Even Prophet Ask - Bahkan Nabi Pun Bertanya (Bagian 1)

 Even Prophet Ask

Bahkan Nabi Pun Bertanya (Bagian 1)


9 Sya'ban 1446 H

Sabtu Legi 8 Februari 2025


Oneday Bani Israel dan Nabi Musa As hidup dan  menetap di Yerussalem. Setelah exodus dan perjalanan panjang bertahun-tahun lamanya dengan berbagai macam ujian dan cobaan yang mereka hadapi di perjalanan selama bermigrasi dari Mesir tempat mereka di perbudak oleh penguasa Mesir - Raja Fir'aun dan akhirnya sampai di Tanah Yang di Janjikan, Yerussalem tempat mereka akan hidup menetap.


Setelah lama bermukim di Yerusalem Allah SWT menguji mereka lagi dengan musim kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan tanaman mengalami kekeringan dan gagal panen. Karena paceklik melanda Bani Israel, maka kelaparan sudah membayangi-bayangi mereka di tanah Yerussalem.


Sudah setahun lebih air hujan tidak turun di tanah mereka. Beberapa pemuka suku pun mendatangi Nabi Musa As untuk bertanya bagaimana solusi dari permasalahan air ini. Ada yang mengusulkan apakah tidak sebaiknya Nabi Musa As berdoa kepada Allah SWT supaya menurunkan hujan di Yerussalem.


Nabi Musa as mengusulkan kepada mereka supaya berkumpul bersama-sama di tanah lapang. Nabi Musa As mengajak mereka untuk berdoa bersama supaya Allah SWT lebih mudah mengabulkan doa mereka.


Setelah mereka berkumpul di lapangan. Mereka berdoa bersama dan di pimpin oleh Nabi Musa As. Dalam doanya Nabi Musa as berkata: Wahai Tuhan kami penguasa langit dan bumi. Tuhan yang memiliki hujan. Turunkanlah hujan kepada kami, untuk kehidupan kami, ternak kami dan perkebunan kami, kata Nabi Musa As sambil mereka mengangkat tangannya dan mengaminkan doa yang di panjatkan oleh nabinya.


Mereka berkumpul di lapang tiap hari selama seminggu untuk berdoa agar hujan turun dari langit tapi apa yang di harapkan tidak kunjung di kabulkan oleh Allah SWT.


Karena sudah seminggu berdoa tapi hujan tidak kunjung turun. Akhirnya Nabi Musa As bermunajat kepada Allah SWT. Dalam munajatnya Nabi Musa As bertanya kenapa Allah SWT belum menurunkan hujan untuk Bani Israel? Adakah kesalahan yang di lakukan oleh umatnya sehingga hujan tidak kunjung turun?


Setelah Nabi Musa As bermunajat. Allah SWT langsung menjawab doanya dengan berkata: " Wahai Musa, tidak akan aku turunkan hujan kepada kalian karena diantara kalian Bani Israel ada seseorang yang selama 40 tahun ini selalu berbuat maksiat. Karena perbuatannya itu tidak akan Aku turunkan hujan dari langit."


Nabi Musa As lalu bertanya kepada Allah SWT. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan kepada ahli maksiat itu? Allah SWT menjawab: Usirlah orang itu dari kampung ini.


Setelah itu Nabi Musa As mengumpulkan umatnya dan berseru kepada mereka. " Wahai saudara-saudaraku Bani Israel! Demi Allah, diantara kita ada orang yang selama 40 tahun ini selalu bermaksiat kepada Allah SWT. Karena itulah Allah SWT tidak akan menurunkan hujan. Satu sama lain diantara mereka saling bertatapan untuk mencari tahu siapakah orang itu. Kemudian Nabi Musa As melanjutkan. Kalau kalian menginginkan hujan turun lagi ke bumi ini maka orang itu harus di usir dari tengah-tengah kalian. Setelah orang itu pergi maka Allah SWT akan menurunkan hujan lagi ke tanah kalian.


Bani Israel yang berkumpul di lapangan saling curiga dan mencari-cari siapa gerangan orang itu. Bahkan Nabi Musa pun tidak mengetahui siapa orang itu.


Di tengah hiruk-pikuk suara di tanah lapang itu. Ada seseorang diantara mereka yang merasa bahwa dialah orangnya. Setelah menghitung-hitung umurnya, dia menyadari bahwa sudah 40 tahun ini kerjanya hanya berbuat dosa dan maksiat. Orang itu selalu menatap ke arah sekitarnya dan berharap semoga ada orang lain yang beranjak pergi dari tanah lapang ini tapi tidak ada seorang pun yang berdiri untuk beranjak pergi.


Menyadari keadaannya yang penuh dosa. Perasaannya semakin tidak menentu. Rasa bersalahnya semakin besar karena dialah sehingga hujan tidak akan turun.


Karena merasa malu untuk beranjak pergi. Akhirnya ahli maksiat dengan perasaan menyesal berdoa di tempatnya, tanpa seorang pun yang tahu. "Ya Allah Ya Rabby, aku menyesal telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun. Aku sungguh memohon kepada-Mu kiranya Engkau menutupi aibku. Jika sekarang aku pergi, aku pasti di cemooh, dilecehkan dan dipermalukan kaumku. Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu akan dosa-dosa maksiatku selama ini. Aku tidak akan mengulanginya lagi, dan akan kembali ke jalan-Mu yang lurus."


Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba air hujan turun dengan derasnya. Seluruh Bani Israil berbahagia dengan turunnya hujan. Mereka serentak bersujud bersama sebagai tanda syukur dan mengucapkan puja-puji kepada Allah yang telah menerima doa mereka.


Adapun Nabi Musa As terkejut karena tidak ada seorangpun yang beranjak meninggalkan tanah lapang kenapa Allah SWT sudah menurunkan hujan? Apakah orang itu pergi tanpa dia ketahui?


Nabi Musa As berdoa kepada Allah SWT, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa tiba-tiba hujan turun?


Allah SWT berfirman kepada Musa As: "Wahai Musa, Aku menurunkan hujan karena Aku sudah Ridha dan bahagia, hamba-Ku yang bermaksiat kepadaku selama 40 tahun sudah bertaubat kepada-Ku dan akan mengubah jalan hidupnya ke jalan yang benar.


Nabi Musa As semakin penasaran siapakah orang itu? Dia memohon kepada Allah SWT supaya menunjukkan kepadanya siapa orangnya, agar bisa memberitahukan kepadanya bahwa hujan yang turun ini karena Allah SWT sudah menerima taubatnya. Allah SWT berfirman kepada Musa As: Wahai Musa, hamba-Ku itu bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun, dan semua perbuatannya  kurahasiakan kepadamu, aibnya kututupi dari kaumnya. Mana mungkin Aku memberitahukanmu siapa orangnya?"


Allahu A'lam Bissawab

Allahu A'lamu Wa  Antum Laa Ta'lamun


Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼


#kisahsufi #kisahhikmah #ceritasufi

#ceritahikmah

#hikmahteladan

#kisahteladan

#hikayatsufi

#hikayathikmah

#wisdomstory

#chikensoupformuslim


🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Alam Pikiran Rumi (Bagian 2)

Maha Suci Allah Yang memperjalankan Hamba-Nya Isra' Mi'raj (Bagian 1)

Membaca Alam Pikiran Rumi(Bagian 12)