Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 7 - Habis) Bukan Manusia Tapi Malaikat

 Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 7 - Habis)


Bukan Manusia Tapi Malaikat


Jumat Pahing 30 Mei 2025 - 03 Dzulhijjah 1446 H

Gambar hanya ilustrasi


Oneday Zulaikha merasa cemas dan was-was karena gosip tentang dirinya yang mengejar-ngejar Yusuf sudah menyebar di kalangan istana. Para wanita-wanita, istri para pembesar istana bergosip tentang dirinya. Zulaikah merasa malu karena wanita-wanita itu merendahkannya dengan berkata, "istri Al Aziz sudah menggoda anak angkatnya untuk melayani keinginannya".


Pada awalnya Zulaikha menyayangi Yusuf sebagai ibu menyayangi anak angkat tapi setelah Yusuf beranjak dewasa, Yusuf menjadi remaja yang sangat tampan yang mengubah rasa sayang dalam diri Zulaikha menjadi hasrat cinta berbumbu syahwat yang membuatnya tergila-gila dengan ketampanan Yusuf.


Walaupun berusaha menutupi tapi akhirnya berita tentang dirinya menggoda Yusuf sudah menyebar. Zulaikha  juga wanita biasa yang punya rasa malu karena perbuatan tersebut sudah tersebar dikalangan istana.


Akhirnya dengan izin suaminya, Zulaikha  mengadakan acara jamuan makan dan mengundang para wanita-wanita dalam istana yang selama ini bergosip tentang dirinya dan Yusuf.


Zulaikha menyiapkan pisau kecil dan beberapa buah-buahan untuk dimakan oleh para tamu undangan. Sebelum itu, Zulaikha sudah memerintahkan kepada Yusuf untuk bersiap nanti kalau nanti dirinya dipanggil keluar untuk di perkenalkan kepada para teman-temannya. 


Ketika acara jamuan makan berlangsung dan kepada wanita-wanita istana itu dipersilahkan memakan buah dengan cara mengupasnya sendiri dengan pisau kecil yang sudah disiapkan. Zulaikha memanggil Yusuf keluar untuk bertemu dengan wanita-wanita istana yang sudah menunggu dirinya.


Ketika wanita-wanita istana itu melihat Yusuf secara langsung. Wanita-wanita itu terpesona dengan ketampanan Yusuf dan tanpa sadar mereka melukai tangan mereka yang sedang mengupas buah. Mereka berujar: "Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia, ini benar-benar seorang malaikat yang mulia"


Ketika mereka tersadar dari kekhusyu'an melihat keelokan Yusuf, darah sudah bercucuran dari tangan mereka dan membasahi baju yang mereka kenakan.


*****


Kisah Yusuf As ini termaktub dalam Firman Allah dalam Surah Yusuf - Al Qur'an Karim. Mungkin ada yang bertanya. Apa hubungannya kisah Nabi Yusuf As ini dengan judul tulisan ini, apa shalat khusyu' itu?


Ada ulama yang mengatakan bahwa khusyu' itu adalah keadaan yang dialami oleh para wanita-wanita istana itu melihat Yusuf keluar bertemu mereka. Bagaimana terpesonanya mereka melihat ketampanan Yusuf yang membuat mereka tidak sadar melukai tangan mereka.

Mereka terkagum-kagum  sampai keluar kata-kata bahwa "Sungguh Allah itu benar-benar Maha sempurna, ini bukan manusia biasa tapi ini adalah malaikat yang turun ke dunia.


Shalat khusyu' itu ketika manusia bisa terpesona ketika shalat menghadap kepada Allah SWT. Ini hanya salah satu pendapat dari banyak pendapat yang ada.


Bagaimanakah caranya memperoleh shalat khusyu' itu?


Ada yang mengatakan bahwa orang shalat itu ada 2. Shalat ahli syariat dan shalat ahli hakikat.


Shalat ahli syariat atau berorientasi syariat fikih saja tanpa memaknai shalat secara batin, bersucinya / wudhunya dengan air sedangkan shalat orang yang hakikat, selain  bersucinya dengan air wudhu juga mensucikan diri memerangi hawa nafs dan syahwat nafs. Shalat ahli hakikat menghindarkan anggota tubuh yang dibasuh dari perbuatan dosa yang menzalimi jiwanya atau menzalimi nafsnya.


Shalat ahli hakikat itu khusyu'nya setelah sekian lama memerangi pengaruh hawa dan syahwat atas nafs-nya / terhadap dirinya. Ketika pengaruh hawa dan syahwat nafsunya sudah banyak berkurang maka ketika dia melaksanakan shalat maka dia akan memperoleh khusyu' dalam shalatnya. Dengan kata lain Allah SWT memasukkan kekhusyu'an kedalam hati mereka, jiwa mereka.


Sholat khusyuk adalah sholat yang dikerjakan dengan penuh ketenangan hati dan pikiran, serta penghadiran diri yang tulus kepada Allah. 


Arti khusyuk dalam sholat: 

- Diamnya anggota badan

- Tenangnya hati

- Memusatkan pikiran kepada Allah

- Merendahkan diri di hadapan Allah

- Memasrahkan diri sebagai bentuk pengabdian pada Allah.


Hadirnya hati ketika shalat menghadap Allah SWT. Diwaktu takbiratul ihram memulai shalatnya, semua yang diluar shalat disingkirkan dan hanya fokus kepada sembah sujud hamba kepada khaliknya. Perkataan dan perbuatan ikut dihadirkan sejak awal hingga akhir sholat.


Diwaktu melakukan shalat sebaiknya jangan tergesa-gesa, memfokuskan hati dan pikiran untuk memahami apa yang dibaca, baik itu Alquran, dzikir, maupun doa-doa dalam sholat. Melakukan setiap gerakan dan perpindahan dari satu posisi ke posisi lain dengan tenang dan perlahan.


Oneday seorang murid bertanya kepada Gurunya, Imam Al Ghozali. Wahai guru, bagaimana caranya menjauhi godaan iblis dan mendekati Allah SWT dengan khusyu'?


Imam Al Ghazali yang mempunyai gelar Hujjatul Islam menjawab:


Bagaimana pendapatmu jika ada orang yang mengusir anjing, namun dia masih menyimpan tulang dan makanan kesukaan anjing di sekitarnya?


Tentu saja anjing itu akan selalu kembali mendekati orang itu walaupun anjing itu telah di usir. Jawab sang murid.


Iman Al Ghozali menjelaskan:

Demikian juga orang yang rajin shalat, berzikir dan berbagai ibadah lainnya. Iblis akan terus datang dan mendekat umat Muhammad Saw bahkan bersahabat dengannya untuk mengganggunya dalam beribadah.


Tahukah kamu apakah makanan anjing (iblis) yang selalu manusia siapkan di dalam dirinya ? 


Makanan itu adalah penyakit yang merusak  hati itu adalah:

1. Kesombongan

2. Iri Hati

3. Dengki

4. Syirik

5. Bersikap acuh

6. Riya'

7. Ghibah

8. Marah

9. Takabbur

10. Ujub / bangga diri (merasa shaleh, suci, benar)

11. Buruk sangka (su'uzhon)

12. Mengambil yang bukan haknya (mencuri, korupsi)

13. Menghasud /propokator

14. Ghibah (bergosip)

15. Bakhil (kikir)

16. Rakus dan tamak

17. Cinta dunia

18. Maksiat

19. Pendendam

20. Zina

21. Berbohong

22. Menipu

23. Bertengkar

24. Menghina

25. Mengeluh


Dan masih banyak lagi penyakit hati akibat pengaruh hawa dan syahwat manusia.


Kalau penyakit hati itu masih kita simpan didalam diri maka iblis terlaknat akan selalu mengganggu.


Bagaimana engkau bisa memperoleh khusyu' dalam shalat jika masih ada makanan iblis dalam dirimu.


Jangan harap khusyu' nya shalat akan engkau dapatkan sebelum engkau membersihkan diri / tazkiyatun nafs dalam kehidupanmu. Allah akan menugrahkanmu kekhusyu'an ketika dirimu sudah bersih dari kotoran. Khusyu' akan hadir ketika engkau sudah mati didalam hidup, ketika jiwamu menjadi raja dalam jasadmu.


Saya mau menurup tulisan ini dengan ungkapan dari Maulana Jalaluddin Rumi Al Balkhi "Cinta itu seperti shalat, keduanya batal tanpa kesucian".


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:



*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformuslim


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)