Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 3)
Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 3)
Seorang Pecinta yang Meniadakan Dirinya
3 Ramadhan 1446 H
Senin Wage 3 Maret 2025
Menggali makna tersirat kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi.
Oneday seorang lelaki yang sedang dimabuk cinta, tiba di rumah kekasihnya dan mengetuk pintu dengan penuh semangat.
"Siapa itu?" tanya si wanita.
"Aku," ungkap si lelaki penuh harap.
"Enyahlah, tidak ada tempat untuk orang sepertimu di rumah ini!" jawab si wanita, suaranya dipenuhi kesedihan. "Kau naif dan belum siap, seperti makanan mentah! Kau menyatakan diri sebagai 'aku' dan masih menyatakan cinta abadimu terhadapku? Seorang pecinta yang hanya melihat dirinya sendiri bukanlah pecinta sama sekali tetapi perlu dipanggang dalam api perpisahan sampai dia benar-benar matang!"
Si wanita menolak untuk membuka pintu, dan lelaki yang nelangsa itu akhirnya berlalu pergi. Segera setelah itu, dia meninggalkan kota untuk tujuan yang tak diketahui ke suatu tempat yang jauh. Terbakar oleh rasa sakit karena perpisahan, setelah setahun bepergian dari satu tempat ke tempat lain, dia mengumpulkan keberanian dan mendekati rumah kekasihnya sekali lagi. Dengan cemas tapi sopan, diketuknya pintu rumah itu.
"Siapa yang mengetuk selarut ini?" tanya si wanita dengan tidak sabar.
"Bukan siapa-siapa! Orang yang berada di balik pintu ini juga dirimu!" kata si lelaki dengan rendah hati.
"Sekarang setelah berhenti hanya melihat dirimu sendiri, kau akhirnya menjadi diriku! Tak boleh ada dua orang di rumah ini secara bersamaan, tetapi sekarang kau boleh masuk."
Dengan hati-hati wanita itu membuka pintu dan membiarkan kekasihnya masuk.
"Sekarang kau diterima di rumah ini. Tidak ada lagi perbedaan di antara kita; kita bukan lagi mawar dan duri. Kita adalah satu dan tunggal."
***
Kalau masih ada ke-aku-an dalam diri. Kalau masih ada ke-ego-an dalam diri bagaimana kita akan mengetuk pintu Tuhan. Karena Tuhan hanya menerima hamba yang sudah membakar ke-aku-annya dan sudah menghilangkan ke-ego-annya. Dengan itu pintu-Nya akan di buka untukmu.
Bawa Muhayyadden pernah berkata:
Hati adalah kuil Tuhan. Baitullah dalam diri manusia adalah hatinya. Tempat bertemunya Khalik dan makhluk dalam diri.
Bagaimana Tuhan masuk ke dalam hatimu jika masih ada makhluk yang lain di dalamnya? Dalam hati kita masih ada syaitan dan bala tentaranya. Dalam hati masih ada dunia dan kenikmatannya yang membuat manusia terlena. Dalam hati masih ada hawa nafsu dan syahwat nafsu yang masih mendominasi.
Tuhan tidak mau di sekutukan dengan yang lainnya, apalagi dengan makhluknya. Kalau manusia mau marasakan Tuhan dalam hatinya maka sesuatu selain Dia harus dikeluarkan / dihilangkan, sehingga cuma yang Maha Cinta Kasih yang bersinggasana di dalamnya.
_____
Saya, anda dan siapapun membaca kisah Maulana Rumi diatas bisa berbeda interpretasi dalam menangkap makna yang tersirat dalam kisah ini. Ingatlah selalu kisah gajah dalam gelap, kita hanya bisa meraba dan menerka bukan melihatnya langsung.
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi
#ceritahikmah
#hikmahteladan
#kisahteladan
#hikayatsufi
#hikayathikmah
#wisdomstory
#chikensoupformuslim
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼
.jpg)
Komentar
Posting Komentar