Nabi Ibrahim As Mengunjungi Ismail Di Gurun Paran Makkah Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 3)
Nabi Ibrahim As Mengunjungi Ismail dan Hajar Di Gurun Paran Makkah
Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 3)
Jumat Kliwon 27 Juni 2025 - 1 Muharram 1447 H
Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah?
*****
Setelah Sang Orientalis menjelaskan bagaimana penyembelihan Ishak menurut literatur Yahudi. Sang Orientalis lantas bertanya kepada Sang Alim. Bisakah Sang Alim menjelaskan bagaimana pandangan dia tentang pendapat umat Yahudi yang mengatakan bahwa Abraham hanya sekali ke Makkah. Abraham ke Makkah hanya ketika mengantar Hajar dan Ismail yang diusir oleh Sarah? Setelah itu tidak pernah lagi menengok Hajar dan Ismail di Makkah ?
Sang Ulama itu menjawab dengan bijak bahwa, memang bangsa Yahudi percaya bahwa Siti Hajar dan anaknya Ismail diusir oleh Siti Sarah. Ini dikarenakan kecemburuan Siti Sarah kepada mantan budaknya Siti Hajar.
Memang dalam literatur Alkitab tertulis cuma sekali saja Nabi Ibrahim As ke Makkah. Sejarawan Islam berpendapat bahwa ada catatan Alkitab yang hilang mengenai perjalanan Nabi Ibrahim As ke Gurun Paran Makkah.
Dalam literatur Islam, Nabi Ibrahim As beberapa kali mengunjungi Ismail dan ibunya di Makkah.
Kunjungan pertama ketika Nabi Ibrahim As mengantarkan Siti Hajar dan Ismail ke lembah tandus Makkah.
Dalam kunjungan ketiga atau keempat itulah peristiwa besar penyembelihan Ismail itu terjadi. Setelah menyelesaikan ujian peristiwa besar penyembelihan Ismail dan digantikan dengan domba , Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Ibrahim As untuk membangun Ka'bah bersama bersama dengan anaknya Ismail. Setelah membangun Ka'bah Baitullah, Nabi Ibrahim As mengumumkan kepada masyarakat agar melaksanakan ibadah haji.
Pernah juga Nabi Ibrahim As datang tapi tidak bertemu dengan anaknya Ismail. Ibrahim hanya menyampaikan pesan kepada Ismail melalui istrinya untuk mengganti pintu rumahnya. Dan disaat kedatangan berikutnya Nabi Ibrahim As menyampaikan pesan kepada Ismail agar memperkokoh pintu rumahnya.
Dalam kunjungan lain, Nabi Ibrahim As bertemu dengan Ismail di bawah sebuah pohon dekat sumur Zamzam.
Bagaimana sejarah pengusiran Siti Hajar oleh Siti Sarah bisa terjadi dalam literatur Islam? Tanya Sang Orientalis
Pengusiran ini terjadi karena kecemburuan Siti Sarah melihat mantan budaknya (Siti Hajar) yang dia merdekakan. Setelah itu Siti Sarah meminta kepada Nabi Ibrahim As agar bersedia menikahi Siti Hajar dengan harapan, pernikahan Nabi Ibrahim As dan Siti Hajar melahirkan seorang anak yang akan menjadi penerus buat Nabi Ibrahim As yang tidak bisa diperoleh dari dirinya. Apalagi usia Nabi Ibrahim As sudah berumur 85 tahun dan belum memiliki penerus.
Awalnya Siti Sarah masih bisa memberikan toleransi kepada Siti Hajar yang masih dalam kondisi mengandung.
Setelah Siti Hajar dikarunia oleh Allah SWT seorang anak, sedangkan dia (Siti Sarah) yang sudah lama membina rumah tangga dengan Nabi Ibrahim As tapi belum juga dikaruniai seorang anak yang akan mewarisi Nabi Ibrahim As. Karena kecemburuan dalam dari Siti Sarah tidak terbendung lagi melihat kebahagiaan Siti Hajar yang sudah dikaruniai anak, maka Siti Sarah meminta kepada Nabi Ibrahim As agar menjauhkan (mengusir menurut riwayat Yahudi) Siti Hajar dengan anaknya Ismail dari rumah mereka dan kampung mereka Bersyeba (Be'er Sheva).
Tadi kata Sang Ulama, anda mengatakan bahwa setelah Ismail lahir, Siti Hajar juga segera hamil dan melahirkan anaknya Ishak. Dalam literatur Islam, belasan tahun setelah Ismail lahir barulah Siti Sarah hamil dan melahirkan Ishak.
Dalam kegundahan melihat kecemburuan Siti Sarah yang sudah berlebihan. Nabi Ibrahim As memohon kepada Allah SWT agar menunjukkan jalan keluar bagi dirinya dan keluarganya.
Akhirnya Nabi Ibrahim As menerima petunjuk dari Allah SWT agar membawa istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail ke sebuah lembah di Makkah. Jarak Bersyeba dan Makkah sekitar 1.500 Km ke arah tenggara.
Sesampainya Nabi Ibrahim As sekeluarga diwilayah padang pasir yang kering dan dikelilingi pegunungan batu yang cadas. Terbersit keraguan dalam diri Nabi Ibrahim As meninggalkan istri dan anaknya di gurun Paran ini. Walaupun awalnya Nabi Ibrahim agak ragu ketika melihat tempat yang ditunjukkan Allah SWT untuk didiami istri dan anaknya, tapi Nabi Ibrahim As dengan iman dan ketaatannya kepada perintah Allah SWT berusaha menguatkan diri bahwa inilah tempat yang terbaik untuk keluarganya. Allah SWT tidak akan membuat mereka menderita kelaparan.
Ada 2 riwayat tentang berapa lama Nabi Ibrahim As menetap di Makkah ketika mengantar kelurganya. Ada yang mengatakan 3 hari dan ada yang mengatakan langsung kembali ke Bersyeba hari itu juga.
Ketika Nabi Ibrahim As hendak pergi meninggalkan keluarganya. Siti Hajar memegang baju Nabi Ibrahim As dan bertanya. Apakah kamu akan meninggalkan kami berdua di negeri yang tak berpenghuni, tak berair dan tak memiliki pangan ini? Nabi Ibrahim As menjawab, Allah SWT yang telah memerintahkanku untuk mengantar dan meninggalkanmu disini, maka Dia juga yang mencukupi kalian.
Sebelum Nabi Ibrahim As meninggalkan keluarganya dengan sedikit persediaan air dan makanan. Nabi Ibrahim As berdoa:
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Artinya: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
Itulah beberapa perbedaan tentang sejarah keluarga Ibrahim dari sudut Islam dan Yahudi dan Nasrani, kata Sang Ulama kepada Sang Orientalis.
Kemudian Sang Orientalis bertanya lagi. Bisakah engkau meyakinkan saya bahwa Ismail adalah anak dari Abraham yang dikorbankan? Sedangkan dalil dari Al kitab Yahudi menyatakan Ishak yang di korbankan?
Bagaimana bisa Abraham meninggalkan istri dan anaknya di Padang tandus dan kering seperti itu?
Bersambung
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari facebook
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar