Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 5) - Nabi Yang Suka Menolong

 Keagungan Akhlak Al Musthafa (Bagian 5)


Nabi Yang Suka Menolong


20 Dzulhijjah 1446 H

Senin Wage 16 Juni 2025

Oneday Nabiyullah Muhammad Saw berjalan-jalan bersama para sahabatnya. Ketika melewati sebuah sumur yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk mengambil air. Rasulullah Saw melihat seorang wanita tua yang sudah renta mengambil air disumur itu. Wanita tua itu sudah tidak mampu menarik air dari sumur itu.


Baginda Nabi Saw menyuruh sahabatnya menunggu agak jauh dari sumur itu dan beliau mendekati wanita tua itu dan menawarinya bantuan seraya berkata, "Wahai ibu! Bolehkah aku membantumu?"


"Boleh, silahkan nak! Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan" jawab wanita tua itu. Rasulullah membantu wanita tua itu tanpa diketahui oleh wanita itu siapa sebenarnya yang membantunya.


Baginda Nabi Saw kemudian membantu wanita tua itu menimba air dari sumur itu dan memasukkan airnya ke dalam qirbah¹. Setelah qirbah itu penuh, Rasulullah Saw menutupnya dan berkata kepada wanita tua itu. "Engkau tinggal dimana Bu?"


"Saya tinggal diperkemahan tidak jauh dari sini." Jawab wanita tua itu.


Baginda Nabi Saw berkata, " Saya akan membawakan qirbah ini untukmu sampai di depan kemahmu. Ibu berjalan saja di depan, saya akan mengikutimu dari belakang.


Ketika Rasulullah Saw mau mengangkat qirbah itu, salah seorang sahabatnya mendekat untuk membantu Nabi Saw membawanya ke kemah wanita tua itu tapi Rasulullah Saw melarangnya karena Dia sendiri yang akan membawanya sampai ke kemah wanita tua itu. Para sahabat mengikuti dibelakang Nabi Saw sampai di komplek perkemahan.


Sesampainya di depan kemah, wanita tua itu menyuruh Rasulullah Saw meletakkan qirbah itu di depan pintu dan segera masuk memanggil anaknya.


Di dalam kemah anak-anaknya bertanya, "Ibu dari mana saja tadi?" Ibu dari sumur mengambil air, tolong kamu masukkan qirbah depan pintu itu ke dalam katanya kepada salah seorang anaknya.


Ketika anak itu mengangkat qirbah yang agak berat itu ke dalam, anaknya bertanya, "Apakah ibu yang mengangkat qirbah yang berat ini dari sumur?" Bukan aku yang membawanya tapi tadi ada lelaki yang membantuku menimba air dan membawanya sampai kedepan pintu" jawab ibu itu.


"Siapakah orang itu Ibu?" tanya anaknya, kita harus berterima kasih kepadanya. Ibu itu keluar dan menunjuk kepada seseorang yang sudah menjauh dari kemahnya.


Anak laki-laki dari ibu itu mengejar Baginda Nabi Saw. Setelah melihat langsung siapa orang itu, anak itu mengenal siapa sosok yang membantu ibunya dan tak lupa mengucapkan terima kasih karena sudah membantu ibunya.


Setelah sampai di kemahnya, anak itu bertanya. "Apakah ibu tidak mengenal siapa lelaki yang sudah membantu ibu?" "Tidak, aku tidak mengenalnya" jawab ibunya.


"Orang yang sudah membantu ibu itu adalah Baginda Nabi Muhammad Saw. Orang itu adalah orang yang selama ini kita bicarakan, pembawa agama Islam untuk seluruh umat manusia. Orang itu adalah orang yang ibu harapkan bertemu dengannya." Jawab anaknya dengan menggebu-gebu.


Wanita tua itu terharu serta menangis. Dia diliputi oleh kebingungan, ternyata orang yang dia harapkan untuk bertemu dengannya ternyata adalah orang yang membantunya mengisi air kedalam qirbah dan mengangkut air itu untuknya sampai kedepan pintu kemah.


Dengan air mata yang masih mengalir, ibu itu langsung berlari mengejar Baginda Nabi Muhammad Saw untuk memohon maaf dan menyampaikan rasa penyesalannya karena tidak mengenali Rasulullah Saw dan wanita tua itu tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya sudah membantunya.


Rasulullah Saw menyambut ibu itu dengan senyumnya yang ramah. Nabi Saw menghibur ibu itu dengan mengatakan, "Sudah sepantasnya manusia itu saling tolong-menolong sebagaimana yang beliau lakukan tadi." Nabi Muhammad Saw juga tidak lupa mendoakan ibu itu, "Semoga Allah SWT menganugrahkan kesehatan dan keberkahan buat ibu dan keluarga."


Keterangan:

1 Wadah air dari kulit domba yang digunakan orang Padang pasir dulu untuk menyimpan air untuk minum dan kebutuhan lainnya.


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformuslim


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)