Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 14)

 Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 14)


Sapi di Pulau yang Hijau


14 Ramadhan 1446 

Jumat Kliwon 14 Maret 2025


Menggali makna terpendam dalam kisah-kisah Maulana Jalaluddin Rumi dalam kitab Matsnawi Maknawi.

Oneday disebuah pulau yang tak pernah mengalami kekeringan, tanahnya subur dan makmur. Di pulau ini hiduplah seekor sapi yang menyantap rerumputan berlimpah, bertambah gemuk dan sehat setiap harinya. Sepanjang hari, dia menjelajahi padang rumput yang subur dan terus makan tanpa jeda sampai sore. Setelah hari mulai gelap dan rerumputan hijau tidak lagi terlihat, si sapi mulai resah.


"Apa yang akan kumakan besok?" keluhnya. "Apakah akan ada makanan untuk kusantap lagi?"


Kecemasan menguasainya sampai-sampai tubuhnya mengurus! Setiap malam, si sapi kehilangan semua berat badan yang dia dapatkan pada hari sebelumnya karena mencemaskan persediaan makanan hari berikutnya. Pada pagi hari, tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit, kurus dan tidak terawat. Dia hampir tidak bisa berjalan lurus karena kehilangan kekuatan dan merasa bahwa ini adalah hari terakhir hidupnya.


Saat matahari mulai bersinar dan kehijauan kembali terlihat, si sapi tidak bisa menahan kegembiraannya. Tanpa membuang-buang waktu lagi, dia menggasak rerumputan yang terus tumbuh sepanjang malam, dan menyantapnya seolah dia mengalami kelaparan selama bertahun-tahun. Sehabis makan, berat badannya yang hilang pada malam hari kembali lagi dan segera saja tubuhnya segemuk dan sekuat hari sebelumnya. Siklus ini berulang secara teratur; si sapi resah sepanjang malam dan berat badannya turun, dan keesokan harinya, ketika melihat rumput, dia makan dan badannya kembali berisi,


Aku melewatkan hari-hariku dengan merumput di padang ini, tetapi aku kehilangan semua kebaikan yang kuperoleh darinya pada malam hari, ketika aku mencemaskan apa yang akan kumakan pada hari berikutnya, renung si sapi. "Tapi setiap harinya ada banyak rumput segar untuk kusantap, dan aku menyantapnya dengan senang hati. Pasokan rumput tidak pernah hilang, tetapi aku malah terus menyangsikannya. Aku heran sendiri mengapa aku berperilaku seperti ini, membiarkan pemikiran buruk ini menjangkitiku? Apa yang kudapatkan pada siang hari, kuhancurkan sendiri pada malam hari! Mengapa aku tidak bisa berubah? Perilaku ini telah mendarah daging, dan tidak ada yang bisa kulakukan untuk mengatasinya."


Meski sadar bahwa pendekatannya terhadap hidup itu keliru, si sapi itu tak dapat berubah. Kebiasaan itu telah tertanam begitu dalam di benaknya sampai-sampai tidak ada tempat untuk berkeyakinan.


*****


Hidup yang sebenarnya adalah hidup yang kita jalani saat ini, detik ini. Jangan mencemaskan masa depan yang belum pasti dan belum tentu kita akan menggapainya karena umur bukan ditangan kita, tapi mempersiapkan diri untuk hari esok/masa depan itu yang diperbolehkan. Jangan menyesali masa lalu karena sudah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Masa lalu hanya bisa di jadikan pelajaran untuk merancang masa depan.


Mencemaskan hari esok yang belum pasti hanya akan merusak diri apalagi sampai khawatir yang berlebihan .


Apakah manusia itu ragu kepada Maha Sutradara hidup? Kenapa manusia ragu dengan pengaturan Allah SWT yang sudah mengatur qadha dan qadar yang sudah tersusun rapi jauh sebelum manusia itu lahir ke bumi ini. Percayalah dengan pengaturan Tuhanmu, kamu sudah bersyahadat tapi masih ragu kepada-Nya.

_____


Saya, anda dan siapapun membaca kisah Maulana Rumi diatas bisa berbeda interpretasi dalam menangkap makna yang tersirat dalam kisah ini. Semoga kita bisa menemukan hikmah terpendam dari kisah ini untuk jadi pelajaran hidup mengenal diri dan mengenal Sang Maha Ilmu, Allah SWT. Kalau ada perbedaan dalam melihat makna di balik kisah maka ingatlah selalu kisah gajah dalam gelap, kita hanya bisa meraba dan menerka binatang apa gajah itu, bukan melihatnya langsung.


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun


*Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformuslim


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)