Harusnya Anak Tunggal Abraham Dalam Al-Kitab Adalah Ismail Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 4)
Harusnya Anak Tunggal Abraham Dalam Al-Kitab Adalah Ismail
Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 4)
Jumat Pahing 05 Juli 2025 - 09 Muharram 1447 H
Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah?
*****
Setelah panjang lebar Sang Alim menjelaskan perbedaan pandangan tentang pengorbanan antara Islam dan Yahudi. Kemudian Sang Orientalis bertanya lagi. Bisakah engkau meyakinkan saya bahwa Ismail adalah anak dari Abraham yang dikorbankan? Sedangkan dalil dari Al kitab Taurat Yahudi menyatakan Ishak yang di korbankan?
Terus pertanyaan saya selanjutnya.
Bagaimana bisa Abraham meninggalkan istri dan anaknya di Padang tandus seperti itu?
Saya akan menjelaskan dengan dalil dari Al-Kitab perjanjian lama. Dalam ayat yang anda bacakan tadi Kitab Kejadian 22 - 2 tertulis:
22.2 Ambillah olehmu akan anakmu yang tunggal itu, yaitu Ishak, yang kau kasihi, bawalah akan dia ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana akan korban bakaran diatas sebuah bukit, yang akan Aku tunjukan kepadamu kelak.
Dalam ayat itu Allah SWT berfirman, "Ambillah olehmu akan anakmu yang tunggal itu."
Allah SWT berfirman kepada Nabi Ibrahim As bukan kepada Siti Hajar atau Siti Sarah. Allah SWT memerintahkan agar Nabi Ibrahim As mengambil anak tunggalnya. Jadi anak tunggal Nabi Ibrahim As waktu itu adalah Ismail bukan Ishak. Karena Ismail lebih dulu lahir dari pada Ishak. Kecuali ayat ini ditujukan kepada Siti Hajar maka bisa dibenarkan bahwa anak tunggal dalam ayat itu adalah Ishak.
Ada kontradiksi dalam ayat ini. Ayat ini memerintahkan mengambil anak tunggalnya yang bernama Ishak sedangkan anak tunggal waktu itu adalah Ismail. Setelah Ishak lahir, Ismail jadi anak pertama dan Ishak menjadi anak kedua.
Tujuan awal Siti Sarah meminta Nabi Ibrahim As untuk menikahi Siti Hajar mantan budaknya yang dimerdekakan adalah agar Nabi Ibrahim As bisa memperoleh keturunan dari Siti Hajar karena Siti Sarah merasa putus asa karena sudah puluhan tahun menikah dengan Nabi Ibrahim As tapi belum juga bisa memperoleh anak, walaupun sudah meminta suaminya yang seorang nabi untuk berdoa agar Allah SWT menugrahinya seorang keturunan.
Jadi setelah Ismail lahir maka anak tunggal Nabi Ibrahim As adalah Ismail. Setelah Siti Sarah melahirkan Ishak maka Nabi Ibrahim As mempunyai 2 orang anak dan Ismail sudah bukan anak tunggal lagi dari Nabi Ibrahim As karena sudah mempunyai adik.
Jawaban anda sangat masuk akal, kata Sang Orientalis kepada ulama didepannya sambil mengangguk-anggukan kepala.
Sang Alim melanjutkan. Mengenai kenapa Nabi Ibrahim As meninggalkan istri dan anaknya di padang gersang Makkah? Nabi Ibrahim As sangat taat dan patuh dengan petunjuk Allah SWT. Walaupun petunjuk itu sangat tidak masuk akal sekalipun, kalau itu adalah petunjuk Ilahi, Dia akan melakukannya, seperti meninggalkan keluarganya di gurun kering Makkah.
Menurut riwayat, ketika persediaan makanan dan minuman sudah habis. Ismail kecil menangis terus-menerus karena kehausan. Akhirnya Siti Hajar berlari kecil bolak-balik dari Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali dengan harapan bisa melihat musafir yang lewat dari ketinggian dan memperoleh sedikit bantuan makanan dan air dari musafir itu. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa Siti Hajar berlari bolak-balik karena melihat dikedua bukit itu fatamorgana yang dikiranya air.
Setelah lelah berlari diantara 2 bukit, Siti Hajar kembali dan duduk dengan putus asa karena tidak memperoleh air tidak jauh dari Ismail yang menangis kehausan. Ketika sedang menagis, Ismail menghentak-hentakkan kakinya ketanah sehingga muncul air dari dalam tanah di bawah kaki Ismail. Siti Hajar segera menggali pasir dibawa kaki Ismail dan membendung mata air itu dengan batu dan pasir sehingga berkubang menjadi sumur kecil dipermukaan tanah. Mata air itulah yang kini disebut Air Zamzam yang ada di dekat Ka'bah. Sumur ajaib yang tidak pernah kering dari zaman Nabi Ismail As walaupun dipompa dan diminum untuk kebutuhan umat Islam yang berhaji dari seluruh dunia.
Sang Alim itu juga menambahkan penjelasannya bahwa air zamzam ini adalah mata air ajaib yang tidak pernah berhenti mengalir. Musim apapun tidak pernah kering. Selain itu Air Zamzam juga mempunyai mineral yang komplek yang tidak dimiliki oleh mata air manapun didunia.
Air zamzam mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, magnesium, kalium, natrium, dan klorida dalam konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan air biasa. Selain itu, air zamzam juga mengandung bikarbonat, sulfat, nitrat, fosfat, dan fluoride. Beberapa penelitian juga menyebutkan adanya elemen seperti antimon, beryllium, bismut, bromin, kobalt, yodium, dan molibdenum dalam jumlah kecil.
Sang Orientalis melanjutkan pertanyaannya.
Apakah karena perintah Tuhan sehingga Abraham meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus dan kering? Apakah karena Air Zamzam yang tadi dijelaskan? Ataukah ada penjelasan yang lain?
Bersambung
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari facebook
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar