Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 3) Shalat Kuda-Kudaan

 Apakah Shalat Khusyu' Itu? (Bagian 3)

Shalat Kuda-Kudaan

Jumat Wage 2 Mei 2025 - 4 Zulqaiddah 1446 H

Oneday Rasulullah Saw keluar dari kediamannya pada siang hari sambil menggendong salah satu cucunya yang masih balita, entah itu Hasan ataukah Husain. Ketika shalat berjamaah hendak dimulai. Rasulullah Saw meletakkan cucunya persis disampingnya karena beliau yang selalu mengimami kami shalat berjamaah. Dalam salah satu sujudnya, kami heran kenapa kali ini Rasulullah Saw sujudnya agak lama. Salah seorang sahabat yang berada di belakangnya mengangkat kepalanya dari sujud untuk melihat apa yang terjadi,  ternyata cucu Nabi Saw yang masih balita itu sedang naik ke punggung nabi. Sahabat itu kembali sujud sambil menunggu isyarat takbir diucapkan nabi.


Ketika shalat telah usai, salah seorang sahabat yang dibelakang ada yang bertanya. " Ya Rasulullah, tadi disalah satu sujudmu, engkau sujud begitu lama, apakah ada wahyu yang turun atau telah terjadi sesuatu kepadamu?" Baginda Nabi Saw menjawab, "semua perkiraanmu itu tidak benar, tadi itu cucuku ini naik di atas punggungku dan menunggangiku. Aku takut kalau aku bangkit dari sujudku dia akan terjatuh, jadi aku biarkan dulu dia puas bermain, baru setelah dia turun dari punggungku, aku bangkit dari sujudku." (Hadits Riwayat Ahmad, An Nasai, Al Hakim)


*****


Siapa diantara kita yang berani mengatakan bahwa Baginda Nabi Muhammad Saw tidak khusyu' dalam shalatnya?


Kalau kita menelaah hadits di atas. Dan mencari makna khusyu' lewat perilaku Baginda Nabi Saw di atas maka kita akan menemukan

Rasulullah Saw mendirikan shalat dengan tetap mempunyai kontak fisik dengan sekitarnya.  Sampai cucunya pun dibiarkan asyik bermain kuda-kudaan di punggungnya dan memberi kesempatan memuaskan hasrat cucunya dalam posisi beliau sedang sujud. Baru setelah balita itu turun dari punggungnya baru beliau bangkit dari sujud.


Jadi apakah shalat khusyu' itu? Apakah shalat khusyu' itu adalah shalat yang di praktikkan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw sebagaimana yang tercatat dalam kisah hadits yang diatas?


Kalau ada orang yang berpendapat bahwa khusyu' itu adalah perenungan yang dalam atau biasa di sebut kontemplasi yang mempunyai makna suatu perenungan atau memikirkan sesuatu secara mendalam, dengan perhatian penuh dan fokus pada apa yang kita lakukan atau kita pikirkan sehingga kita tidak menyadari sekeliling kita.


Shalat khusyu' yang di praktikkan Nabi Saw dalam kisah di atas, bukanlah shalat khusyu' yang membuat orang yang mengerjakannya tidak menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya.


Shalat adalah ibadah yang sudah dilaksanakan manusia dan diwajibkan sejak manusia pertama diciptakan Nabi Adam As. Kenapa Allah SWT mewajibkan shalat hambanya: 

- agar manusia punya sarana beribadah kepada Allah SWT

- Agar manusia punya cara mendekatkan diri kepada Sang Penciptanya.

- Agar manusia mempunyai cara berkomunikasi kepada Tuhan pencipta semesta dirinya dan semesta alam.


Ada seorang ulama (ilmuan dalam bahasa umumnya) yang mengatakan bahwa karena shalat adalah sarana dialog / komunikasi dengan Tuhan maka salah satu cara untuk mencapai khusyu' dalam shalat, maka sebaiknya kita mengerti apa yang kita baca dalam shalat, paling tidak kita mengerti konsep besar dari bacaan - bacaan dalam shalat. 


Sebagai contoh mengerti bacaan doa dalam sujud:

 (سبحان ربى الأعلى و بحمده)

mengerti bahwa doa ini untuk doa meninggikan Sang Maha Pencipta disaat kita merendahkan diri dalam sujud.


Lebih bagus lagi kalau kita bisa memahami setiap kata yang kita baca dalam bacaan-bacaan shalat.


Sebagai contoh memahami bacaan dalam sujud:

 (سبحان ربى الأعلى و بحمده) yang artinya "Maha Suci

 Tuhanku Yang Maha Tinggi dan bagi-Nya segala pujian". Kita memahami setiap kata yang kita baca dalam shalat.


Bagaimana mungkin kita bisa khusyu' kalau kita tidak memahami apa yang kita baca. Bagaimana mungkin shalat dinamakan sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya kalau kita tidak mengerti dan tidak memahami apa yang kita baca dalam Dialog Suci (dibaca: shalat).


Ayolah para saudara muslimku kita memulai belajar khusyu' dengan belajar mengerti dan memahami bacaan-bacaan dalam shalat.


(Bersambung)


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


Artikel ini bisa juga dibaca di blok kami:



#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformuslim


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)