Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 8)
Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 8)
Yesus dan Kerangka
8 Ramadhan 1446 H
Sabtu Wage 8 Maret 2025
Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi.
Oneday Yesus sering bepergian dari satu tempat ke tempat lain, dan ada berbagai orang yang ikut mendampingi dalam sebagian perjalanannya. Pada suatu kesempatan, ketika dia meninggalkan sebuah desa kecil, seorang pemuda mulai mengikutinya. Tak lama setelah mereka berangkat, pemuda itu melihat kerangka makhluk tak dikenal di selokan. Keingintahuannya meningkat, karena percaya bahwa dia telah menemukan kerangka manusia yang ditinggalkan, dia mulai menusuk tulang-tulang itu dengan tongkatnya.
"Bukankah engkau nabi terbesar di muka bumi?" tanyanya kepada Yesus. "Maka kau pasti mengetahui rahasia menghidupkan kembali orang mati!"
Yesus mengabaikan komentarnya, tetapi pemuda itu berkeras: "Kumohon, wahai nabi yang hebat, ajari aku cara memberikan kehidupan pada kerangka tidak berguna ini, sehingga aku juga dapat mengatakan bahwa aku telah berbuat kebajikan."
Yesus kesal dan terus mengabaikan pemuda dungu itu, tetapi si pemuda tidak mau menyerah dan terus mengulangi permintaannya. Yesus mulai kehilangan kesabaran, dan akhirnya dia menukas: "Diamlah, ini bukan tugas untuk orang bodoh! Pekerjaan ini membutuhkan jiwa yang lebih murni daripada air hujan, diri yang lebih peka daripada malaikat. Engkau harus menjalani banyak kehidupan suci sebelumnya, bahkan dapat diperhitungkan sebagai kandidat untuk pekerjaan semacam itu. Coba bayangkan, kalaupun kau menemukan tongkat yang sesuai, lantas di manakah Musa sekarang yang dapat mencapai mukjizat itu?" Yesus berupaya membuat pemuda itu memahami betapa pentingnya masalah tersebut.
"Baiklah, karena engkau berpikir aku tidak cukup layak untuk mengetahui doa rahasia tersebut, maka engkau saja yang melakukannya. Engkau beri tulang-tulang ini kehidupan!" ulangnya tanpa henti.
Yesus benar-benar heran dan bertanya-tanya mengapa pemuda egois itu begitu bertekad menghidupkan kembali kerangka yang mati dan ditinggalkan ini. Dia berpaling kepada Tuhan, memohon kepadaNya untuk mengungkapkan alasan dari tantangan ini, dan segera saja dia mendengar suara di dalam benaknya:
"Orang-orang menyedihkan selalu mengarahkan diri mereka ke kondisi yang mengibakan. Mereka menanam benih tetapi menabur duri. Dan mereka yang menabur duri tidak memiliki tempat di Taman Ilahi. Di tangan mereka, setiap mawar akan menjadi duri. Jika mereka jatuh cinta, kekasih mereka akan berubah menjadi ular berbisa, karena roh mereka gelap dan jahat. Bakat mereka adalah menciptakan racun, tidak seperti alkemis sejati, yang mengubah segalanya menjadi emas berharga!"
Yesus merasa penasaran dan memutuskan untuk memenuhi permintaan pemuda itu, berharap menemukan tujuan dari kesulitan yang sedang dialaminya serta membebaskannya dari orang menjengkelkan ini. Jadi, dia mengucapkan doa untuk membangkitkan orang mati, lalu meniupnya ke belulang yang berserakan itu.
Tanpa sepengetahuan Yesus dan si pemuda dungu, tulang-tulang itu ternyata bukan milik manusia, melainkan singa hitam yang ganas. Si singa, yang bangkit dan kematian, dalam sekejap memutus kepala pemuda itu, mematahkan lengan dan kakinya, mencabik-cabik tubuh nya. Berdiri hanya beberapa langkah jauhnya, Yesus tercengang menyaksikan serangan itu. Dengan hati-hati, didekatinya si singa: "Mengapa kau mencabik-cabik pemuda malang ini? Dia baru saja mengembalikan hidupmu!" "Aku menghancurkan tubuhnya karena dia telah membuatmu marah, wahai nabi besar!" kata si singa patuh.
"Lalu mengapa kau tidak memangsa dagingnya?" tanya Yesus.
"Bukan takdirku hari ini untuk mendapat makanan dari tubuhnya!" jawab singa yang tahu berterima kasih sebelum berbalik dan beranjak pergi.
*****
Ada yang unik dari Nabi Isa As, yaitu dia mempunyai banyak panggilan nama, diantaranya: Isa Al Masih As, Isa bin Maryam As, Ibnu Maryam As, Ruhullah As, Kalimullah As, Jesus As / Yesus As, Ruh Al Quds As, Kristus As, Al Masih As, Yesyua As dialek Indonesia jadi Joshua As.
Nabi Isa As adalah putra tunggal dari seorang perawan suci yang bernama Maryam binti Imran. Konon kabarnya Imran ayah dari Maryan, juga termasuk Nabi di zamannya, Nabi Imran As. Karena tidak di sebut dalam Al Qur'an sebagai nabi makanya kita tidak mengenalnya.
Dalam Alquran Allah SWT berfirman:
"(Ingatlah), ketika para Malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)." (QS. Ali 'Imran Ayat 45)
Kisah Maryam Alayhassalam yang mengandung dengan begitu ajaib, kisah Maryam Ahs mau melahirkan yang juga ajaib, hingga mu'jizat-mu'jizat Nabi Isa As, bisa menyembuhkan orang yang buta, bisa menyembuhkan penyakit apapun, bisa menghidupkan orang yang mati, baik orang yang sudah lama matinya ataupun yang baru dimakamkan, yang dianugrahkan oleh Allah SWT kepadanya sehingga orang-orang di zamannya menganggap Nabi Isa As sebagai tuhan.
Kebiasaan Nabi Yesus As berkelana dalam berdakwah, sehingga banyak orang yang mengikutnya, disamping para muridnya para Harawiyyun yang 12 orang. Dalam perjalanan inilah kejadian ini terjadi.
Seorang dari pemuda Bani Israel yang mau menguji kebenaran kenabian Nabi Isa As. Kebenaran tentang, apakah Isa As benar seorang nabi dan bisa menghidupkan yang mati, dengan memaksakan pengetahuan kenabian yang khusus kepada manusia pilihan yang di tuntun wahyu kepada orang yang baru belajar. Apalagi kalau punya niat yang salah dalam mencari ilmu.
Pengetahuan kalau dipaksakan kepada orang yang salah bisa berbahaya bagi orang yang menuntutnya. Pengetahuan yang di paksakan kepada orang yang belum matan atau belum waktunya juga sama berbahayanya.
_____
Saya, anda dan siapapun membaca kisah Maulana Rumi diatas bisa berbeda interpretasi dalam menangkap makna yang tersirat dalam kisah ini. Semoga kita bisa menemukan hikmah terpendam dari kisah ini untuk jadi pelajaran hidup mengenal diri dan mengenal Sang Maha Ilmu, Allah SWT. Kalau ada perbedaan dalam melihat makna di balik kisah maka ingatlah selalu kisah gajah dalam gelap, kita hanya bisa meraba dan menerka binatang apa gajah itu, bukan melihatnya langsung.
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar