Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 4) Shalat Menggendong Cucunya
Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 4)
Shalat Menggendong Cucunya
Jumat Wage 9 Mei 2025 - 11 Zulqaiddah 1446 H
Oneday Rasulullah Saw keluar dari kediaman beliau di sebelah masjid sambil menggendong cucunya yang bernama Umamah binti Abi Al Ash, putri dari Sayyidah Zainab Rah. Ketika shalat mau dimulai dan beliau maju ketempat imam untuk mengimami kami sambil menggendong cucunya.
Kejadian ini terdapat dalam hadits yang dinukil dari kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dari Abu Qatadah Ra. berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتِ زَيْنَبَ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا
Artinya: "Rasulullah SAW pernah sholat sambil menggendong Umamah binti Zainab. Jika beliau sujud, beliau meletakkannya dan jika beliau berdiri, beliau menggendongnya." (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat muslim, hadits tersebut ditambahkan, "Padahal beliau sedang mengimami orang-orang."
*****
Jadi apakah shalat khusyu' itu? Satu lagi kisah yang membuat kita berpikir bagaimana Rasulullah Saw melaksanakan shalat khusyu' dengan mempraktikkan shalat sambil menggendong cucunya, meletakkannya ketika sujud dan mengambilnya kembali ketika hendak berdiri dari sujud. Sebagaimana yang tercantum dalam kisah dalam hadits nabi di atas.
Saya tetap meyakini bahwa Rasullullah Saw walaupun sambil menggendong cucunya masih tetap khusyu' dalam shalatnya.
Membaca kisah diatas membuat kita sekali lagi berpikir, bagaimana Sang Nabi Saw masih bisa khusyu' shalat dengan cara menggendong cucunya sementara mengimami shalat jamaah di hadapan sahabat-sahabatnya.
Shalat sudah ada sejak zaman Nabi-Nabi sebelum Muhammad SAW. Shalat sudah ada sejak Nabi Adam As turun ke bumi. Shalat adalah sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Tuhan pencipta semesta alam dan segala isinya. Shalat Subuh diwajibkan kepada Nabi Adam AS, Shalat Zhuhur diperintahkan kepada Nabi Daud AS, Shalat ‘Ashar diwajibkan kepada Nabi Sulaiman AS, Shalat Maghrib diwajibkan kepada Nabi Ya’kub dan ‘Isya diperintahkan kepada Nabi Yunus. Kelima Shalat itu dihimpun kepada Nabi Muhammad SAW.
Shalat, dalam konteks Islam, memiliki definisi yang berbeda-beda tergantung sudut pandang yang digunakan.
Shalat menurut bahasa bermakna
doa. Kata ini berasal dari kosakata arab Menurut Bahasa:
Shalat (صَلَاة) dalam "shalla" yang arti berdoa atau memohon.
Shalat menurut syariat atau ilmu fikih adalah ibadah yang meliputi serangkaian ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Syarat-syarat dan rukun shalat telah ditentukan dalam ajaran Islam.
Shalat menurut Ushul:
Dalam ilmu ushul fikih, shalat adalah kewajiban (fardhu) bagi setiap muslim yang memenuhi syarat tertentu, seperti berakal, baligh, dan muslim.
Menurut pendapat para ahli fikih dan Ushul fikih bahwa shalat itu terhitung sah ketika rukun-rukun shalat dari takbir sampai salam dilaksanakan dengan tertib maka shalat itu sudah sah dan mendapatkan pahala.
Menurut Tasawuf:
Shalat tidak hanya dipandang sebagai ritual formal, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam perspektif tasawuf, shalat bisa diartikan sebagai perjalanan spiritual menuju Allah, atau sebagai bentuk komunikasi antara hamba dengan Tuhannya. Dalam perspektif tasawuf, shalat bisa diartikan sebagai:
1. Perjalanan spiritual menuju Allah (mi'raj).
2. Bentuk komunikasi hamba dengan Tuhannya.
3. Cermin keimanan seorang mukmin.
4. Sarana untuk menyucikan hati dan menjauhkan diri manusia dari hal-hal yang tidak baik.
5. Sarana untuk mendidik jiwa dan hati dalam berzikir, berdoa, dan memuji-Nya.
Para ulama sufi juga berpendapat cara untuk khusyu' adalah dengan memahami apa yang kita baca dalam shalat. Memahami apa yang kita komunikasikan atau faham puja-puji yang kita baca di hadapan Allah SWT. Khusyu' tidak akan hadir tanpa kesadaran apa yang kita kerjakan dengan menghadirkan hati dan faham apa yang kita baca dalam Dialog Suci (dibaca: shalat).
Doa dan bacaan apa saja yang sebaiknya kita mengerti dan fahami dalam shalat:
1. Doa iftitah
2. Al Fatihah
3. Doa ruku'
4. Doa berdiri dari ruku'
5. Doa sujud
6. Doa duduk diantara 2 sujud
7. Doa tahiyat akhir
Lebih bagus lagi kalau bisa memahami juga makna surah-surah yang di baca setelah bacaan Al-fatihah.
Kalau kita memahami kalau shalat itu adalah dialog suci maka sebaiknya kita shalat dengan penuh kesadaran dan memahami apa yang kita baca dalam berdialog dengan Sang Maha Pencipta. Shalat adalah dialog 2 arah antara makhluk dan khaliknya bukan dialog 1 arah.
Ada ulama sufi yang menjelaskan bahwa khusyu' itu dimulai ketika takbir pertama karena makna takbiratul ihram pertama dalam shalat adalah semua yang di luar shalat harus di singkirkan dan yang hadir hanya Allah SWT. Ini adalah perkara yang sangat sulit dan perlu kerja keras untuk mendapatkan dan merasakannya, tapi semoga dengan usaha kita yang pantang menyerah suatu hari nanti Allah SWT menganugrahkan kekhusyu'an dalam shalat kita.
(Bersambung)
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar