Kisah Penyembelihan Ishak di Bukit Moria Yerusalem - Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 2)
Penyembelihan Ishak di Bukit Moria Yerusalem
Nabi Ibrahim As Bapak Para Nabi (Bagian 2)
Jumat Pon 20 Juni 2025 - 24 Dzulhijjah 1446 H
Oneday terjadi pertemuan antara seorang Ulama Muslim dengan seorang Orientalis. Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara keduanya tentang siapa sebenarnya anak Nabi Ibrahim As yang disembelih untuk dikorbankan atas perintah Allah. Apakah Ismail anak dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar? Ataukah Ishak anak Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah?
Sang Alim bertanya tentang bagaimana kisah penyembelihan itu menurut literatur umat Yahudi dan Nasrani?
Menurut Sang Orientalis, Nabi Ibrahim atau Abram dan menjadi Abraham setelah perjanjian sunat, mengorbankan anaknya Ishak putra dari Sarah. Abraham berangkat di pagi hari menuju utara ke sebuah bukit yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya.
Peristiwa pengorbanan Ishak itu terjadi di Bukit Moria di wilayah Yerusalem sebagaimana yang tercatat dalam Al-kitab Perjanjian Lama. Peristiwa itu terjadi setelah pengusiran Siti Hajar dan anaknya Ismail yang masih balita. Pengusiran ini terjadi karena kecemburuan Siti Sarah setelah melahirkan anaknya Ishak. Siti Sarah merasa tidak nyaman dengan keberadaan Hajar dan anaknya Ismail di dalam rumah mereka. Kecemburuan itu dipicu terutama karena Ismail tampaknya merendahkan Ishak, dan juga Siti Sarah takut kalau Ismail menjadi penerus dan ahli waris dari Abraham.
Dalam Al-kitab Perjanjian Lama Tuhan berfirman dalam Kitab Kejadian 22. 1 - 3:
22.1. Setelah semuanya itu. Allah mencoba Abraham. Dengan firman-Nya: "Abraham." Sahutnya: "Ya Tuhan"
22.2 Ambillah olehmuakan anakmu yang tunggal itu, yaitu Ishak, yang kau kasihi, bawalah akan diake tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana akan korban bakaran diatas sebuah bukit, yang akan kutunjuk kepadamu kelak.
22.3. Maka bangunlah Ibrahim pagi-pagi hari, dipelanakannya keledainya, lalu dibawa sertanya akan dua orang hambanya dan akan Ishak anaknya pun dan dibelahnya kayu akan korban bakaran, lalu berangkatlah ia berjalan ke tempat yang telah dikatakan Allah
kepadanya.
Abraham berangkat dipagi hari dari Beor Sheba/ Be'er Sheva/Bersyeba¹ menuju Bukit Moria di Yerusalem untuk mengorbankan Ishak. Bukit Moria berjarak sekitar 100 km dan berada di timur laut dari Bersyeba. Abraham berangkat di pagi hari bersama Ishak dan 2 orang budaknya yang membantu menggembalakan domba-dombanya. Abraham mengajak Ishak karena Dia mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya sebagai pengorbanan di sebuah bukit.
Dalam perjalanan menuju Bukit Moria, Ishak bertanya kepada ayahnya Abraham, kalau memangnya Allah memerintahkan kita menyembelih domba, kenapa kita tidak membawa domba kesana? Abraham menjawab bahwa Allah yang akan menyediakan dombanya nanti disana.
Sesampainya dilembah sekitar Bukit Moria Abraham meminta kepada kedua budaknya untuk menunggunya di bawah bukit ini, karena Dia dan anaknya Ishak akan naik ke Bukit Moria. Ketika keduanya sudah sampai di atas Bukit Moria Abraham menyampaikan kepada Ishak perihal Perintah Ilahi untuk mengorbankannya. Ishak mematuhi perintah ayahnya. Ishak akhirnya dinaikkan diatas sebuah mezbah (susunan batu persembahan) kemudian diatas mezbah itu diletakkan kayu dan Ishak diletakkan diatas kayu itu untuk disembelih.
Ketika Abraham bersiap menyembelih anaknya Ishak di Bukit Moria, Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk menghentikan dan memerintahkan Abraham untuk tidak menyembelih Ishak. Ketika perintah larangan itu diterima oleh Abraham, Dia melihat seekor domba jantan terjerat dalam semak tidak jauh darinya. Segera Abraham menangkap domba itu dan menyembelihnya sebagai pengganti Ishak.
Sang Orientalis melanjutkan. Bukit Moria ini adalah Tanah Yang Suci menurut Bangsa Israel karena disitulah leluhur Bangsa Yahudi yaitu Ishak di korbankan oleh Abraham atas perintah Allah. Di Bukit itulah nanti Shlomo (Ibrani) Solomon / Nabi Sulaiman As di perintahkan oleh Allah membangun Bait Suci /Kuil Suci untuk Bangsa Yahudi. Bait Suci ini dibangun oleh Raja Solomon sebagai tempat beribadah dan berdoa bagi Kaum Yahudi.
Pada tahun 70 Masehi bangunan ini di bakar dan diruntuhkan oleh pasukan Romawi dibawa kekaisaran Titus. Dan reruntuhan dari Bait Suci Sulaiman itulah yang dijadikan Umat Yahudi sebagai Tembok Ratapan di Yerusalem, Palestina sekarang ini.
Begitulah kisah pengorbanan Ishak menurut literatur Yahudi Nasrani kata Sang Orientalis kepada Sang Ulim yang berdialog dengannya.
Kemudian Sang Orientalis bertanya lagi kepada Sang Ulim didepannya. Bagaimana engkau menjelaskan tentang pendapat Kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Abraham cuma sekali saja menginjakkan kakinya di Makkah. Abraham ke Makkah hanya mengantarkan Hajar dan Ismail ketika diusir oleh Sarah?
Bersambung
Keterangan:
1 Be'er Sheva atau Bersyeba adalah sumur atau mata air yang dijadikan nama/penyebutan daerah tempat Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah tinggal menetap.
Bersambung
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
https://bijaksini-bijaksana.blogspot.com/2025/06/kisah-penyembelihan-ishak-di-bukit.html
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformoslem
*gambar diambil dari facebook
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar