Tangan Yang Dicium Nabi Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 7)
Tangan Yang Dicium Nabi
Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 7)
18 Muharram 1447 H
Senin Pahing 14 Juli 2025
Oneday di depan pintu gerbang kota Madinah, seorang kakek tua menunggu Baginda Nabi yang pulang dari perang.
Ketika dari kejauhan terlihat kepulan debu, hati kakek tua itu semakin resah. Sang kakek malu bertemu dengan Baginda Nabi Saw. Apa yang akan dia katakan kepada Baginda Nabi Saw? Apakah Nabi akan menerima permohonan maafnya?
Dengan keyakinan kalau Nabi Muhammad Saw adalah seorang yang pemaaf, sang kakek memberanikan diri menghampiri Sang Nabi yang sudah semakin dekat dengan gerbang Kota Madinah.
Baginda Nabi Saw menghentikan kudanya karena melihat sang kakek tua berlari menghampirinya. Baginda Nabi Saw turun dari kudanya dan bertanya kepada sang kakek, kenapa jauh-jauh menyambutnya sampai ke luar gerbang Kota Madinah?
Sang kakek mengatur nafasnya dan berucap "Saya menyambutmu sampai ke sini wahai Nabiyullah untuk memohon maaf karena tidak ikut berperang denganmu. Ketika seruang perang dikumandangkan, aku sedang tidak berada di Kota Madinah. Aku sedang berada di sebuah gunung agak jauh dari Madinah." Baginda Nabi Saw dengan tersenyum ramah menjawab, aku memaafkanmu wahai sahabatku. Sang Kakek begitu bahagia setelah mendengar ucapan Sang Nabi. Dia lebih dekat lagi kepada Nabi Saw untuk menyalami tangan Nabi Saw yang sudah memaafkannya.
Setelah menyalami tangan sang kakek, Baginda Nabi Saw bertanya, kenapa telapak tanganmu sampai kasar begini wahai sahabatku? Sang kakek menjawab. Saya bekerja memecahkan batu di gunung dan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluargaku. Itulah yang menyebabkan telapak tanganku sampai kasar begini. Baginda Nabi Saw mengambil tangan Sang Kakek dan menciumnya. Dan Nabi bersabda "Tangan yang seperti ini tidak akan di bakar oleh api neraka".
Sungguh luhur akhlakmu wahai Nabi
Sungguh penuh kasih engkau wahai Nabi
Sungguh engkau adalah Uswatun Hasanah bagi umatmu
Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Ala Alihi Wa Ashabihi Aj'main Wa Barik Wa Sallim
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar