Kabar Gembira Kehamilan Siti Sarah R.ah Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 7)
Kabar Gembira Kehamilan Siti Sarah R.ah
Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 7)
Junsyam Ininnawa
Jumat Pon 25 Juli 2025 - 29 Muharram 1447 H
Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah?
*****
Sang Orientalis melanjutkan pertanyaannya. Bagaimana riwayat kehamilan Sarah dalam literatur Islam?
Setelah peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim As. Penyembelihan anaknya Ismail, pembangunan Ka'bah Baitullah dan menerima perintah pelaksanaan haji. Nabi Ibrahim As kembali kepada istrinya Siti Sarah di Bersyeba daerah Israel sekarang ini.
Sesampainya dikediamannya di Bersyeba, Nabi Ibrahim As menceritakan semua kejadian yang dia alami selama di Makkah bersama Ismail , bagaimana dia menerima berbagai perintah Allah SWT lewat Malaikat Jibrail. Semua kejadian selama ini, termasuk perintah Allah SWT memindahkan Siti Hajar dan Ismail ke Gurun Paran Makkah ternyata mengandung hikmah yang begitu besar. Ini tentang hikmah besar pembangunan Ka'bah Dan pelaksanaan haji. Dan tidak lupa Nabi Ibrahim As meminta Siti Sarah agar ridha dengan ketentuan Allah SWT kepada Siti Hajar dan Ismail, serta memohon ampun kepada Allah SWT akan kesalahan yang ia perbuat kepada Siti Hajar dan Ismail. Semoga dengan itu Allah SWT merahmati kehidupan kita sekeluarga.
Setelah Siti Sarah bertaubat dan memohon ampun akan kesalahan dan perbuatannya kepada Siti Hajar dan Ismail. Terjadilah peristiwa kedatangan Malaikat menemui mereka berdua.
Dalam Al Qur'an Allah SWT berfirman tentang berita gembira kelahiran Ishak dalam Surat Hud : 69 - 73 :
وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ (69) فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ (70) وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ (71) قَالَتْ يَا وَيْلَتَا أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ (72) قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ رَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ (73) }
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Ibrahim menjawab, “Selamatlah.” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” Dan istrinya berdiri (di sampingnya), lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira akan (kelahiran) Ishak dan sesudah Ishak (lahir pula) Ya’qub. Istrinya berkata, “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” Para malaikat itu berkata, “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kalian, hai ahli bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”
Ayat yang diatas adalah dalil dalam Al Qur'an yang menceritakan bagaimana kisah awal mula kehamilan Siti Sarah.
Kisahnya dimulai ketika Nabi Ibrahim As kedatangan tiga orang tamu yang berkunjung kepadanya. Ketiga tamu itu adalah malaikat Jibril, Mikail dan Israfil. Ketiganya datang dengan rupa manusia.
Ketika mereka disuguhi oleh Nabi Ibrahim As dengan anak sapi panggang, tidak seorangpun yang menyentuk makanan itu sehingga Nabi Ibrahim As merasa aneh dan takut. Akhirnya malaikat itu menenangkan Nabi Ibrahim As agar tidak cemas dan takut karena mereka diutus untuk kaum Nabi Luth As. Sebelum kami menuju kepada Nabi Luth As, kami diperintah Allah SWT agar mampir kepadamu untuk memberi kabar gembira tentang kelahiran seorang anak yang sudah diberi nama dari langit yaitu Ishak. Dan Nabi Ibrahim juga sudah di informasikan akan kelahiran cucunya kelak dan sudah di beri nama juga dari langit yaitu Ya'kub.
Ketika Nabi Ibrahim As sedang berdialog dengan tamunya. Istrinya Siti Sarah berada di dekatnya sedang mendengar apa yang dibicarakan suami dengan tamunya. Menurut satu riwayat, ketika Siti Sarah mendengar informasi malaikat tentang dia akan melahirkan anak. Siti Sarah lantas kaget dan bertanya kepada tamunya, "Bagaimana mungkin aku bisa memiliki anak sedangkan aku adalah wanita yang mandul dan sudah tua, sedangkan suamiku Ibrahim juga sudah sangat tua?"
Malaikat itu menjawab, "Kenapa kamu heran dengan Rahmat Allah SWT." "Semua bisa terjadi kalau Allah SWT sudah berkehendak".
Setelah ketiga malaikat itu pergi untuk menemui Nabi Luth As. Seketika itu juga Siti Sarah merasakan ada darah haid yang tiba-tiba keluar, padahal dia sudah lama ia tidak mengalami menstruasi karena sudah mengalami menapouse.
Umur Nabi Ibrahim ketika Ishak Lahir adalah 100 tahun dan Siti Sarah sudah mencapai 90 tahun.
Setelah dijelaskan dengan baik oleh Sang Alim. Sang Orientalis mengatakan begitu runut anda menjelaskannya. Kemudian Sang Orientalis melanjutkan pertanyaannya yang masih mengganjal dikepalanya. Abraham diutus oleh Tuhan dalam Islam di tugaskan di mana saja? Terus pertanyaan kedua, menurut yang saya baca, makam Abraham di Makkah cuma berupa jejak kaki bukan kuburan?
*****
Kalau Nabi Ishak As dan Nabi Ya'kub As diberi nama langsung oleh Allah SWT lewat Nabi Ibrahim As. Lewat siapakah Allah SWT memberi tahu nama Rasulullah Muhammad Saw? Siapa orang yang memberi nama Muhammad?
Bersambung
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
Silahkan baca 6 artikel sebelumnya agar tidak salah faham
Artikel 1
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/sembelihan-agung-apakah-ismail-atau.html
Artikel ke 2
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html
Artikel 3
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/nabi-ibrahim-as-mengunjungi-ismail-di.html
Artikel 4
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/harusnya-anak-tunggal-abraham-dalam-al.html
Artikel 5
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/siapa-yang-pertama-kali-membangun-kabah.html
Artikel 6
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/07/kabar-gembira-kelahiran-ishak-nabi.html
#kisahsufi #kisahhikmah
#ceritasufi
#kisahnabi
#ceritanabi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari facebook
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar