Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 5) Shalat Yang Di Percepat
Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 5)
Shalat Yang Di Percepat
Jumat Pon 16 Mei 2025 - 18 Zulqaiddah 1446 H
Oneday Nabiyullah Muhammad Saw sedang melaksanakan shalat jamaah bersama para sahabat dan beberapa orang sahabat wanita. Di pertengah shalat, Rasulullah Saw mendengar ada seorang bayi yang menangis di dalam masjid. Rasulullah Saw mempercepat shalatnya karena khawatir ibu si bayi akan gelisah dengan tangisan anaknya.
Seusai shalat, salah seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang terjadi? Kenapa shalat jamaah hari ini engkau percepat selesainya, tidak seperti biasanya?"
Rasulullah Saw menjawab, "Tadi aku mendengar ada anak kecil yang menangis, aku khawatir ibunya akan gelisah dengan tangisan anaknya".
Dalam riwayat yang lain.
Oneday ada 2 orang sahabat yang tinggal jauh dari Madinah datang ke kota itu. Ketika bertemu dengan Aisyah binti Abu Bakar, salah satu dari keduanya bertanya. "Beritahukan kepada kami berdua tentang hal apa yang paling mengesankan yang pernah engkau lihat dan rasakan selama bersama mendampingi Baginda Nabi Saw?"
Aisyah R.ah menjawab bahwa banyak hal yang sangat mengesankan aku kepada Rasulullah Saw tapi ada satu hal yang saya ingat yang paling mengesankan sampai saat ini.
Pada suatu malam, Baginda Nabi Saw mendekat kepadaku sampai kulitnya bersentuhan dengan kulitku, lalu beliau berdiri dan berkata, "Hai Aisyah, aku memohon izinmu untuk memperkenankan aku beribadah kepada Tuhanku malam ini." Aku menjawab, " Ya Rasulullah, demi Allah aku senang jika dekat denganmu, tapi aku juga senang jika engkau menyembah Tuhanmu." Dalam riwayat yang lain Aisyah R.ah menjawab, "aku ingin selalu dekat denganmu, tetapi aku tidak kuasa mencegah keinginanmu."
Sang Nabi kemudian mengambil qirbah¹nya untuk berwudhu kemudian berdiri melaksanakan shalat malam. Dalam shalatnya beliau menangis hingga membasahi janggutnya. Beliau shalat, rukuk dan sujudnya dengan linangan air mata sampai membasahi pangkuannya dan membasahi tempat sujudnya.
Setelah shalat aku mendekatinya dan bertanya, "Bukankah Allah SWT telah mengampuni segala dosamu wahai Nabi?"
Beliau menjawab, "Hai Aisyah, apakah tidak boleh aku menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur.
*****
Kisah-kisah tentang shalat malam Sang Nabi Saw ini ada banyak haditsnya yang di riwayatkan oleh beberapa sahabat-sahabat dan istri-istrinya.
Dalam kisah yang di riwayat oleh Bilal bin Rabah mengatakan bahwa dia menemui Baginda Nabi yang tidak kunjung datang setelah azan dikumangkan, ternyata Sang Nabi sedang berdoa dengan berurai air mata.
Dalam hadits yang lain yang di riwayatkan oleh Aisyah R.ah dan Mughirah bin Syu'bah mengatakan bahwa Rasulullah Saw sampai bengkak kakinya karena rutinitas dan lamanya shalat malam.
Kalau kita menganalisa shalat khusyu' Baginda Nabi Saw dalam kisah yang pertama, maka kita akan menemukan bahwa walaupun Baginda Nabi Saw sedang shalat tapi beliau masih mendengarkan apa yang terjadi disekitarnya, sampai tangisan anak kecil pun sangat menggugah hati Sang Nabi hingga mempercepat shalatnya agar ibu si bayi tidak khawatir dengan anaknya.
Dalam kisah yang kedua diatas menyiratkan sebuah pesan bahwa Baginda Nabi Saw itu sangat senang dengan shalat malam. Dalam shalat malam ini beliau menikmati shalat khusyu' yang sangat instens dengan Ilahi Rabby. "Dialog suci" Nabi Saw di malam hari sangat di senangi Sang Nabi Saw karena di pertengahan malam inilah beliau menikmati Shalat yang benar-benar khusyu'.
Ada yang mengatakan bahwa pada dasarnya semua orang itu khusyu' dalam shalatnya. Cuma persentase khusyu' itu berbeda-beda disetiap orang. Ada yang shalat khusyu'nya 10 persen, 30 persen, 50 persen dan mungkin ada yang sampai 99 persen. Silahkan setiap orang menimbang sendiri nilai shalat khusyu' yang dia lakukan.
Khusyu' dalam shalat dimulai dengan memperbaiki wudhu kita ketika membasuh semua anggota tubuh yang diwajibkan. Setelah itu kita menyiapkan pakaian yang bersih. Bersih dalam syari'at disini adalah suci dari najis, walaupun pakaian itu sedikit kotor asalkan bersih dari najis maka dapat digunakan untuk shalat. Lebih baik lagi kalau kita mempunyai pakaian khusus shalat yang selalu dipakai ketika hendak shalat.
Untuk laki-laki biasanya menggunakan baju takwa, baju qurta, jubah arab, baju jas, bisa juga menggunakan baju tradisional selama itu pantas digunakan untuk shalat, seperti pangsi, baju koko, sarung dan lain-lain selama itu pantas menurut adab dan menutup aurat dalam shalat. Sebaiknya memakai kopiah, peci atau songkok agar rambut menjadi rapi ketika shalat. Yang terakhir memakai parfum secukupnya supaya wangi. Semuanya dilakukan agar terlihat ganteng menghadap Allah SWT.
Untuk wanita bisa menggunakan gamis panjang, baju kurung dan kaos kaki atau menggunakan mukena lebih bagus lagi karena Budaya Melayu, mukena sudah menjadi pakaian khusus wanita untuk shalat. Yang terakhir menggunakan parfum supaya wangi. Semuanya dilakukan agar kelihatan cantik menghadap Allah SWT.
Syarat Pakaian Shalat:
Pakaian menutup Aurat Shalat.
Tidak Ketat: Pakaian tidak boleh terlalu ketat apalagi transparan.
Bersih: Pakaian harus bersih dari najis.
Sebaiknya tidak menggunakan pakaian bergambar yang tidak pantas. Kalau bisa menghindari pakai baju kaos oblong bagi laki-laki. Secara syariat tidak dipermasalahkan cuma secara adab agak kurang pantas kecuali tidak memungkinkan situasi dan kondisinya.
Khusyu' adalah anugrah yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang mu'min. Apa yang kita persiapkan dengan baik sebelum shalat seperti wudhu, pakaian, tempat shalat, dan hati adalah usaha lahiriah kita untuk menyembah Allah SWT dengan baik. Semoga dengan persiapan lahir dan batin dengan baik sebelum shalat, dengan itu Allah SWT memberikan rasa khusyu' dalam shalat-shalat kita.
Ingatlah, ketika engkau menyebutkan diakhir niatmu "LILLAHI TA'ALAH" - "ALLAHU AKBAR" jangan sampai hatimu lepas dari Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat jiwa ragamu.
Keterangan
1 Qirbah adalah wadah air yang terbuat dari kulit yang sudah disamak. Menurut riwayat, Nabi Saw memiliki qirbah air wudhu yang berisi sekitar kurang dari 2 liter air yang dipergunakan untuk berwudhu Shalat Magrib, Shalat Malam, Shalat Subuh. Jadi Nabi Saw sekali berwudhu menggunakan sekitar Air 600 ml - 670 ml.
(Bersambung)
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼


Komentar
Posting Komentar