Canda Ala Nabi (Bagian 2) Unta itu Anak Unta

 Canda Ala Nabi (Bagian 2)


Unta itu Anak Unta


28 Dzulqaiddah 1446 H

Senin Pon 26 Mei 2025

Oneday ketika Baginda Nabi Saw sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan seorang perempuan saudagar Mekkah Khadijah Binti Khuwailid. Dalam persiapan pernikahan ini Beliau dibantu oleh ibu asuhnya Ummu Aiman, dia yang membatu keluarga Abu Thalib membesar Baginda Nabi Saw sepeninggal ibunya, Aminah binti Wahb.


Ummu Aiman yang mempunyai nama asli Barkah binti Tsa'labah adalah seorang hamba sahaya yang diwariskan kepada Nabi Muhammad Saw oleh ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib. Ummu Aiman mengasuh Nabi Muhammad Saw sampai usia dewasa. Dia dimerdekakan setelah Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah binti Khuwailid.


Setelah acara persiapan  sudah selasai. Ummu Aiman meminta kepada Baginda Nabi Saw untuk menyediakan unta buatnya agar bisa digunakan pulang ke rumah.


"Kami hanya punya anak unta, kami sudah menyiapkannya untukmu" jawab Nabi Saw kepada ibunya (Nabi Saw sering memanggil Ummu Aiman dengan panggilan ibu).


"Memang tidak ada unta yang agak dewasa? Anak unta itu tidak akan sanggup menahan beban beratnya badanku." "Aku tidak akan menungganginya, aku tidak tega menaikinya."


Rasulullah Saw pun tersenyum melihat reaksi Ummu Aiman. Baginda Nabi Saw mengajak Ummu Aiman menuju tempat unta itu ditambatkan untuk melihat langsung anak unta yang dimaksud.


Sesampainya ditempai anak untaat unta itu diikat. Baginda Nabi Saw menunjukkan anak unta yang dimaksud, yang akan digunakan Ummu Aiman. ketika melihat anak unta itu, ummu Aiman agak kaget karena unta yang diperlihatkan Baginda Nabi Saw adalah unta yang sudah dewasa. "Bagaimana bisa engkau mengatakan unta sebesar ini sebagai anak unta?" tanyanya kepada Baginda Nabi Saw.


"Bukankah setiap unta itu adalah anak unta dari ibunya?" jawab Rasulullah Saw sambil mengelus-elus unta itu.


Ummu Aiman tersenyum dan tertawa kecil sambil berkata: "Oh iya ya. Betul! Betul itu ya Muhammad. Semua unta adalah anak dari ibu unta"


Rasulullah Saw tersenyum melihat Ummu Aiman tertawa dan Nabi Saw melihat rona bahagia diwajah ibu asuhnya.


Nabi Muhammad Saw sangat menghormati Ummu Aiman. Ummu Aiman yang mendampingi dan merawat Muhammad selama perjalanan dari Yatsrib (Madinah) Ke Mekkah ketika ibunya Aminah binti Wahb tiba-tiba sakit dan meninggal di Yatsrib setelah menziarahi pusara suaminya Abdullah bin Abdul Muthalib. Rasulullah Saw pernah bersabda: ”Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibuku (wafat).”


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformuslim


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)