pengorbanan anaknya Ismail yang nantinya menjadi syariah penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha. Pada saat itu juga Nabi Ibrahim As mendapat godaan syaitan yang berusaha menggoda agar Nabi Ibrahim As membatalkan niatnya mengorbankan anaknya dengan mengatakan tidak mungkin itu petunjuk Allah SWT. Nabi Ibrahim As berhasil menghadapi godaan syaitan dengan melempar syaitan dengan batu. Dan nantinya Allah SWT memasukkan pelemparan batu yang dilakukan Nabi Ibrahim As dalam  rangkaian ibadah haji. Melempar jumrah dengan tujuh batu kecil sebagai simbol dari Nabi Ibrahim As melempar syaitan diwaktu menggoda dirinya ketika hendak menyembelih Ismail.


Meninggikan bangunan Ka'bah Baitullah bersama Ismail. Kemudian mendapat perintah untuk haji dan mengajak manusia untuk melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Pada saat meninggikan Pondasi Ka'bah inilah telapak kaki Nabi Ibrahim tercetak dalam sebuah batu yang nantinya batu bekas injakan Nabi Ibrahim As diletakkan dekat Ka'bah untuk ditempati para jamaah haji shalat dibelakangnya menghadap ke Ka'bah dalam pelaksanaan shalat sunat setelah tawaf.


Ketika Malaikat Jibril turun ke bumi untuk memerintahkan Nabi  Ibrahim As untuk membangun Ka'bah Baitullah. Malaikat Jibril membawa serta batu dari surga yang disebut Hajar Aswad.


Hajar Aswad ini di pasang disusut Ka'bah yang menjadi penanda dimulainya tawaf dan berakhirnya tawaf setelah 7 kali mengelilingi Ka'bah. Hajar Aswad ini disunnahkan menciumnya ketika tawaf atau sekedar menghadapkan wajah kepada batu itu dan berdoa. Ada yang mengatakan Hajar Aswad atau Batu Hitam ini dulunya putih. Karena banyaknya dosa orang-orang yang menciumnya makanya warnanya berubah menjadi hitam.


Ibadah haji ini di syariatkan oleh Allah SWT agar umat muslim dari seluruh dunia mendatangi Ka'bah Baitullah untuk bertawaf sebagaimana malaikat juga tawaf mengelilingi Arasy Allah SWT. Seluruh rangkaian ibadah haji  yang dikerjakan oleh Nabi Ibrahim As ini dibimbing langsung oleh Malaikat Jibril.


Nabi Ibrahim juga diriwayatkan pernah mengunjungi keponakannya Nabi Luth As di daerah Sodom atau Yordania Selatan sekarang ini. Saya yakin kamu pernah membaca kisah Nabi Luth As dan kaumnya yang memiliki kelainan seksual? tanya Sang Alim.


Iya saya sudah membacanya, jawab Sang Orientalis. Ketika membacanya saya teringat dengan peristiwa meletusnya Gunung Vesuvius. Letusan dahsyatnya pada tahun 79 Masehi menewaskan dan mengawetkan kota-kota Romawi kuno, termasuk Pompeii dan Herculaneum, dalam abu dan debu vulkanik. 


Sang Alim melanjutkan. 

Nabi Ibrahim As pernah juga ke Mesir untuk mengajak Raja Mesir untuk menyembah Allah SWT. Dari Mesir inilah Nabi Ibrahim As mendapatkan hadiah dari Raja Mesir berupa budak perempuan yang bernama Hajar (Hagar).


Nabi Ibrahim pernah juga berdakwah di kota Urfa (Sanliurfa) yang dulu termasuk wilayah Mesopotamia Utara dan sekarang masuk wilayah Turki. Di daerah inilah Nabi Ibrahim As dibakar menurut beberapa ahli sejarah. Dan di Sanliurfa juga dipercaya sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim.


Nabi Ibrahim As juga pernah di utus Allah SWT untuk mendakwahi Raja Namrud penguasa Babilonia, ibukota dari Mesopotamia. Babilonia sekarang masuk wilayah Irak. Raja Namrud dikenal sebagai seorang raja yang zalim dan mengklaim dirinya sebagai Tuhan di Babilonia.


Itulah beberapa tempat yang pernah di datangi oleh Nabi Ibrahim As untuk berdakwah tentang agama tauhid yang mengajarkan untuk menyembah Allah SWT pencipta alam semesta dan segala isinya.


Setelah mendengar panjang lebar penjelasan Sang Alim tentang dakwah Nabi Ibrahim As. Sang Orientalis belum puas dengan jawaban Sang Alim. Dia lalu bertanya lagi.

Kenapa kuburan Abraham ada di Hebron Palestina bukan di Makkah?


Bersambung


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Silahkan baca 7 artikel sebelumnya agar tidak salah faham


Artikel 1

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html


Artikel ke 2

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html


Artikel 3

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html


Artikel 4

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html


Artikel 5

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html


Artikel 6

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html


Artikel 7

https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kehamilan-siti-sarah-rah.html


#kisahsufi #kisahhikmah

#ceritasufi

#kisahnabi

#ceritanabi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformoslem


*gambar diambil dari facebook


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)