Canda Ala Nabi (Bagian 1) Zahir Putra Dusun
Canda Ala Nabi (Bagian 1)
Zahir Putra Dusun
07 Dzulqaiddah 1446 H
Senin Pahing 05 Mei 2025
Oneday ada seorang badui¹ sahabat nabi yang sering datang ke Madinah untuk berdagang di pasar. Namanya sahabat itu adalah Zahir bin Haram. Karena rumahnya jauh dari Madinah maka sekali sampai dua kali seminggu datang ke pasar Madinah untuk menggelar lapak dagangannya.
Setiap kali Zahir bin Haram memasuki Kota Madinah, dia selalu menyempatkan diri untuk menemui orang yang sangat dikasihinya Baginda Nabi Muhammad Saw, orang yang telah memberikan cahaya Islam dalam hidupnya dan cahaya iman didalam hatinya. Dan Rasulullah Saw juga selalu menyambutnya dengan bahagia dan senyum sumringah setiap kali dia melihat Zahir bin Haram datang menemuinya.
Pada suatu waktu Baginda Nabi Saw berjalan-jalan ke pasar untuk melihat bagaimana kondisi pasar dan para pedagang di sana.
Dari kejauhan Baginda Nabi Saw melihat Zahir bin Haram dengan pakaiannya yang lusuh sedang berjualan di pasar. Baginda Nabi Saw mendekati Zahir tanpa di sadari olehnya. Diam-diam Nabi Saw memeluk Zahir dari belakang. Sontak saja keadaan itu membuat Zahir kaget dan berusaha melepaskan diri.
"Siapa ini? Ucap Zahir".
Tanpa melepaskan Zahir, Rasulullah Saw dengan santainya berkata, "Siapa yang mau membeli budakku ini?"
Mendengar suara yang ingin menjualnya, bukannya Zahir bin Haram memberontak melepaskan diri, malah semakin merapatkan tubuhnya ke dada Sang Nabi Saw karena dia mengenali suara orang yang ingin menjualnya tersebut.
Zahir bin Haram menjawab Rasulullah dengan suara yang agak merendah karena merasa seorang arab dusun yang terpencil dan jauh dari kota. "Lihatlah ya Rasulullah, aku ini tidak ada harganya, tidak ada seorang pun yang mau membeliku".
Rasulullah Saw menimpali ucapan Zahir dengan berkata: "Tidak begitu wahai Zahir, hargamu sangat tinggi di hadapan Allah SWT".
*****
Ada sebuah hadits sahih diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menjelaskan kemulian seseorang di hadapan Allah SWT, yang berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian. [HR. Muslim no. 2564]
Ket:
1 orang Badui atau kadang juga disebut arab Badui adakah orang arab yang tinggal di dusun atau di gunung di luar Kota Madinah.
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blog kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar