Bahkan Malaikat Pun Bertanya / Even Angels Ask (Bagian 1)
Even Angels Ask*
Bahkan Malaikat Pun Bertanya (Bagian 1)
19 Jumadil tsani 1446 H
Jumat Legi 20 Desember 2024
Oneday ada 2 orang yang memasuki sebuah masjid. Yang satu seorang sufi yang shaleh. Karena keshalehannya di anugrahi perlindungan awan dari cahaya matahari dalam perjalanan dari rumahnya ke masjid. Yang satu lagi seorang yang ahli maksiat. Sepanjang hidupnya diisi dengan berbagai macam maksiat. Sampai suatu hari si ahli maksiat termenung dengan keadaan hidupnya. Dia berpikir panjang apakah hidupnya akan dijalani hanya bermaksiat dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat yang lain? Apakah hidup ini hanya untuk maksiat saja? Dia bertekad dalam hati untuk meninggalkan semua kebiasaan buruknya. Dia ingin bertaubat kepada Allah, kembali kejalan yang benar.
Di dalam masjid, Sang Sufi beribadah dengan khusyuk kepada Allah SWT. Dan di sudut masjid itu, ahli maksiat itu sedang menangis bermunajat kepada Allah SWT. Mengadukan dosa-dosanya yang begitu banyak. Dia menyesal karena sudah mengisi hidupnya hanya dengan bermaksiat kepada-Nya.
Ketika selesai beribadah Sang Sufi menoleh ke arah ahli maksiat itu dan mengenalinya. Dia bergumam dalam hatinya, ahli maksiat ini yang sering di bicarakan orang-orang. Dosa-dosanya sudah terlalu banyak karena sepanjang hidupnya jarang ke masjid dan hanya di penuhi dengan dosa maksiat. Akan sulit baginya untuk bertaubat.
Ketika kedua orang itu keluar dari masjid. Awan yang tadi menaungi Sang Sufi berpindah menaungi Sang Ahli Maksiat. Kejadian ini membuat malaikat di langit menjadi heran dan bertanya-tanya, ada apa ini? Apa yang telah terjadi? Kenapa bisa jadi begini?
Kalau malaikat itu menggunakan bahasa manusia di bumi akan mengatakan:
What going on? (English)
Kapriye bisa koyo Iki? Ngopo iso dadi ngene? (Jawa)
Naha tiasa kieu nya'? (Sunda)
Apa namala bassa de'e? (Mandar)
Magi nawedding makkohe? (Bugis)
Api nan jadi? (Padang)
Ma so jadi begini? (Batak)
Apa na kamma Anne? (Makassar)
Malaikat bertanya kepada Allah SWT tentang bagaimana ini bisa terjadi. Ketika masuk ke masjid orang shaleh itu di lindungi awan dari rumahnya menuju masjid. Kenapa ketika keluar masjid awan itu berpindah melindungi orang yang penuh maksiat itu?
Allah SWT menjelaskan bahwa. Ketika orang shaleh itu mendengar tangisan taubat ahli maksiat itu, terbetik di dalam hatinya kalau dosa-dosanya sudah terlalu banyak dan Allah SWT tidak akan mengampuninya.
Orang shaleh itu beribadah kepada-Ku dengan membanggakan ibadahnya. Dia merasa aku sudah ridho dengan semua ibadah-ibadahnya kepadaku. Setelah beribadah shalat kepadaku terbetik di hatinya bahwa dosa-dosanya ahli maksiat ini tidak akan di ampuni walaupun dia menangis darah sekalipun. Itulah alasan kenapa aku pindahkan perlindungan awan itu kepada hamba-Ku yang ingin bertaubat. Aku bahagia karena dia ingin kembali kepada-Ku dan Aku marah kepada ahli ibadah itu karena sudah membanggakan ibadahnya dan terbetik di hatinya kalau aku akan sulit menerima taubatnya orang yang ingin kembali kepadaku. Aku menerima taubat siapa saja yang ingin kembali kepadaku sebanyak apapun dosa-dosanya.
Rasulullah Saw pernah bersabda yang maknanya begini: "Aku lebih senang mendengar rintihan orang yang bertaubat kepadaku dari pada gemuruh tasbih orang yang berdzikir"
Kisah ini memberi pelajaran bahwa setiap insan yang beribadah kepada Allah SWT harus hati-hati dengan rasa ujub dalam beribadah. Kita harus senantiasa menjaga hati di dalam beribadah dan juga di luar ibadah kita. Dan juga kita jangan menghakimi orang lain dengan ibadahnya apalagi membanding-bandingkan ibadah kita dengannya karena hanya Allah SWT yang bisa melihat hati setiap insan yang menyembahnya.
Allahu A'lam Bissawab
Allahu A'lamu Wa Antum Laa Ta'lamun
Hanya belajar berbagi. Aku berlindung kepada Allah SWT dari firman-Nya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan🙏🏼
*meminjam judul buku Jefry Lang
🙏🏼junsyam ininnawa🙏🏼

Komentar
Posting Komentar